Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Begadang Berdampak Buruk untuk Fisik, Emosi dan Psikologis

badge-check


					Ilustrasi begadang Perbesar

Ilustrasi begadang

Penulis: Jacobus E Lato | Editor:  Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Begadang masih sering dianggap hal biasa oleh banyak orang, terutama kalangan muda yang aktif beraktivitas. Padahal, kebiasaan ini dapat membawa dampak buruk yang serius bagi kesehatan fisik, emosi, serta psikologis.

Melansir dari laman Alodokter, kurang tidur akibat begadang membuat tubuh cepat lelah. Kondisi ini juga mengganggu kestabilan emosi, bahkan meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan mental.

Kebiasaan begadang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis berbahaya. Penyakit yang bisa muncul antara lain diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang kurang tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dibandingkan orang lain. Kondisi ini secara langsung membuat mereka memiliki risiko obesitas yang jauh lebih tinggi.

Begadang dapat mengganggu metabolisme tubuh yang seharusnya berjalan seimbang sepanjang waktu. Gangguan tersebut membuat tubuh cepat lapar sehingga pola makan sulit terkontrol dan berat badan meningkat.

Selain berpengaruh pada berat badan, kebiasaan begadang juga berdampak pada kesehatan kulit. Produksi hormon stres meningkat, lalu merusak kolagen yang berfungsi menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

Kerusakan kolagen akibat begadang membuat kulit tampak kusam, kering, dan muncul garis halus. Lingkaran hitam di sekitar mata juga lebih mudah terbentuk.

Efek begadang berikutnya terjadi pada otak yang kehilangan kesempatan melakukan regenerasi sel saat tidur. Regenerasi sel penting menjaga daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir tetap optimal.

Kurang tidur membuat jaringan otak cepat rusak dan sulit diperbaiki secara maksimal. Kondisi ini menyebabkan seseorang mudah lupa, sering mengantuk, serta sulit berkonsentrasi.

Sementara itu, dilansir dari laman Halodoc, pola tidur malam yang teratur menjadi kunci menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Tidur delapan jam setiap malam membantu tubuh beristirahat cukup dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

Kebiasaan tidur konsisten membantu ritme sirkadian tubuh tetap seimbang dan berfungsi baik. Paparan cahaya alami di pagi hari juga mendukung produksi hormon melatonin yang mengatur tidur.

Selain itu, penting menghindari kebiasaan yang mengganggu kualitas tidur. Pemakaian gawai berlebihan, makan besar, dan konsumsi banyak cairan di malam hari sebaiknya dihindari.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Kasus Hantavirus di Indonesia, Mayoritas Tipe HFRS

11 Mei 2026 - 20:50 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Gegara Sepatu Kekecilan, Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia

4 Mei 2026 - 14:58 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Trending di Headline