Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
SIDIKALANG, SWARAJOMBANG.COM- Ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 9 Februari 2026.
Siswa mengonsumsi MBG sekitar pukul 10.00-11.00 WIB, dengan gejala mual, pusing, dan nyeri perut mulai muncul malam hari hingga Selasa pagi (10 Februari 2026).
Jumlah siswa terdampak dilaporkan 159 orang, meski ada variasi angka seperti 102 dalam beberapa sumber; mereka dirawat di rumah sakit dengan infus.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan, menyatakan belum ada konfirmasi keracunan pangan karena hasil lab Labkesda Sumut terkait E. coli masih ditunggu.
BGN menghentikan sementara operasional SPPG Sidikalang 3 sebagai pemasok MBG mulai Rabu (11 Februari 2026).
Pemeriksaan sampel makanan sedang dilakukan untuk memastikan penyebab, mengingat gejala muncul lebih dari 3-4 jam pasca konsumsi, yang tidak sepenuhnya khas keracunan langsung.
Direktur RSUD Sidikalang, dr. Mey Sitanggang, mengonfirmasi RSUD menerima tambahan 25 tempat tidur untuk menangani lonjakan pasien diduga keracunan MBG pada 10 Februari 2026.
Ia tidak secara spesifik menyebut keracunan, tapi menegaskan bahwa pihak berwenang yang berhak menyatakan status medis tersebut.
Belum ditemukan pernyataan langsung dari Kadinkes Dairi (Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi) yang disebutkan secara eksplisit dalam laporan terkini, meski Labkesda Sumut sedang memeriksa sampel terkait E. coli.
Pernyataan Kepala Sekolah
Kepala SMK HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa awalnya beberapa siswa mengeluh mual serta sakit perut setelah menyantap MBG pada Senin (9 Februari 2026).
Ia menyebut 159 siswa dirawat di RSUD, dengan gejala yang memburuk sehingga siswa segera dibawa ke rumah sakit.
Sirait menduga keracunan makanan sebagai penyebab, meski menunggu hasil pemeriksaan lab resmi.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan MBG di SMK HKBP Sidikalang, Dairi, karena hasil lab Labkesda Sumut terkait E. coli masih ditunggu.
Dugaan Utama
Menu MBG (nasi putih, ayam gulai, tahu goreng, selada, timun) diduga bermasalah karena baunya tidak sedap dan berlendir, siswa mengeluh setelah konsumsi sekitar pukul 10.00-11.00 WIB Senin (9/2/2026).
Gejala seperti mual, sakit perut, pusing, sesak napas, dan diare muncul malam hari hingga Selasa pagi, yang tidak sepenuhnya khas keracunan langsung (biasanya 3-4 jam pasca konsumsi).
Salah satu guru menduga terkontaminasi bakteri, sementara BGN belum memastikan asal dari MBG karena jeda waktu gejala yang panjang.
Senin, 9 Februari 2026
-
Pukul 10.00-11.00 WIB atau sekitar 12.30 WIB: Siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang, Dairi, menyantap MBG berupa nasi putih, ayam gulai, tahu goreng, selada, dan timun; menu diduga berbau tidak sedap dan berlendir.
Malam hari Senin, 9 Februari 2026
-
Siswa mulai mengeluh gejala awal: mual, sakit perut, pusing.
Selasa pagi, 10 Februari 2026
-
Gejala memburuk menjadi sesak napas, diare; puncak kasus dengan 154-159 siswa terdampak.
-
Siswa dilarikan ke RSUD Sidikalang (sekitar 10 orang awal), puskesmas, dan RS swasta; RSUD tambah 25 bed.
Selasa, 10 Februari 2026
-
Kepala Sekolah Melanton Sirait konfirmasi dugaan keracunan MBG.
-
Kepala BGN Sumut Agung Kurniawan: belum konfirmasi keracunan karena jeda gejala >3-4 jam; sampel makanan ke Labkesda Sumut untuk tes E. coli; minta maaf dan tutup sementara dapur SPPG Sidikalang 3 mulai Rabu.
Rabu, 11 Februari 2026 (ongoing)
-
Siswa masih dirawat infus; hasil lab ditunggu. **











