Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Alistan MAXXI Bimo 110 ‘Menguap’, Anas Buharni Desak Pemkab Jombang Bertindak

badge-check


					Anggota Komisi B, DPRD Jombang, Anas Burhani mendesak eksekutif pemkab Jombang segera menelusuri 'hilangnya' bantuan alsistan combine harverster MAXXI Bimo 110 untuk gapotak Sumbersari, Megaluh. Foto: Instagram@anasburhani Perbesar

Anggota Komisi B, DPRD Jombang, Anas Burhani mendesak eksekutif pemkab Jombang segera menelusuri 'hilangnya' bantuan alsistan combine harverster MAXXI Bimo 110 untuk gapotak Sumbersari, Megaluh. Foto: Instagram@anasburhani

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – DPRD Jombang menyoroti keras hilangnya alat pertanian modern berupa combine harvester bantuan pertanian di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, yang diduga digadaikan dan tak ditemukan saat pemantauan Dinas Pertanian (Disperta) setempat.

Bahkan Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mendesak pengembalian alat tersebut ke penerima manfaat yang sah sesuai aturan.

Bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur ini dimaksudkan untuk dorong produktivitas dan kesejahteraan petani, sehingga disayangkan jika malah disalahgunakan.

“Jangan biarkan bantuan untuk petani justru dimanfaatkan oknum tertentu,” tegas Anas pada Senin (12/1/2026).

Komisi B meminta Pemerintah Kabupaten Jombang dan Provinsi Jawa Timur segera bertindak, terutama karena alat itu hilang saat monitoring dan evaluasi (monev) lapangan.

“Pemkab dan pemprov harus telusuri keberadaannya, lalu serahkan ke penerima yang berhak,” tambahnya.

Anas juga tekankan pengelolaan bantuan yang transparan agar tak merugikan petani atau kepercayaan publik. “Harus jelas penerima dan lokasi alatnya, jangan sampai kasus ini berulang,” tutupnya.

Sebelumnya, dugaan penyimpangan bantuan alsintan ini mencuat lagi di Jombang. Combine harvester MAXXI Bimo 110 dari Disperta Jombang diduga dijual oleh Kepala Desa Sumbersari, Harianto, ke almarhum H. Iskandar (warga Dusun Paceng) pada September 2024.

Anggota Gapoktan berinisial WR ungkap, desa sempat minta data Poktan Mojosari untuk administrasi sebelum alat tiba. Namun, bukannya diserahkan ke kelompok tani per proposal, pihak desa malah minta Rp200 juta dari Gapoktan.

“Itu yang terjadi,” kata WR kepada wartawan pada Kamis (25/12/2025), dengan syarat namanya dirahasiakan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Veda Ega Pratama Torehkan Catatan Emas Raih Pole Position Moto3 Philip Island

24 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Berangkat Umrah Lebih Cepat dan Aman, PT Maghfiroh Sosialisasi Tabungan Rp20.000/ Hari

24 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ludes Terbakar Gudang Daur Ulang Plastik Milik Muhaimin di Bandung Diwek Jombang

24 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Bupati Warsubi Ground Breaking JIP PT Kawasan Ploso, Investasi Rp4,8 Triliun

24 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kejari Gresik Periksa Pejabat Dinas Damkar Terkait Dugaan Penggunaan Anggaran

24 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Kunjungi Desa Tebaloan.Kapolres Gresik Safari Jumat dan Gelar Rembuk Desa

24 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Pemkab Gresik Biayai Bimbingan Belajar hingga Pendampingan Mengaji untuk Siswa Sekolah Rakyat

24 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Wabup Gresik Ajak Masyarakat Optimalkan GEMMA KIA

24 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel

24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Trending di Nasional