Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
KUPANG, SWARAJOMBANG – Inilah suara dari Timur yang seringkali tenggelam dalam riuhnya suara lain. Kala suaranya muncul pun, gema itu cepat memudar. Namun, sebuah suara istimewa datang dari hati seorang gadis bernama Sofia Rosrita Angel, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang, NTT. Suara yang begitu tulus dan dalam, sampai membuat Presiden Prabowo meneteskan air mata haru.
Mari kita renungi curahan hati Sofia yang tak sembarangan diucapkan—setiap kata tersusun rapi, lugas, penuh ketegasan, namun sangat menyentuh jiwa siapa pun yang membacanya.
Hadirin yang saya hormati,
Bapak Presiden yang mulia,
Nama saya Sofia Rosrita Angel, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin berbagi sedikit cerita.
Sejak saya tinggal di asrama sekolah ini, begitu banyak perubahan dalam hidup saya. Setiap hari, saya menikmati nasi hangat lengkap dengan telur, ikan bakar, dan ayam — makanan yang bagi saya dulu hanya seperti mimpi. Di rumah, biasanya saya hanya makan nasi dengan sedikit garam. Kadang-kadang, kami hanya bisa menambah sayur daun ubi. Ayam bahkan hanya ada saat ada acara syukuran tetangga.
Dulu, saya tidur di atas kasur tipis di kamar yang sederhana. Orang tua saya bekerja sangat keras agar saya bisa bersekolah. Terima kasih, Bapak Presiden, atas perhatian dan kesempatan ini.
Sudahkah Bapak melihat kami, anak-anak yang terpinggirkan dari Timur? Saya tahu Bapak sangat sibuk mengurus negara, tapi Bapak masih menyempatkan waktu untuk kami, memberikan kami kesempatan bersekolah.
Bagi saya, Bapak adalah sosok seperti orang tua yang mengangkat saya dari kegelapan dan menempatkan saya di tempat yang terang. Suatu hari nanti, jika saya sudah berhasil, semua itu adalah berkat uluran tangan Bapak yang memberi saya kesempatan belajar di Sekolah Rakyat ini.
Doa saya selalu menyertai Bapak. Semoga Tuhan selalu melindungi dan menjaga Bapak dengan baik.
Dari Kupang, Kota Karang, saya kirimkan pelukan hangat untuk Bapak Presiden. Salam hangat dari saya, Sofia Rosrita Angel, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang.
Pesan Sofia disampaikan lewat video yang diputar dalam acara pembekalan guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat di Jakarta. Isi hati Sofia yang penuh haru itulah yang membuat Presiden Prabowo tak kuasa menahan air mata.
“Terima kasih atas pesan tulusmu, Sofia,” ujar Presiden Prabowo. “Mendengar kisah dan semangatmu, saya bangga program Sekolah Rakyat mampu mengubah kehidupan anak-anak terpinggir di Timur Indonesia. Kesempatan ini adalah investasi masa depan bangsa. Ingatlah, perjuangan kalian adalah harapan besar bagi Indonesia yang lebih baik. Mari kita terus berjuang memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.”
Kisah Sofia bukan hanya inspirasi, tapi juga pengingat dari betapa pentingnya perhatian dan kasih sayang dalam membangun masa depan anak bangsa. Sebuah suara dari Timur yang kini bergema kuat hingga menyentuh hati banyak orang, bahkan seorang Presiden. **











