Menu

Mode Gelap

Politik

Cukup Beralasan, PDIP Melirik Tokoh Muhammadiyah

badge-check


					Ganjar Pranowo (kiri) dan Muhadjir Effendy pada suatu acara di Jawa Tengah. )Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Ganjar Pranowo (kiri) dan Muhadjir Effendy pada suatu acara di Jawa Tengah. )Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Hadi S Purwanto

MALANG, SWARAJOMBANG.com – Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertimbangkan tokoh Muhammadiyah menjadi bakal calon wakil presiden untuk dipasangkan dengan Calon Presiden Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024 cukup beralan. Salah satunya adalah jejak hubungan historis antara Muhammadiyah dengan PDIP yang cukup kuat.

“Bukankah ada jejak Buya Syafi’i Ma’arif yang membekas di PDIP? Sementara Megawati sendiri adalah juga warga Muhammadiyah. Puan Maharani di berbagai kesempatan menegaskan bahwa dirinya dan keluarga besar Bung Karno adalah kader dan warga Muhammadiyah,” kata Dr Abdul Aziz SR, pakar politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Sementara itu, pakar politik Universitas Airlangga (UA) Surabaya Dr Aribowo mengatakan, wajar kalau PDIP melirik bacawapres dari organisasi sosial keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU karena di situlah basis politik masyarakat.

Kedua pakar ini dihubungi terpisah, Selasa (13/6/2023) berkaitan dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Yogyakarta Minggu (11/6/2023) bahwa Muhammadiyah dan NU potensial masuk ke dalam radar bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Tokoh-tokoh kedua ormas itu akan dicermati kelebihannya.

“Siapa kira-kira tokoh Muhammadiyah yang sedang dan ikut dilirik oleh PDIP untuk posisi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo? Apakah Profesor Muhadjir Effendy yang saat ini menjadi Menko PMK? Sangat mungkin,” kata Aziz.

Sebab, menurut dia, Muhadjir satu-satunya tokoh Muhammadiyah yang ada di kabinet dan cukup dekat dengan pemimpin PDIP khususnya Megawati dan Puan Maharani. Beralasan jika melirik Muhadjir. Selain ketokohannya di Muhammadiyah, Muhadjir juga memiliki pengalaman di pemerintahan. Lebih dari itu, secara pribadi memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni.

“Seberapa besar peluang politik Muhadjir menjadi cawapres? Tergantung hitung-hitungan PDIP dalam mencari sisi mana yang harus diisi untuk menutupi kekurangan Ganjar dan daya magnit figur dalam menyumbang elektabilitas. Jika Muhadjir dipandang memenuhi kriteria itu, maka dia menjadi pilihan utama,” kata penulis buku Ekonomi Politik Monopoli Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern ini.

Menurut dia, jika hal itu terjadi maka Muhammadiyah akan menyambutnya dengan baik. Hubungan PDIP dengan Muhammadiyah tentu bisa lebih dekat. “Tentu saja, jelas Muhammadiyah merasa terhormat kadernya dipinang partai besar sekelas PDIP. Meskipun Muhammadiyah tidak akan memberikan dukungan resmi secara organisatoris,” tegasnya.

Pengganti Megawati

Aribowo mengatakan, yang disampaikan Puan Maharani boleh dibilang cerminan sikap Megawati karena saat ini Puan sebagai satu-satunya figur yang disiapkan Megawati untuk menggantikan dirinya sebagai Ketua Umum DPP PDIP.

Puan bergerak cepat untuk menaikkan elektabilitas Ganjar. Sikapnya yang melirik organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU karena di situ merupakan ceruk politik masyarakat.

Aribowo mencatat, langkah-langkah Puan menjalin komunikasi dengan kalangan parpol cukup bagus karena bisa mengurangi ketegangan politik di masyarakat. “Langkah menjalin komunikasi tidak harus selalu dikaitkan dengan koaliasi, tetapi harus bernilai menjaga politik kebangsaan,” katanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Surat Terbuka untuk Donald Trump dari Miliarder UEA Al Habtoor: Atas Dasar Apa Anda Menyerang Iran?

8 Maret 2026 - 11:47 WIB

Trump Tepuk Pundak Prabowo: “Pria Tangguh” saat Tanda Tangan Piagam Perdamaian Gaza di Davos

23 Januari 2026 - 17:56 WIB

Presiden Prabowo Tandatangani Board of Peace untuk Gaza di Davos, Bersama Donald Trump

22 Januari 2026 - 22:13 WIB

Fadli Zon Serahkan SK Plt Keraton Solo kepada Tedjowulan, Muncul Interupsi dari Timoer Rumbay

18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Teaterikal Kedatangan Cindy Adams di Jombang: Pertegas Bung Karno Lahir di Ploso

17 Januari 2026 - 14:15 WIB

Terjadi Demo di Komdigi dan Lapor Polisi, Efek Mens Rea Pandji Singgung Tambang NU-Muhammadiyah

9 Januari 2026 - 19:12 WIB

Komisi II DPR RI Apresiasi Digitalisasi Pengaduan Pertanahan Kementerian ATR/BPN: Cara Merespons Masyarakat dengan Cepat

10 Desember 2025 - 17:34 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Usut dan Tertibkan Bandara PT IMIP Morowali

26 November 2025 - 21:07 WIB

Perlindungan Wartawan Dinilai Lemah, Forum Wartawan Kebangsaan Desak Revisi UU Pokok Pers

6 November 2025 - 08:28 WIB

Trending di Headline