Menu

Mode Gelap

Hukum

Empat Orang Diduga Mati Lemas dalam Mobil di Tol Pejagan-Pemalang, Polisi Izinkan Dibawa Pulang ke Bekasi

badge-check


					Belum diketahui secara pasti penyebab kematian empat orang di dalam mobil, saat berhenti di pinggir jalan Tol Pejagan-Pemalang, Kamis 11 Desember 2025. Setelah dilakukan pemeriiksaan tanpa otopsi, pihak keluarga diizinkan membawa jenazah ke Bekasi. Foto: Instagram@faktahitamnews. Perbesar

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian empat orang di dalam mobil, saat berhenti di pinggir jalan Tol Pejagan-Pemalang, Kamis 11 Desember 2025. Setelah dilakukan pemeriiksaan tanpa otopsi, pihak keluarga diizinkan membawa jenazah ke Bekasi. Foto: Instagram@faktahitamnews.

Penulis: Adi Wardhono   |    Editor: Priyo Suwarno

PEMALANG, SWARAJOMBANG.COM-  Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasetyo menyatakan karena tidak ada fakta dugaan kriminal awal, memberi izin pihak keluarga untuk membawa pulang empat orang yang meninggal dalam mobil saat perjalanan di tol Pejagan-Pamalang, yang terjadi Kamis, 11 Desember 2025.

Ia mengatakan polisi membantu evakuasi saat  terjadi peristiwa empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor B 1973 KVA yang terparkir di Tol Pejagan-Pemalang, Km 284+800, Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Mobil tersebut sempat berhenti di Km 250 wilayah Brebes sekitar pukul 01.00 WIB, di mana pengemudi tampak lemah namun menolak rujukan ke rumah sakit.

Kendaraan melanjutkan perjalanan ke timur dan terhenti lagi pukul 06.00 WIB. Petugas tol mengetuk dan menggoyang mobil tanpa respons, hingga melapor ke polisi pukul 08.04 WIB. Tim gabungan Polres Tegal menemukan korban sudah tewas setelah membuka mobil.

Korban terdiri dari tiga dewasa dan satu balita, satu keluarga asal Pacitan yang baru takziah di Bekasi:

  • IW (39, laki-laki, Bekasi),
  • P (40, perempuan, Pacitan),
  • WY (38, perempuan, Bekasi),
  • serta satu anak balita. Jenazah dipulangkan ke keluarga usai autopsi sekitar pukul 23.30 WIB.

Polisi menduga korban tewas akibat keracunan gas mematikan berdasarkan gejala mati lemas, meski jenis gas masih diselidiki lebih lanjut. Penyelidikan oleh Polres Tegal terus berlangsung untuk konfirmasi forensik.

Empat korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Kapsul di Tol Tegal pada 11 Desember 2025 merupakan satu keluarga asal Pacitan, Jawa Timur, yang baru pulang dari takziah di Bekasi.

Mereka satu keluarga yang menggunakan mobil bernomor B 1973 KVA, dengan jenazah dievakuasi ke RSUD Suselo Slawi untuk autopsi sebelum dipulangkan pada malam hari. Identitas lengkap belum sepenuhnya dirilis secara resmi oleh polisi untuk menghormati privasi keluarga.

Yang menjadi pertanyaan mengapa polisi tidak melanjutkan tindakan atas temus 4 orang meninggal secara mendadak?

Polisi tidak “mudah” melepas jenazah keempat korban di kasus Tol Tegal karena proses standar penyelidikan kematian mendadak telah diikuti secara prosedural.

Autopsi awal di RSUD Suselo Slawi pada 11 Desember 2025 tidak menemukan tanda kekerasan, bekas luka, atau penganiayaan, sehingga jenazah dilepas ke keluarga pukul 23.30 WIB setelah forensik awal oleh Labfor Polda Jateng.

Pengemudi dan korban lain diperlakukan sama sebagai bagian dari satu keluarga tanpa indikasi pidana awal, memungkinkan pemakaman sesuai adat sambil menunggu hasil toksikologi lanjutan.

Pelepasan jenazah tidak menghentikan investigasi; Polres Tegal di bawah AKBP Bayu Prasetyo masih mengamankan mobil untuk pemeriksaan gas beracun dan hasil forensik lengkap, sesuai Pasal 184 KUHAP untuk kasus non-kriminal awal. Prosedur ini umum untuk mencegah dugaan asusila sambil menghormati hak keluarga.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Belum Sembulan Terjadi Lagi, Pria Misterius Tewas Loncat dari Jembatan Kembar Cangar

23 April 2026 - 16:31 WIB

Gempa 3.8 Magnetudo Guncang Buleleng Bali dan Timor

23 April 2026 - 15:37 WIB

Turis India Embat Handuk hingga Keset di Ubud Bali

23 April 2026 - 14:43 WIB

Bocah SD Jatuh dari Ketinggian 8 Meter di Pasar Serangan

23 April 2026 - 14:29 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:54 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Rudy Mas’ud tak Punya Nyali Temui Massa Aksi Unjuk Rasa AMP Kaltim

22 April 2026 - 09:02 WIB

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Trending di Ekonomi