Penulis : Yoli Andi Purnomo | Redaktur: Priyo Suwarno
PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM – Warga yang melayani desa Blimbing-Kalidandan dan Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, kehilangan akses transportasi sepenuhnya setelah Jembatan Kalibiru roboh tersapu banjir bandang pada Sabtu malam (21/2/2026).
Jembatan Kalibiru di Kabupaten Probolinggo runtuh karena banjir besar, sehingga memutus hubungan total bagi penduduk Desa Blimbing-Kalidandan dan Kecamatan Pakuniran.
Akses lalu lintas bagi warga dan pelajar terhenti total, sehingga mereka terpaksa memanfaatkan rute pengganti yang jaraknya lebih panjang.
Ratusan warga di kedua desa itu mengalami pengungsian sementara, yang rutinitas sehari-hari seperti proses belajar mengajar dan kegiatan jual beli.
Kondisi ini serupa dengan masa lalu di kawasan yang sama, di mana luapan Sungai Minggu sering merusak bangunan serupa.
Pemda Probolinggo bekerja sama dengan BPBD untuk membangun jembatan sementara berbahan bambu sambil mengantisipasi pembangunan permanen.
Penduduk saling bahu-membahu memakai perahu karet di sepanjang sungai, meskipun cuaca buruk masih menjadi ancaman. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya sungai dari lereng Gunung Argopuro, pola yang sering muncul saat musim hujan di Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, belum menyampaikan keterangan khusus soal runtuhnya Jembatan Kalibiru pada 21 Februari 2026, mengingat peristiwa itu masih terlalu segar saat ini.
Akibatnya Probolinggo (Januari 2026) akan dibebaskan, Oemar Sjarief menyatakan lima jembatan putus dan tiga rusak, termasuk dampak pada mobilitas warga dan logistik.
Ia nekankan koordinasi dengan OPD untuk penanganan darurat, prioritas perbaikan, dan jembatan sementara oleh warga, meski tidak ada isolasi total karena tersedia jalur alternatif.
Pernyataan ini mencerminkan pola tanggung jawab BPBD yang tetap konsisten dalam menangani bencana infrastruktur karena banjir di daerah itu.
Belum ada keterangan resmi dari pejabat Pemkab Probolinggo mengenai runtuhnya Jembatan Kalibiru pada 21 Februari 2026, karena kejadian masih sangat baru (kurang dari 1 jam lalu).
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Oemar Sjarief pada banjir Januari 2026 menyatakan 5 jembatan putus di 8 kecamatan, dengan fokus pada jembatan darurat dan jalur alternatif untuk menghindari insolasi total.
Kabid Kedaruratan BPBD Zubaidullah dalam kasus lain menegaskan tidak ada jiwa korban meskipun akses terputus, dan warga dibantu evakuasi sementara. Untuk itu, Anda dapat memerintahkan BPBD-PUPR untuk bertanggung jawab.
Lima jembatan yang putus akibat banjir di Kabupaten Probolinggo pada Januari 2026, seperti catatan BPBD, adalah sebagai berikut.
Lima Lokasi Jembatan Putus di Probolinggo
| TIDAK | Nama/Lokasi Jembatan | Tanggal Putus | Rincian Kecamatan/Desa |
|---|---|---|---|
| 1 | Jembatan Dusun Beji | 17 Januari 2026 | Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih (jembatan darurat putus lagi 30 Januari) |
| 2 | Penghubung Desa Jangur – Desa Sumberbendo | 11-16 Januari 2026 | – |
| 3 | Penghubung Desa Brani Wetan – Desa Sumbersecang | 11-16 Januari 2026 | – |
| 4 | Jembatan Dusun Mendek Kulon | 17 Januari 2026 | Desa Sumberkramat |
| 5 | Jembatan Desa Kalianan | 11-16 Januari 2026 | Desa Kalianan, Kecamatan |
Banjir terjadi pada tanggal 11, 16, dan 17 Januari 2026 di 8 kecamatan, tanpa korban jiwa namun akses terganggu sementara. Jembatan darurat dibangun warga dan pemerintah, meski rawan ambruk ulang. **











