Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Dedi Mulyadi Liburkan 12 Hari 159 Warga ‘Penyapu Koin’ dengan Kompensasi Rp 600.000/ Orang Selama Lebaran

badge-check


					Beginilah suasana warga Indramyu-Subang yang berprofesi sebagai penyapu koin di tepi jalana, berharap lemparan uang receh di pinggir jalan. Foto:  ist Perbesar

Beginilah suasana warga Indramyu-Subang yang berprofesi sebagai penyapu koin di tepi jalana, berharap lemparan uang receh di pinggir jalan. Foto: ist

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

INDRAMAYU, SERWAJOMBANG– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi selalu punya gagasan baru untuk melakukan penataan.  Kali ini, ia memberikan kompensasi Rp 600.000 kepada sebanyak 159 warga Indramayu-Subang yang menjalankan profesi  sebagai ‘penyapu koin’.

Untuk menghindari kecelakaan dan menjaga kelancaran lalu lintas, selama arus mudik dan arus bali, Dedi menyiapkan solusi sementara dengan cara meliburkan aktivitas ‘sapu koin.

Khususnya di dekat Jembatan Sewo, Indramayu, ratusan warga tua muda, laki perempuan membawa sapu berjejar di pinggir jalan menunggu lemparan uang receh kepada penggunakan jalan.

Dedi Mulyadi menghilangkan praktik “sapu koin” di kawasan Pantura Indramayu–Subang (khususnya Jembatan Sewo) dengan cara non‑represif, yaitu memberi kompensasi uang agar warga tidak lagi turun ke jalan selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.

Pemandangan ini selain tidak elok, menurut Dedi Mulyadi, karena alasan keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran.

Pertama, aktivitas penyapu koin dinilai sangat berbahaya karena warga harus berada di pinggir atau badan jalan nasional Pantura, terutama ketika arus kendaraan padat saat mudik dan balik

Kedua, menghindari kemacetan dan gangguan arus. Kehadiran penyapu koin bisa membuat pengendara mengerem mendadak, menoleh, atau menurunkan laju, sehingga berpotensi menimbulkan antrean dan kecelakaan di jalur strategis nasional.

Solusi Sosial Ekonomi

Untuk itulah Dedi pun membuat kebijaksanaan  agar tradisi ini bisa dihentikan, dengan cara pemerintah provinsi memberi kompensasi Rp50.000 per orang per hari selama 12 hari, sehingga total per orang bisa mencapai Rp600.000 selama periode larangan.

Program ini hanya berlaku untuk warga dewasa yang biasa menjadi penyapu koin dan telah terdaftar melalui data kepala desa, RT/RW setempat.

Dedi Mulyadi memerintahkan aparat kewilayahan (desa, RT/RW) untuk mendata warga penyapu koin di Jembatan Sewo dan sekitarnya, kemudian uang kompensasi diberikan langsung atau diatur lewat mekanisme desa.

Warga diminta “libur” dari aktivitas penyapu koin selama periode mudik‑balik; sebagai gantinya mereka tetap mendapat penghasilan melalui kompensasi tersebut, sambil mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Total warga 104 orang di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Kompensasi Rp600 ribu untuk para penyapu koin di Indramayu (terutama di kawasan Jembatan Sewo) disalurkan menjelang periode mudik‑balik Lebaran 2026, tepatnya pada awal bulan Maret 2026.

Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai awal Maret 2026, sebelum puncak arus mudik, agar warga sudah “libur” dari aktivitas penyapu koin saat masa padat kendaraan.

Uang kompensasi Rp600 ribu (akumulasi Rp50.000/hari selama 12 hari) diberikan langsung ke rekening penyapu koin melalui buku tabungan Bank BJB, dengan mekanisme transparan dan tercatat resmi.

Setelah didaftar secara rincinm tercatat ada 105 penyapu koin yang menerima kompensasi di Indramayu

Data individual tersebut diklaim diolah dan disalurkan melalui buku tabungan Bank BJB, dengan mekanisme administrasi desa (RT/RW) dan pengawasan aparat, sehingga identitas mereka lebih diposisikan sebagai “penerima kompensasi” daripada figur publik. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tambah Lagi Insiden Tewas Terjun dari Jembatan Cangar: Kasus Keempat Maret- 8 Mei 2026

9 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rumah Tipe Kecil Jadi Korban Terbesar Perlambatan Properti

8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara Meletus: Warga Jepang dan Cina Tewas, 18 Pendaki Butuh Dievakuasi

8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Gunung Dukono, wilayah Maluku Utara, Jumat pagi, 8 Mei 2026. Ternyata sedang ada puluhan wisatawan asing dan domestik sedang berada di puncak. Akibatnya, dua orang tewas dari Cuna dan Jepang. Lima orang luka ringan. Madih ada 18 pendaki butuh bantuan dari BPBD untuk dievakuasi. Foto: instagram@maluku_utara

4 Gempa Kamis 7 Mei 2026: Terbesar di Selat Sunda Magnetudo 4.6 Tanpa Tsunami

8 Mei 2026 - 09:21 WIB

Warsubi Lepas Keberangkatan Jamah Haji Jombang Kloter 62: Jadikan Momen untuk Membersihkan Diri

7 Mei 2026 - 17:34 WIB

Pegadaian Meraih Top Multifinance Call Center di Ajang CCSEA 2026, Rahasia Melayani Sepenuh Hati

7 Mei 2026 - 16:29 WIB

Tim Buser Polres Pati Meringkus Ashari saat Sedang Naik Motor di Wonogiri

7 Mei 2026 - 15:08 WIB

16 Orang Tewas Terbakar, Akibat Bus ALS Bertabrakan dengan Truk Tanki di Musi Rawas

6 Mei 2026 - 20:51 WIB

Pelaku Pembacokan Mertua di Mojokerto, Polisi Butuh 6 Jam Ringkus Pelaku di Asemrowo Surabaya

6 Mei 2026 - 18:32 WIB

Trending di Headline