Menu

Mode Gelap

Nasional

BPBD Jatim Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

badge-check


					BPBD Jatim Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan Perbesar

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-BPBD Jawa Timur mencatat sebanyak 14 kabupaten telah menepatkan status darurat kekeringan hingga pertengahan Juli 2026. Dengan rincian 11 daerah berstatus Siaga Darurat dan 3 daerah berstatus Tanggap Darurat.

Satriyo Nurseno Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim mengatakan, upaya menghadapi kekeringan telah dilakukan dengan memasifkan distribusi air bersih dan langkah mitigasi supaya dampak kekeringan tidak meluas.

Terkait upaya distribusi air, BPBD Jatim bersama stakeholder terkait telah menyalurkan sekitar 1.035.000 liter air bersih ke wilayah terdampak melalui 207 rit mobil tangki yang menjangkau 42 kecamatan, 56 desa, dan 73 dusun.

“Dropping air bersih terus kami lakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Satrio dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

BPBD Jatim telah memetakan daerah yang menetapkan status kedaruratan kekeringan antara lain Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo.

Dari sejumlah daerah tersebut, Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo telah menaikkan status menjadi Tanggap Darurat, sedangkan daerah lainnya berstatus Siaga Darurat.

Di sisi lain untuk menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Jatim telah menganggarkan Rp612 juta untuk estimasi 867 rit distribusi air bersih.

“Kemudian disiapkan 50 unit tandon air, 100 tandon lipat, serta 9.600 lembar terpal untuk kesiapsiagaan logistik,” tuturnya.

Satriyo menambahkan, BPBD Jatim juga menyiapkan langkah mitigasi dengan menggelar rapat koordinasi teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan BPBD kabupaten/kota.

BPBD Jatim juga memastikan kesiapan armada dan peralatan pendukung, mulai dari mobil tangki air, kendaraan logistik, pompa air berkapasitas besar sampai peralatan penerangan darurat, guna mempercepat penanganan kekeringan.

“Itu juga untuk penanganan kekeringan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau,” jelasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:41 WIB

Habiburrokhman: UU Perampasan Aset Bisa Jadi Penyalahgunaan Kekuasaan

20 Juli 2026 - 20:20 WIB

Diduga dari Susu Kemasan, 19 Siwa SDN Sendangrejo Blora Keracunan Dirawat di Puskesmas Ngawen

20 Juli 2026 - 19:56 WIB

BPS Bantah Sensus Ekonomi Dipakai untuk Mengejar Wajib Pajak

20 Juli 2026 - 18:59 WIB

Dari Squid Game ke Piala Dunia: Jung Ho-yeon Bawa Trofi Final FIFA 2026

20 Juli 2026 - 18:46 WIB

Trending di Nasional