Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Genderuwo Anda pasti kenal dengan nama mahkluk halus ini. Ia sedemikian populer sehingga dijadikan film, jadi cerita fiksi, cerita untuk menakuti anak dst.
Meskipun tidak ada tanggal pasti kapan pertama kali dikenal, mitos dan cerita tentang genderuwo telah ada dalam budaya lisan masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, selama berabad-abad. Genderuwo dianggap sebagai makhluk halus yang menyeramkan dan sering dikaitkan dengan tempat-tempat tertentu seperti pohon gayam atau tempat-tempat angker lainnya.
Asal-usul genderuwo rupanya dipercaya berasal dari arwah orang meninggal yang tidak sempurna, bisa dari kasus pembunuhan, atau kecelakaan yang dapat mengakibatkan arwah tersebut belum menerima kematiannya.
Asal-usul genderuwo merupakan mitos Jawa tentang sebangsa jin atau makhluk gaib yang berwujud manusia bertubuh besar dengan warna kulit hitam kemerahan.
Genderuwo ini dikenal banyak oleh masyarakat di Pulau Jawa, biasanya orang Sunda menyebutnya “gandaruwa” dan orang Jawa menyebutnya “gendruwo” ada juga yang menyebutnya Om Gondo.
Habitat genderuwo biasanya berada di batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi serta gelap.
Sesuai dengan kepercayaan mitos, makhluk gaib ini biasa ditemukan di daerah seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, dan hutan wilayah Lemah Putih, Girimulyo di Kulon Progo, Yogyakarta.
Makhluk genderuwo ini dipercaya dapat berkomunikasi dan melakukan kontak langsung dengan manusia.
Menggoda Kaum Hawa
Dari berbagai legenda di Indonesia mempercayai bahwa genderuwo ini dapat mengubah penampakan dirinya mengikuti wujud manusia, sebab hal ini dilakukan untuk menggoda sesama manusia.
Genderuwo juga dipercaya menjadi makhluk gaib yang iseng dan cabul, kegemarannya yang dimiliki yaitu menggoda kaum perempuan dan anak-anak.
Genderuwo juga senang apabila menampar pantat perempuan, mengelus tubuh perempuan saat sedang tidur, bahkan sampai memindahkan pakaian dalam perempuan ke orang lain.
Kadang juga makhluk genderuwo ini muncul dalam wujud kecil yang berbulu dan bisa tumbuh besar dalam sekejap. Bahkan genderuwo juga senang melempari rumah orang dengan batu kerikil di malam hari.
Salah satu hal yang menjadi kegemaran utama genderuwo yaitu menggoda istri-istri kesepian yang ditinggal suami atau para janda, bahkan genderuwo bisa melakukan hubungan seksual dengan mereka.
Menurut legenda, genderuwo memiliki kekuatan gendam menarik wanita agar mau melakukan hubungan intim dengannya.Namun biasanya wanita korban yang disetubuhi oleh genderuwo tidak akan sadar sedang bersetubuh dengan genderuwo karena genderuwo akan menyamar sebagai suami atau kekasih korban dalam melakukan hubungan intim itu.
Disebutkan pula kalau genderuwo memiliki libido dan gairah yang besar dan jauh di atas manusia, sehingga ia amat mudah terangsang melihat kemolekan perempuan dan membuatnya menjadi makhluk yang senang menggoda perempuan.
Ada legenda menyatakan genderuwo kadang senang bersemayam di dalam rahim perempuan. Perempuan yang rahimnya disemayami oleh genderuwo akan memiliki gairah yang tinggi dan tak mampu menahan gairahnya. Si perempuan akan senang melakukan hubungan intim.
Apabila pasangan si perempuan tak mampu mengimbangi gairahnya, maka si perempuan takkan segan mencari pasangan lain. Hal ini terjadi karena gairah si wanita dikendalikan oleh genderuwo, apabila si wanita melakukan hubungan intim, maka si genderuwo yang bersemayam di rahimnya juga akan merasakan nikmat dari hubungan intim yang dilakukan wanita tersebut.
Namun, menurut kepercayaan Jawa, tidak semua makhluk gaib genderuwo ini bersifat jahat, ada juga genderuwo yang bersifat baik. Genderuwo yang bersifat baik ini dipercaya biasanya menampakkan wujudnya sebagai seorang kakek tua berjubah putih yang kelihatan amat berwibawa.
Genderuwo yang baik tidak bersifat cabul seperti saudara sebangsanya yang bersifat jahat, genderuwo yang baik sering kali membantu manusia seperti menjaga tempat gaib atau rumah dari orang yang berniat tidak baik, bahkan perampok. Pernah juga terdengar bahwa genderuwo yang bersifat baik kadang-kadang membantu menyunat anak-anak dari keluarga tidak mampu yang saleh beribadah.
Mitos ritual pemanggilan
Banyak kalangan mempercayai salah satu cara memanggil genderuwo adalah dengan membakar sate gagak. Diyakini, burung gagak adalah makanan kesukaan sekaligus binatang peliharaan genderuwo, dalam hal ini seperti manusia yang memelihara ayam.
Untuk melakukan ritual ini, subjek yang ingin bertemu dengan genderuwo diyakini harus mengikuti tata cara khusus untuk membuat sate gagak. Tata cara tersebut umumnya digambarkan sebagai berikut: setelah berhasil menangkap burung gagak, burung gagak tersebut disembelih dengan pisau yang sangat tajam. Alasannya, ketajaman mata pisau akan memengaruhi lancar tidaknya darah yang mengalir keluar dari bekas luka yang ditimbulkan; berikutnya adalah mencabuti bulu-bulu hitam gagak yang kasar sehingga benar-benar bersih. Selanjutnya, daging yang sudah bersih ditelikung seperti halnya kalau membuat ayam panggang. Baru kemudian, bisa dibakar di atas nyala api.
Hal terpenting dari ritual ini dipercaya adalah pengucapan rapalan mantra khusus agar genderuwo selain mencium bau makanannya juga dapat mendengar panggilan. Mantra pemanggil genderuwo diyakini hanya dimiliki segelintir orang saja dan tidak sembarangan diberitahukan.
Sifat kerahasiaan ini telah banyak digunakan untuk penipuan demi mendapat keuntungan. Tempat yang diyakini paling tepat untuk melakukan ritual pemanggilan ini adalah tempat yang terbuka, agar bau burung gagak yang dibakar menyebar ke segala arah dibawa oleh angin dan bisa mengundang genderuwo mendatangi tempat tersebut.
Ritual mengundang genderuwo yang lengkap dengan segala sejajinya banyak dilakukan orang, terutama yang berkepercayaan tradisional di pulau Jawa. Hal ini berkaitan dengan maraknya judi togel yang dahulu dikenal dengan istilah “nomor buntut” atau “nomor jitu”. Para praktisi tersebut meyakini bahwa dengan mengundang genderuwo, keinginan untuk mendapat nomor yang beruntung bisa terpenuhi dan dengan berbekal sedikit keberanian, keuntungan besar bakal gampang mereka peroleh.
Hal unik yang terjadi dalam ritual pemanggilan genderuwo hingga permintaan untuk menyebutkan “nomor jitu” adalah dilakukannya tawar menawar seperti layaknya jual beli pedagang di pasar. Diyakini bahwa setelah genderuwo keluar dari sarang mereka setelah mendengar rapalan mantra berikut bau daging gosong gagak terpanggang, praktisi harus secepatnya meminta apa yang mereka inginkan sebelum genderuwo mencuri atau memakan umpan sate burung gagak sebelum mengucapkan permintaan. Sebab, jika genderuwo telah kenyang akan segera menghilang pergi tanpa mau memberikan jawaban yang diinginkan pemanggilnya.
Diangkat ke Budaya Pop
Mitos genderuwo telah banyak digunakan dalam banyak media hiburan, terutama dalam cerita fiksi horor dan film horor dari Indonesia maupun di Malaysia di mana komunitas Jawanya masih mempraktikkan kepercayaan dan budaya Jawa. Mitos genderuwo pernah diangkat ke kisah drama di layar lebar dalam film Gondoruwo (1981) yang disutradarai Ratno Timoer.
Mitos genderuwo juga banyak diangkat menjadi cerita fiksi hiburan pada era 1990-an, seperti komik roman mistis bersambung “Si Denok” yang dimuat di harian Suara Merdeka tahun 1990-an di Indonesia. Film horor Genderuwo yang dirilis tahun 2007 di Indonesia juga meminjam banyak unsur cerita dari mitos genderuwo.
Di Indonesia pada dekade 90-an sempat tenar figur “Tebo Si Manusia Misterius” yang diorbitkan oleh grup hiburan keliling “Wahana Misteri”. Tebo lahir di Jember, Jawa Timur pada tahun 1970, yang menarik dari tokoh ini adalah bahwa dia dilahirkan dengan ciri fisik abnormal di mana bulu tumbuh di sekujur tubuhnya dan juga ukuran tubuhnya yang amat besar. Oleh karena inilah Tebo diberitakan oleh masyarakat sebagai hasil kawin silang antara manusia dengan genderuwo, berita ini disajikan oleh pihak Wahana Misteri dengan mengemas pertunjukan Tebo dengan kisah mistis yang cukup menarik sebagai asal usulnya.
Dalam konteks internasional, versi Persianya, yaitu gandarewa telah dipinjam ke dalam permainan video RPG / permainan peran Final Fantasy X asal Jepang tahun 2001. Dalam permainan video ini gandarewa adalah salah satu dari banyak makhluk monster musuh yang mempunyai kekuatan magis.
Genderuwo juga muncul sebagai salah satu musuh yang bisa ditemukan dalam permainan video buatan Indonesia, Dreadout.
Dalam serial HBO Asia, Halfworlds, aktor Reza Rahadian berperan sebagai Tony, demit Genderuwo. Untuk menyesuaikan dengan gambaran Genderuwo yang berbulu, Tony memakai kostum jaket dengan bulu di sekitar lehernya.
Terakhir bagaimana mendeteksi kehadiran Om Gondo? Tanda-tanda kehadiran genderuwo adalah munculnya aroma singkong panggang maupun aroma harum. Oleh karena itu, jika pada malam hari tercium bau harum yang semerbak dan semakin terasa merasuk di hidung serta diiringi angin sepoi-sepoi, maka seseorang dianggap perlu waspada karena bisa jadi ada sosok genderuwo di sekitarnya. ***











