Menu

Mode Gelap

Headline

Demo Hingga Malam Hari di Depan Gubernur Kaltim, 4 Mahasiswa dan 5 Polisi Lukaluka

badge-check


					Massa dari PMII Samarinda, melakukan aksi unjuk rasa hingga malam hari  untuk menemui gubernur Rudy Mas'ud dalam menyampaikan tuntutannya. Namun gubernur Kaltim itu malah menghilsn, Selasa 5 Mei 2026. Foto: instagram@mahasiswa.id Perbesar

Massa dari PMII Samarinda, melakukan aksi unjuk rasa hingga malam hari untuk menemui gubernur Rudy Mas'ud dalam menyampaikan tuntutannya. Namun gubernur Kaltim itu malah menghilsn, Selasa 5 Mei 2026. Foto: instagram@mahasiswa.id

Penulis: Mulawarman   | Editor: Priyo Suwarno

SAMARINDA, SWARAJOMBANG.COM– Terjadi bentrok anatara polisi dan mahasiswa, saat aksi demo berlanjut Aksi hingga malam hari di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).

Tercatat total sembilan orang mengalami luka-luka, baik dari pihak demonstran maupun petugas keamanan.

Organisasi kemahasiswaan PMII  Samarinda melakukan unjuk rasa dari gedung DPRD Karangpaci, terus geser ke kantor gubernur Kaltim, itu awalnya berjalan tertib.

Namun memanas saat massa berusaha mendobrak barikade untuk masuk ke dalam kompleks kantor pemerintahan.

Situasi semakin tidak terkendali ketika sejumlah oknum mulai melempari aparat dengan batu dan benda keras.

“Kami mencatat ada 4 kader kami yang mengalami luka. Satu orang luka cukup parah di kepala sampai harus dijahit 10 kali dan dirawat di rumah sakit, sedangkan 3 lainnya sempat pingsan dan mengalami memar akibat benturan,” ujar Muhammad Said Abdillah, Ketua PMII, Samarinda.

“Kami sangat menyayangkan insiden ini terjadi, padahal awalnya aksi berjalan damai dan tertib,” ujarnya menambahkan

Ia menambahkan, aksi hanya bertujuan menyampaikan aspirasi, bukan membuat kerusuhan.

“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan menuntut perbaikan pemerintahan, tapi justru mendapat tindakan represif. Kami sudah berusaha menahan massa, tapi situasi sudah terlalu memanas.

“Kami juga menyesal jika ada petugas yang ikut terluka, tapi ini adalah dampak dari kegagalan komunikasi dan pendekatan yang tidak manusiawi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi, Koordinator Lapangan Aksi. Menurutnya, pihak penyelenggara sudah menyiapkan segalanya agar aksi berjalan aman.

“Kami sudah buat barisan tertib, bagi tugas dengan jelas, dan tidak berniat membuat kerusuhan. Kericuhan baru terjadi setelah ada desakan dari belakang dan pendorongan dari aparat. Kami minta pihak kepolisian juga melakukan evaluasi cara pengamanannya agar tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif.

“Gubernur bahkan tidak ada di tempat dan tidak menurunkan perwakilan untuk menerima tuntutan kami. Inilah bentuk sikap acuh tak acuh pemerintah terhadap suara rakyat. Kalau tidak ada tanggapan yang serius, kami siap turun lagi dengan massa yang lebih besar. Tuntutan kami jelas: minta anggaran dipakai untuk rakyat, perbaiki layanan publik, dan bersihkan birokrasi dari praktik korupsi,” tambahnya.

Pihak Kepolisian

Sementara itu, dari pihak kepolisian, AKP Bima Saputra, Kasatreskrim Polresta Samarinda, menyampaikan versi yang berbeda soal pemicu kericuhan.

“Kami mencatat ada 5 personel kami yang mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benda keras lainnya. Bahkan salah satu Polwan sempat pingsan dan mengeluarkan darah dari mulut karena benturan yang cukup keras. Semua korban sudah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya kini membaik,” jelasnya.

Bentrok pukul 19.30 WITA.

“Awalnya aksi berjalan damai, tapi sekitar pukul 19.30 WITA sebagian massa mulai anarkis. Mereka berusaha mendobrak barikade, melempar petugas, bahkan merusak fasilitas umum. Kami sudah berupaya melakukan pendekatan dan negosiasi berkali-kali, tapi tidak diindahkan. Akhirnya kami terpaksa menggunakan gas air mata dan water cannon untuk mengamankan situasi,” terangnya.

Ia menegaskan, pihaknya tetap menghormati hak rakyat bersuara, tapi batasannya harus sesuai aturan.

“Kami tetap menjamin hak warga untuk menyampaikan aspirasi, tapi tidak boleh dengan cara yang melanggar hukum dan merusak ketertiban. Saat ini tim penyidik sedang mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi oknum-oknum yang memicu kerusuhan untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Arie Soeharyadi, Kasi Humas Polresta Samarinda, juga memberikan informasi tambahan soal dugaan aktor di balik kericuhan.

“Dari hasil penyelidikan awal, diduga ada kelompok di luar massa mahasiswa yang ikut terlibat dan justru memicu terjadinya kericuhan. Mereka bercampur dengan peserta aksi dan mulai melakukan tindakan anarkis saat situasi mulai memanas,” ungkapnya.

Kronologi Singkat

Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dengan penyampaian orasi dan pembacaan tuntutan. Massa menuntut perhatian pemerintah terkait sejumlah isu, mulai dari masalah lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, hingga kesejahteraan masyarakat.

Ketika waktu menunjukkan pukul 19.30 WITA, suasana berubah drastis. Sebagian massa mulai mendesak barikade yang dijaga ratusan petugas bersiaga.

Upaya pendamaian yang dilakukan oleh pimpinan aksi dan perwakilan polisi tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya terjadilah bentrokan yang berlangsung selama sekitar satu jam.

Polisi kemudian menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa yang anarkis. Baru sekitar pukul 21.00 WITA situasi dapat dikendalikan dan lokasi kembali kondusif.

Tidak Ada Korban Jiwa

Baik dari pihak pengunjuk rasa maupun kepolisian sama-sama memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik terjadinya bentrokan.

Sementara itu, pihak rumah sakit yang menangani korban menyatakan kondisi pasien dalam keadaan stabil dan diperkirakan akan segera pulih dalam beberapa hari ke depan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aksi Unjuk Rasa AB3, Anak Vs Bapak: Moh. Fauzan Bacakan Tuntutan kepada Bupati Lukman Hakim

19 Mei 2026 - 17:33 WIB

50 Bhiksu Tudong Ziarah dan Doa di Makam Gus Dur setelah Disambut Bupati Warsubi

19 Mei 2026 - 16:18 WIB

Terseret Arus Flushing PLTA Wlingi, Dua Selamat Satu Orang Masih Hilang

19 Mei 2026 - 15:29 WIB

Ucapan Prabowo soal Desa dan Dolar Jadi Sorotan

18 Mei 2026 - 20:32 WIB

Belanja Militer Besar-Besaran, Ini Alutsista yang Masuk

18 Mei 2026 - 20:21 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (7): Jenderal Saladin Menyatukan Negara Muslim

18 Mei 2026 - 17:28 WIB

Sekongkol dengan Pacar, Andriana Sekap dan Kuras Rp2 M dan 1 Kg Emas Milik Kakek Kusnadi

18 Mei 2026 - 16:56 WIB

Kejuaraan IBKO 1st All Kyokushin Indonesia: DKKI Sabet 42 Medali

18 Mei 2026 - 11:50 WIB

Atlet DKKI foto bersama dengan Ketua Umum DKKI, Tunggul Aryo Wibowo dan Ketua Dewan Guru DKKI, setelah acara Kejuaraan IBKO 1st All Kyokushin Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Foto: ist

UMKM dan Penginapan Senyum Lebar, Jika KA Penuh

17 Mei 2026 - 20:11 WIB

Trending di Nasional