Menu

Mode Gelap

Headline

Hamengku Buwono X Melarung Payung Songsong Gilap ke Pantai Parangkusumo

badge-check


					Memperingati 38 tahun naik tahta, Sultan Hamengku Buwono X, melakukan upacara labuhan di Pantai Parangkusumo. melalrung ubarampen di antara berupa payung songsong gilap. Daun berlapis emas. Foto: Instagram@direktoriwisatajogya Perbesar

Memperingati 38 tahun naik tahta, Sultan Hamengku Buwono X, melakukan upacara labuhan di Pantai Parangkusumo. melalrung ubarampen di antara berupa payung songsong gilap. Daun berlapis emas. Foto: Instagram@direktoriwisatajogya

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

JOGJAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Di tengah gemuruh ombak Samudra Hindia, ribuan warga memadati Pantai Parangkusumo, Bantul, pada Senin (19/1/2026) untuk menyaksikan keunikan Hajad Dalem Labuhan Parangkusumo tahun Dal 1959.

Acara itu berupa pelaksanaan pelabuhan ubarampe khusus berupa songsong gilap—hiasan daun kelapa berlapis emas yang melambangkan syukur atas 38 tahun kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X sejak tahta naik 1959.

Songsong gilap adalah payung kebesaran khas budaya Jawa yang digunakan dalam tradisi keraton, khususnya Kraton Yogyakarta dan Surakarta, sebagai simbol kemuliaan, status sosial, dan perlindungan spiritual bagi raja atau bangsawan.

Berbeda dari payung biasa, songsong gilap dibuat mengkilap dengan lapisan prada emas di bagian dalam dan luar, sering dihiasi jumbai serta kain tritis, melambangkan kilauan kekuasaan dan kemakmuran.

Makna Filosofis

Dalam konteks upacara labuhan seperti Hajad Dalem di Parangkusumo, songsong gilap dilabuhkan sebagai ubarampe tambahan pada tahun Dal (penanggalan Jawa tertentu) untuk mengungkapkan syukur dan doa keselamatan Sultan, serta menjaga harmoni antara keraton dan alam.

Payung ini bukan hanya pelindung fisik dari matahari atau hujan, tapi juga mencegah bayangan raja terlihat atau diinjak, yang dianggap penodaan karena raja sebagai wakil Tuhan di bumi.

Songsong gilap biasanya untuk Sultan atau permaisuri (dengan prada emas penuh), sementara varian seperti songsong bawat (dari daun tal, tak bisa ditutup) atau songsong agung (bisa dibuka-tutup) menandakan hierarki yang lebih rendah berdasarkan warna dan hiasan. Pada tahun Dal 1959 seperti saat ini, kehadirannya menambah kekhususan ritual, menarik ribuan warga menyaksikan pelabuhannya ke Samudra Hindia.

Upacara sakral ini, bagian puncak rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem, berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB di Cepuri Parangkusumo.

Tradisi tahunan pada bulan Rejeb atau Ruwah ini mengungkapkan rasa syukur, doa keselamatan, dan pelestarian adat Kraton Yogyakarta melalui pelabuhan ubarampe seperti pakaian Sultan, blangkon, potongan rambut, plus tambahan songsong gilap yang khas tahun Dal.

Rangkaian Labuhan

Tahun ini, labuhan diperluas menjadi empat lokasi: Parangkusumo (29 Rejeb/Minggu Kliwon), Dlepih di Wonogiri (30 Rejeb), serta Lawu dan Merapi (1 Ruwah, 20 Januari 2026).

Ubarampe berangkat dari Kraton pukul 08.00 WIB setelah diinapkan di Bangsal Srimanganti, diserahkan mantu dalem seperti KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, dan KPH Notonegoro kepada abdi dalem untuk dilabuhkan.

Prosesi dimulai dengan pengecekan kelengkapan oleh Abdi Dalem, diikuti pelabuhan pakaian Sultan ke laut oleh juru kunci Surakso Tarwono.

Utusan dalem KRT Wijayapamungkas menyerahkan ubarampe ke Kepala Kundha Kabudayan Bantul sebelum diserahkan ke juru kunci di Pendapa barat Cepuri.

Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa Keraton, KRT Kusumonegoro, menjelaskan rangkaian acara secara keseluruhan, meski bukan pemimpin ritual.

Acara terbuka umum ini memicu antusiasme luar biasa, dengan ribuan pengunjung menyaksikan rombongan Keraton—memperkuat ikatan masyarakat dengan warisan budaya Yogyakarta yang abadi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Helikopter Jatuh di Bukit Tapang Tingan Sekadau, SAR 24 Jam Operasi Evakuasi 8 Jenazah

17 April 2026 - 22:50 WIB

Aksi Unjuk Rasa Massa GMNI Bermuara Dialog di Gedung DPRD Jombang

17 April 2026 - 19:27 WIB

FPII Melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Ucapannya Bangkitkan Sensivitas Agama

17 April 2026 - 18:55 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:34 WIB

Pertemuan Tertutup Tim KPK dengan Pejabat Pemkab Jombang, Bahas Gratifikasi

17 April 2026 - 15:03 WIB

Helikopter Angkut 8 Orang, Jatuh di Hutan Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:38 WIB

Kades Sampurno Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Tampak Sudah Sehat dan Bisa Ketawa

16 April 2026 - 21:49 WIB

Pemkab Langsung Menutup MBG: Sebanyak 155 Siswa SD-SMP-SMA di Anambas Diduga Keracunan

16 April 2026 - 18:24 WIB

Incinerator Rp 226 Miliar Mangkrak 25 Tahun, Jadi Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:42 WIB

Trending di Ekonomi