Menu

Mode Gelap

Headline

Tradisi Turun Temurun Dusun Thekelan Semarang: Saling Bersilatuhami Saat Acara Besar Keagamaan

badge-check


					Di lereng Gunung Merbabu, Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, punya tradisi turun temurun menjaga silaturahmi antar pemeruk agama. Pada Ntal 25 Desember 2025 kemarin, berreka berduyun-duyun memberi ucapan Natal kepada pedneta dan umat GPdI. Foto: Instagram@permadiaktivis2 Perbesar

Di lereng Gunung Merbabu, Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, punya tradisi turun temurun menjaga silaturahmi antar pemeruk agama. Pada Ntal 25 Desember 2025 kemarin, berreka berduyun-duyun memberi ucapan Natal kepada pedneta dan umat GPdI. Foto: Instagram@permadiaktivis2

Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno

KREDNONEWS.COM, SEMARANG – Di lereng Gunung Merbabu, Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, warga menorehkan lukisan hidup kerukunan beragama: ucapan selamat Natal kepada saudara Kristen pada 25 Desember 2025.

Seperti pepatah kuno yang berbisik, “Dalam perbedaan keyakinan, kita menemukan kesatuan jiwa,” tradisi turun-temurun ini mengajarkan bahwa toleransi bukan sekadar kata, melainkan tarian harmoni antarumat beragama.

Warga Muslim dan Buddha berbaris rapi di depan Gereja GPDI Jemaat El Shaddai Thekelan pasca-ibadah, saling berjabat tangan, berpelukan, dan mengucap selamat dengan hati penuh.

Di “negeri atas awan” ini—di mana mayoritas Buddha berdampingan damai dengan umat Kristen—ratusan jiwa lintas agama bersatu, membuktikan filosofi bahwa perbedaan adalah sungai yang mengalir ke samudra kebersamaan, tanpa memandang batas keyakinan.

Kepala Dusun Supriyo menegaskan, solidaritas ini adalah fondasi “adem ayem,” lingkungan yang adem karena lahir dari hikmah saling menghormati.

Pendeta Viktor Immanuel H.A. menyampaikan syukur mendalam atas partisipasi warga yang tak pernah absen, mengingatkan kita pada esensi agama: bukan membagi, tapi menyatukan dalam kasih.

Warga lansia seperti Mbah Sarmi (88 tahun) berbagi cerita: tradisi saling ucap selamat dan maaf-memaafkan telah mengalir dalam darahnya sejak lahir di dusun itu, puluhan tahun lamanya.

Keharmonisan ini meresap ke setiap hari raya—Idulfitri, Imlek, Waisak—dan acara keagamaan lain, seperti napas yang tak terputus, mengajarkan bahwa kerukunan adalah filsafat hidup: memberi ruang bagi yang lain berarti memperkaya diri sendiri.

Sejarah Harmoni

Tradisi toleransi di Dusun Thekelan berakar pada warisan leluhur, di mana kehidupan lintas agama—Islam, Kristen, Katolik, Buddha—di lereng Merbabu menjadi metafor filosofis: gunung yang kokoh tak pernah memilih angin dari mana datangnya.

Dengan 720 jiwa dari 220 kepala keluarga, budaya saling bantu dalam persiapan hari raya lahir dari pemahaman bahwa manusia adalah benang dalam kain kebhinekaan.

Kebiasaan alami saling ucap selamat sejak awal berkembang sejak 2000-an menjadi ritual maaf-memaafkan yang terstruktur, dipelopori tokoh seperti Mbah Tekel dan Nyitekel.

Mereka menanam benih kerukunan, di mana umat Buddha mayoritas hidup berdampingan tanpa gesekan, seperti pohon-pohon di lereng yang saling berteduh.

Kebersamaan ini terjalin dalam gotong royong harian, perayaan Natal, Idulfitri, Waisak, hingga ritual lokal Mreti Dusun Saparan—semua tanpa konflik signifikan sejak 1985.

Kepala Dusun Agus Supriyo menegaskan, ini adalah identitas “negeri atas awan”: bukti bahwa kerukunan beragama adalah jalan filsafat menuju kedamaian, di mana setiap keyakinan adalah nada dalam simfoni kehidupan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Skandal Mempelai Wanita Hilang di Pati, Polisi Temukan Nayla Bersama Davin Pacarnya di Penginapan

23 Mei 2026 - 12:20 WIB

Polisi Pati telah menemukan Nayla dan Davin Febriansyah (18 th), warga Desa Purwosari, Tlogowungu. Mereka dijemput untuk dipertemukan dengan keluarga, Sabtu 23 Mei 2026. Foto: instagram@fakta_harini

Terobosan Baru Presiden Prabowo: BUMN Kendalikan Harga Ekspor Sawit, Mineral dan Batubara

23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Diduga UFO Melayang Layang di Atas Kawasan Jembatan Suramadu

23 Mei 2026 - 09:38 WIB

Modus Setoran Fiktif, Suami Istri di Nganjuk Bobol Bank BPD Jatim Hingga Rp1,9 Miliar

22 Mei 2026 - 18:53 WIB

Saat Audiensi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Tantang Duel Perwakilan PKL Driyorejo yang Tergusur

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di Ekonomi