Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Agus Mujiono: 10 Karyawan Sudah Gajian, Kini Gercep Tanam Tembakau dan Semangka

badge-check


					Perumda Panglungan, setelah panen cengkih dan kpi, saat ini sedang gerak cepat tanam semangka dan tembakau, agar tidak ada lahan ganggur. Foto: Diskominfo Jombang Perbesar

Perumda Panglungan, setelah panen cengkih dan kpi, saat ini sedang gerak cepat tanam semangka dan tembakau, agar tidak ada lahan ganggur. Foto: Diskominfo Jombang

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Direktur Perumda Panglungan, Agus Mujiono, mulai bergerak cepat pasca masa panen dengan menanam kembali komoditas baru di lahan Panglungan, Wonosalam, Jombang.

Perumda Panglungan Jombang adalah Perusahaan Umum Daerah yang bergerak di bidang perkebunan dan berlokasi di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Perumda ini didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 5 Tahun 1990.

Kali ini, Agus memilih menanam tembakau dan semangka sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperbaiki kepercayaan publik terhadap kinerja Perumda Panglungan.

Sebagai direktur yang baru dilantik usai terjadinya kasus korupsi yang mencoreng nama Panglungan, Agus menegaskan komitmennya untuk membawa BUMD milik daerah ini kembali ke jalur sehat dan produktif.

“Langkah pertama adalah efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, penanaman kembali kami arahkan ke pola agroforestri terpadu dengan pendekatan blocking system,” ungkap Agus Mujiono, Kamis, 10 Juli 2025.

“Tembakau dan semangka adalah komoditas strategis dengan siklus cepat dan nilai jual stabil, ini penting untuk memulihkan keuangan Panglungan sekaligus mendongkrak PAD,” kata dia melanjutkan keterangannya.

Menurut Agus, pemilihan tembakau bukan tanpa pertimbangan. Selain adaptif dengan kondisi lahan Panglungan, tembakau juga punya peluang pasar yang jelas. Sementara semangka menjadi tanaman sela untuk memaksimalkan potensi lahan dan tenaga kerja.

“Kami tidak mau lahan tidur. Setiap jengkal harus menghasilkan. Dengan pola blocking system, lahan bisa dibagi sesuai karakter tanaman, sehingga risiko gagal panen bisa ditekan dan diversifikasi tetap jalan,” tambahnya.

5 Bulan Belum Gajian

Agus menambahkan, sesuai perintah Bupati Jombang, H Warsubi, seluruh gaji karyawan Perumda Panglungan sempat tertunda selama 5 bulan, karena kasus korupsi yang menimpa, kini telah dibayarkan lunas ke 10 pegawai yang sampai saat ini masih bertahan.

Pembayaran gaji tersebut, kata Agus, berasal dari hasil panen kopi dan cengkih yang baru selesai kemarin.

“Pesan Abah Bupati, gaji pegawai harus diutamakan. Meskipun hasil panen tidak maksimal dan di bawah standar, namun tetap mencukupi karena pengeluaran perusahaan berhasil ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Agus, penjualan hasil panen dilakukan langsung kepada pemroses tanpa melalui perantara, sehingga harga jualnya lebih baik.

Agus optimistis, langkah penanaman kembali ini akan menjadi titik balik kebangkitan Perumda Panglungan, sekaligus membuktikan bahwa BUMD ini bisa bangkit dan bersih dari praktik korupsi.

“Saya ingin publik melihat Panglungan bukan sekadar nama lama dengan beban masa lalu, tetapi BUMD yang bisa diandalkan mendatangkan pendapatan daerah dan manfaat bagi masyarakat,” kata dia menegaskan.

Jadi Sorotan

Perumda Panglungan mengelola komoditas utama seperti kopi Excelsa dan Robusta dengan luas perkebunan sekitar 14,6 hektar dan hasil panen sekitar 7 ton per tahun. Kopi ini diproses secara modern dan higienis untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan nikmat.

Selain itu, Perumda juga mengembangkan agrowisata dengan fasilitas seperti taman kehati, bumi perkemahan, outbond, dan bikepark di wilayah Wonosalam.

Saat ini, Direktur Perumda Panglungan adalah Agus Mujiono, yang resmi dilantik pada awal 2025. Agus membawa visi sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha perkebunan.

Ia juga berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai pihak dan menata ulang arah perusahaan yang sempat terpuruk akibat masalah hukum dan kontrak yang merugikan Perumda. Agus fokus pada pembenahan internal, termasuk pemutusan 17 kontrak yang bermasalah dengan pihak swasta, serta meningkatkan peran Perumda sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berdaya guna bagi masyarakat.

Perumda Panglungan juga pernah menjadi sorotan DPRD Jombang terkait pinjaman sebesar Rp 1,5 miliar dari Bank UMKM Jatim dan masalah hukum yang sedang berjalan.

Secara keseluruhan, Perumda Panglungan Jombang berperan sebagai perusahaan daerah yang mengelola perkebunan kopi dan agrowisata dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan menggerakkan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purisemanding Jombang Berdarah, Pria Asal Brebes Menusuk Pacar dan Adiknya karena Lamaran Ditolak

2 Mei 2026 - 16:19 WIB

Polisi Polsek Plandaan bersama warga meringkus Ade Darmawan, 25, setelah menusuk pacar dan adiknya perempuan gegara lamaran ditolak. Foto: instagram@kabar-jombang

BP-AKR Tahan Harga Bensin, Solar Melonjak Rp10.940/Liter

1 Mei 2026 - 20:39 WIB

Peringatan Hari Buruh Internasional, Polres Jombang Berikan Pelayanan Maksimal dan Humanis

1 Mei 2026 - 18:30 WIB

Nekad Oplos Elpiji Bersubsidi, Dua Pria Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

1 Mei 2026 - 18:11 WIB

Kades Hoho Semangati Polisi agar Segera Menangkap Pelaku Teror Bom Molotov di Rumahnya

30 April 2026 - 22:46 WIB

Perkuat Kamtibmas, Polres Jombang Gelar Apel Akbar

30 April 2026 - 20:57 WIB

Ketua Kadin: Pelaku Usaha Seperti Ayam Petelur Stres

30 April 2026 - 19:43 WIB

Andrie Yunus Tidak Hadir dalam Sidang Perdana Penyiraman Air Keras di Peradilan Militer

30 April 2026 - 14:51 WIB

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Trending di Headline