Menu

Mode Gelap

Nasional

Dawet Minuman Segar Sejak Era Kerajaan Kediri

badge-check


					Minuman dawet Perbesar

Minuman dawet

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJJOMBANG.COM-Cendol dan dawet adalah dua minuman tradisional yang akrab di telinga kita, namun mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa keduanya memiliki sejarah panjang dan menarik. Dari catatan prasasti kuno hingga buku resep lama pada masa Hindia Belanda, perjalanan minuman ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner Nusantara.

Menurut wikipedia Indonesia catatan mengenai kata cendol telah muncul sejak abad ke-19 dalam berbagai kamus dan buku terbitan Hindia Belanda. Salah satu rujukan tertua terdapat dalam Oost-Indisch Kookboek tahun 1866, yang memuat resep berjudul “Tjendol of Dawet”. Penyebutan ini menunjukkan bahwa kedua nama tersebut dulu digunakan secara bersinonim.

Namun, jejak dawet jauh lebih tua. Catatan sejarah menyebutkan bahwa dawet pertama kali disebutkan dalam Prasasti Taji di Ponorogo pada abad ke-10. Penyebutan ini kemudian muncul kembali dalam naskah Kresnayana dari abad ke-12 pada masa Kerajaan Kediri. Dari Jawa Timur, minuman ini menyebar ke berbagai daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, terutama pada masa Kesultanan Demak abad ke-15, yang menggunakan dawet sebagai salah satu media dakwah.

Penyebaran budaya Jawa melalui perdagangan dan mobilisasi prajurit juga membuat minuman ini dikenal di Malaysia dan Singapura dengan nama cendol, yang hingga kini menjadi bagian dari kuliner Asia Tenggara.

Secara tradisional, bahan dasar es dawet dibuat dari tepung beras atau tepung beras ketan, dengan pewarna hijau alami dari daun suji. Cara pembuatannya pun cukup sederhana. Adonan dawet dicetak menggunakan saringan berongga, kemudian digoyangkan hingga adonan jatuh membentuk butiran runcing yang khas. Karena menggunakan tepung beras, tekstur dawet cenderung lebih lembut dibanding cendol yang lebih kenyal.

Dari catatan prasasti kuno hingga buku resep kolonial, cendol dan dawet membuktikan diri sebagai warisan kuliner Nusantara yang bertahan lintas zaman. Kini, minuman manis dan menyegarkan ini tak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa, tetapi juga telah menjadi ikon kuliner Asia Tenggara yang dikenal luas hingga mancanegara

Apa beda cendol dan dawet? Cendol dibuat dari tepung beras dan pandan, dibentuk lebih besar dan kenyal. Santannya juga kental, jadi pas diminum rasanya gurih-manis banget. Itu yang bikin beda sama es dawet.

Di sisi lain, penjual es dawet, Sari, menambahkan, dawet biasanya dibuat lebih halus dan tipis, air gula merahnya lebih banyak. Orang yang suka minuman segar encer biasanya lebih memilih dawet daripada cendol yang lebih ‘padat’.

Selain tekstur dan kekentalan santan, cara penyajian juga sedikit berbeda. Es cendol sering disajikan di mangkuk atau gelas pendek, sementara es dawet kadang disajikan dalam gelas tinggi, cocok diminum sambil jalan-jalan di pasar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Saksi Rahasia Serahkan Dana Rp8,3 Miliar ke KPK, Kasus OTT KKP Banjarmasin Mulyono Purwo

8 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Trending di Nasional