Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

BGN 1,5 Bulan Cairkan Rp32,1 Triliun, Dandan: Belum Ada Kementrian yang Mencatat Prestasi Seperti Itu!

badge-check


					Presiden Prabowo Subiyanto memeriksa masalah chep dalam acara peresmian 1.170 SPPG milik Polri di Jakarta, 13 Februari 2026. Foto: BGN Perbesar

Presiden Prabowo Subiyanto memeriksa masalah chep dalam acara peresmian 1.170 SPPG milik Polri di Jakarta, 13 Februari 2026. Foto: BGN

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Di bawah pimpinan Dadan Hindayana, Badan Gizi Nasional (BGN) membuat prestasi baru rekor nasional. Hanya dalam tempo 1,5 bulan,  lembaga ini berhasil cairkan dan serap anggaran  Rp32,1 triliun hanya di awal 2026  untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan Hindayana menyampaikan pernyataan soal pencairan anggaran Rp32,1 triliun untuk program MBG di forum Indonesia Economic Outlook 2026, Jakarta, pada 13 Februari 2026.

Dalam sebuah forum nasional: Indonesia Economic Outlook 2026, diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Dandan menyatakan: “BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun dan sebelumnya tidak ada Kementerian yang mencairkan jumlah sebesar itu selama 1,5 bulan.“

Dadan klaim ini pencapaian tak tertandingi. Tak ada kementerian atau lembaga yang pernah cairkan dana segede itu sesingkat ini sepanjang sejarah RI.

Dia menjelaskan bahwa rincian anggarannya 70% bahan baku pangan, 20% operasional, 10% insentif pelaksana SPPG.

BPS 2025 catat, Rp1 BGN ledak ekonomi 7 kali lipat. World Bank prediksi return nutrisi 23 kali jangka panjang. Uang ini sudah putar Rp29 triliun di daerah, lahirkan kerja baru, dan geber harga pangan.

Tahun 2026, BGN kuasai Rp268 triliun plus cadangan Rp67 triliun. 93% langsung via KPPN ke SPPG nasional. Dadan ungkap di Indonesia Economic Outlook 2025, 13 Februari 2026.

Multiflyer Effect

Dadan Hindayana (Dandan) menjelaskan multiplier ekonomi 7 kali lipat dari setiap Rp1 anggaran BGN berdasarkan kajian BPS 2025.

Dana BGN ciptakan permintaan langsung untuk bahan pangan lokal (70% alokasi). Petani, nelayan, peternak langsung dapat order stabil—uang berpindah ke supplier, pekerja, transportasi.

Satu SPPG pekerjakan 50 orang (gaji dari 20% operasional). Dengan ribuan SPPG, lahir jutaan lapangan kerja tidak langsung. Supplier baru muncul, UMKM hidup, efek berganda ke ritel-otomotif.

  • Peternak susu Boyolali/Bandung bangun storage cold chain.​

  • Petani hidroponik omzet +50%, SPPG serap 450 liter susu/hari.​

  • Pengusaha tahu bangkrut hidup kembali via kontrak MBG.​

Formula sederhana BPS: Rp1 → belanja pangan → pendapatan petani → belanja rumah tangga → pendapatan pedagang → efek 7x ke GDP lokal. World Bank tambah: nutrisi anak = produktivitas 23x jangka panjang. **​

Suivis

. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aparat Polres Mojokerto Ringkus 21 Terduga Pelaku Pengeroyokan Massal di Jl. Umpu Nala

21 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jatim Siapkan Peluncuran Trans Jatim Koridor-2 Akhir Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional