Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Orang Tua dan Sekolah Minta Evaluasi Total Pasokan Makanan dari SPPG Miftahul Ulum

badge-check


					Keluhan masih saja terus terjadi tentang menu masakan yang dipasok dari dapur MBG. Termasuk terjadi di wilayah kecamatan Kesamben, Jombang. Siswa menolak makanan dari SPPG Yayasan Miftahulu Ulum, dalam kondisi basi. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Keluhan masih saja terus terjadi tentang menu masakan yang dipasok dari dapur MBG. Termasuk terjadi di wilayah kecamatan Kesamben, Jombang. Siswa menolak makanan dari SPPG Yayasan Miftahulu Ulum, dalam kondisi basi. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – Keluhan orang tua siswa di Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, kembali menyoroti masalah kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Banyak wali murid melaporkan makanan yang diterima anak-anak mereka berbau basi dan tidak aman dikonsumsi, dengan isu ini meluas ke berbagai desa di wilayah tersebut.

Keluhan ini tidak terbatas pada satu sekolah saja, melainkan tersebar di Desa Dero, Kedungbetik, hingga Kesamben. Wali murid berinisial LF, yang anaknya sekolah di SD Candisari, mengonfirmasi hal ini saat dihubungi pada Selasa (20/1/2026).

“Menu MBG dari SPPG Yayasan Miftahul Ulum banyak diprotes orang tua. Anak saya bilang nasi dan lauknya sudah basi, jadi tidak dimakan. Mana mungkin anak kecil bohong,” ungkapnya.

Akibatnya, sebagian siswa lebih memilih makan di rumah. Orang tua mendesak evaluasi menyeluruh soal kualitas dan keamanan pangan MBG, meski belum ada laporan resmi soal gangguan kesehatan siswa.

Kekhawatiran ini muncul karena distribusi makanan pada Senin (19/1/2026) menemukan paket yang bermasalah.

Di SMPN 2 Kesamben, misalnya, sekolah langsung bertindak cepat. Kepala sekolah, Nur Khasanah, menjelaskan bahwa tim selalu memeriksa makanan sebelum dibagikan.

“Lauknya berbau kurang sedap saat dicicipi, dan sampel lain pun sama. Kami segera hubungi pengelola dapur SPPG, lalu makanan ditarik kembali dan dijanjikan penggantian,” katanya.

Masalah ini bukan yang pertama dari dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum Dero, Kesamben. Dalam seminggu terakhir, laporan serupa bermunculan, termasuk telur puyuh yang dicurigai basi.

Hingga berita ini disiarkan, Kepala Dapur SPPG, Fahmy Ardy Ansyah, belum bisa dikonfirmasi untuk tanggapan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Harga Beras, Minyak dan Bawang Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:51 WIB

Wow..Harga Pertamax Naik Hampir Rp 4.000 per Liter

10 Juni 2026 - 15:24 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Trending di Ekonomi