Menu

Mode Gelap

Nasional

Arie Kriting: Komedi Agama Ada Batasnya Nggak Bisa Seenaknya

badge-check


					Komika Arie Kriting. (ig@ariekriting) Perbesar

Komika Arie Kriting. (ig@ariekriting)

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke sejumlah kepolisian terkait materi stand up comedy yang dibawakannya dalam acara Mens Rea.

Laporan dugaan penistaan agama masuk ke Polda Metro Jaya, Polda DIY, hingga Polresta Malang.

Namun, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai tuduhan tersebut tidak memiliki landasan hukum.

Ia menegaskan bahwa aturan penodaan agama masih merujuk pada Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 yang kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969.

“Materi lawakan yang dianggap penodaan agama dan berpotensi memecah belah bangsa, tidak bisa serta-merta dijerat hukum,” ujar Mahfud MD dalam siniar Ruang Sahabat di kanal YouTube miliknya, Senin (19/1/2026).

Arie Kriting: Komedi Agama Ada Batasnya

Dalam kesempatan yang sama, komika Arie Kriting menekankan pentingnya kesadaran bahwa Indonesia adalah negara beragama.

Menurutnya, komedi tidak bisa sembarangan menyentuh ranah agama.

“Agama itu bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Jadi kita nggak bisa seenaknya bermain di wilayah tersebut,” jelas Arie.

Arie menambahkan, komedian biasanya enggan menjadikan ritual keagamaan sebagai bahan lawakan.

Ia menilai ritual bersifat sakral, sehingga tidak pantas dijadikan bahan candaan, bahkan terhadap agama yang dianut sendiri.

Sebaliknya, kebiasaan masyarakat yang tidak berkaitan langsung dengan tata cara ibadah masih bisa dijadikan materi komedi.

Ia mencontohkan tradisi membawa koran saat salat Id di lapangan.

“Hal itu bukan bagian dari syariat, melainkan kebiasaan masyarakat. Jadi bisa dijadikan bahan komedi tanpa menyinggung tata cara ibadah,” ungkapnya.

Menurut Arie, batasan tersebut penting agar komedi tetap bisa menghibur tanpa menyinggung hal-hal yang bersifat sakral.**

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Perampokan di Kandangtepus, Polisi Lumajang Meringkus Dua dari Empat Tersangka di Senduro

20 Juni 2026 - 17:31 WIB

Agus Salim dan Anas Burhani Sambut Masa Aksi Aliansi GMNI dan BEM Undar di DPRD Jombang

20 Juni 2026 - 16:27 WIB

Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Bersama Roy Suryo

20 Juni 2026 - 08:54 WIB

Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

PLN Sebut Kendala Pembangkit Terkait Pemadaman di Jawa

19 Juni 2026 - 21:28 WIB

Kereta Ekonomi Diskon 30 Persen Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 21:13 WIB

Prosedur Lelang Proyek di BGN di Bawah SND, Pembela: Klien Saya Sony Sanjaya Selalu Prosedural

19 Juni 2026 - 17:30 WIB

Trending di Nasional