Menu

Mode Gelap

Nasional

Curi Rahasia 2.000 Lembar Dokumen AI Milik Google, Linwei Ding Terancam Hukuman 175 Tahun

badge-check


					Ilustrasi: Foto: Instagram@katasuhukita Perbesar

Ilustrasi: Foto: Instagram@katasuhukita

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

AMERIKA, SWARAJOMBANG.COM  – Kasus spionase AI pertama di Amerika Serikat mencuat ketika Linwei Ding, eks insinyur Google berusia 38 tahun (juga bernama Leon Ding), divonis bersalah oleh juri federal di San Francisco atas kejahatan economic espionage dan pencurian rahasia dagang infrastruktur kecerdasan buatan milik Google.

Pria ini membawa kabur lebih dari 2.000 lembar dokumen rahasia terkait teknologi superkomputer AI, meliputi pengaturan Tensor Processing Units serta kluster GPU, demi kepentingan perusahaan teknologi asal China.

Pengadilan menyatakan Ding bersalah pada 7 dakwaan economic espionage dan 7 dakwaan pencurian trade secrets usai persidangan selama 11 hari, menjadikannya preseden pertama spionase AI di AS.

Ding mengunduh berkas-berkas tersebut dari Mei 2022 hingga April 2023, sambil diam-diam bekerja sama dengan dua perusahaan teknologi China, termasuk startup AI yang didirikannya sendiri.

Dampak 

Dokumen curian tersebut bernilai miliaran dolar AS dan berisi metode eksklusif Google untuk pusat data AI, pengoptimalan beban kerja, serta perangkat keras spesial. FBI menggambarkan perkara ini sebagai ilustrasi spionase ekonomi di era persaingan AI global antara AS dan China.

Linwei Ding kini menghadapi kemungkinan hukuman penjara hingga 175 tahun atas 14 dakwaan (masing-masing 7 economic espionage dengan maksimal 15 tahun, dan 7 pencurian trade secrets dengan maksimal 10 tahun).

Sidang penentuan hukuman dijadwalkan setelah keputusan bersalah di akhir Januari 2026, di mana hakim federal San Francisco akan menimbang pedoman hukum AS terkait pemberian sanksi bersamaan atau berturut-turut. Sampai Februari 2026, belum ada pengumuman vonis akhir secara publik.

Di luar penjara, Ding berpotensi menerima denda jutaan dolar AS akibat kerugian teknologi AI Google yang mencapai miliaran dolar. Kasus serupa pernah menimpa Anthony Levandowski, yang divonis 18 bulan penjara pada 2020.

Biografi Ringkas

Linwei Ding, atau Leon Ding, merupakan warga negara China berusia 38 tahun yang bermukim di Newark, California.

Ia mulai bergabung dengan Google sejak Mei 2019 sebagai software engineer di divisi pengembangan pusat data superkomputer AI, dengan hak akses ke data rahasia seperti infrastruktur perangkat keras, platform perangkat lunak, dan model AI.

Ding bertanggung jawab atas sistem pendukung pengembangan AI berskala besar hingga mengundurkan diri pada Desember 2023.

Sejak Oktober 2022, Ding kerap bolak-balik antara San Francisco dan Beijing, mendirikan Shanghai Zhisuan Technology Co. Ltd. pada Mei 2023 untuk pengembangan superkomputer AI, serta terlibat dalam program inkubasi MiraclePlus di China. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026

Nanik S. Deyang Akui Terus Terang sebagai Cupu Presiden, tetapi Cupu yang Baik

13 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional