Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM– Ribuan pengemudi ojek online dan taksi online yang tergabung dalam Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (DOBRAK) Jawa Timur bersiap menggelar aksi besar unjuk rasa, Selasa, 28 April 2026.
Aksi protes ini diperkirakan akan mengguncang ruas jalan utama Sidoarjo hingga Surabaya, dengan titik awal aksi di Alun-Alun Sidoarjo, lalu bergerak menuju Bundaran Waru/CITO, sebelum berakhir di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy, menyatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan para driver terhadap kebijakan aplikator yang dinilai merugikan pengemudi dan tidak patuh terhadap aturan yang berlaku.
Menurut dia, unjuk rasa ini juga menjadi peringatan keras agar pemerintah daerah tidak membiarkan pelanggaran terus berlangsung tanpa sanksi tegas.
Massa aksi disebut akan membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya desakan agar DPRD Jawa Timur segera mengesahkan Perda angkutan sewa khusus, penegakan sanksi terhadap aplikator yang melanggar SK
Gubernur Jawa Timur, serta penghapusan program-program aplikator yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan tarif resmi. Para pengemudi menilai praktik tersebut telah menekan pendapatan mereka di tengah beban operasional yang terus meningkat.
Kekuatan massa yang dilibatkan diperkirakan mencapai sekitar 3.000 pengemudi.
Selain itu, aksi juga berpotensi melibatkan konvoi kendaraan dalam jumlah besar sehingga arus lalu lintas di jalur utama Sidoarjo–Surabaya diperkirakan mengalami kemacetan parah.
Sejumlah titik rawan macet berada di kawasan protokol dan akses menuju pusat kota, terutama saat massa bergerak dari satu lokasi ke lokasi berikutnya.
DOBRAK Jatim juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi terganggunya aktivitas warga selama aksi berlangsung.
Meski begitu, mereka menegaskan bahwa demonstrasi ini adalah jalan terakhir setelah berbagai aspirasi yang mereka sampaikan sebelumnya tak kunjung mendapat respons memadai.
Aksi pada 28 April ini diprediksi menjadi salah satu unjuk rasa ojol terbesar di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan jumlah massa yang besar, rute panjang, dan tuntutan yang langsung menyasar kebijakan aplikator, demonstrasi tersebut berpotensi menjadi sorotan utama di Surabaya dan Sidoarjo sepanjang hari.**











