Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Abu Bakar Baasyir mengunjungi rumah pribadi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada hari Senin, 29 September 2025.
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup selama sekitar 20 menit dan dimulai sekitar pukul 12.33 WIB. Jokowi menyambut Baasyir dengan bersalaman dan bahkan mencium tangan Baasyir ketika datang.
Jokowi menyatakan kaget, kok tiba-tiba tokoh itu datang ke rumahnya, meskipun tidak memberikan penjeasan isi pertemuan tersebut.
Abu Bakar Baasyir mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk memberikan nasihat kepada Jokowi, terutama agar dia memperjuangkan penerapan hukum Islam di Indonesia.
Baasyir menekankan bahwa sebagai seorang Muslim, adalah tanggung jawab untuk memberi nasihat kepada pemimpin dan masyarakat, termasuk kepada pemimpin yang bukan Muslim.
Jokowi mengaku terkejut oleh kedatangan Baasyir, namun ia menerima dan mendengarkan nasihat tersebut, yang pada dasarnya adalah agar ia terus berusaha mengikuti ajaran Islam.
Baasyir juga mengirimkan surat dengan pesan yang sama kepada Presiden Prabowo Subianto.
Abu Bakar Baasyir datang dengan bantuan tongkat dan didampingi oleh paspampres saat keluar dari mobil. Pertemuan itu diadakan dengan penuh rasa hormat dan kehangatan, meskipun berlangsung secara tertutup tanpa rincian lebih lanjut tentang isi diskusi mereka di dalam rumah.
Informasi ini didapat dari beberapa sumber media yang melaporkan secara lengkap peristiwa tersebut pada 29 September 2025.
Berikut adalah isi pembicaraan rinci antara Abu Bakar Baasyir dan Presiden ke-7 Joko Widodo selama pertemuan tertutup itu yang berlangsung sekitar 20-30 menit pada 29 September 2025:
Abu Bakar Baasyir memberikan nasihat kepada Jokowi dan menekankan bahwa sebagai seorang Muslim, memberi nasihat kepada masyarakat, pemimpin, bahkan orang non-Muslim adalah bagian dari kewajiban agama.
Ia memilih Jokowi karena menganggapnya sosok yang kuat dan berpengaruh, dengan harapan Jokowi bisa menjadi pendukung Islam yang tangguh.
Nasihat utama yang disampaikan adalah agar Jokowi mulai menerapkan hukum Islam dengan baik di Indonesia, sesuai dengan perjuangan Abu Bakar Baasyir untuk negara ini agar diatur berdasarkan hukum Islam. Baasyir juga pernah memberikan nasihat serupa kepada Presiden Prabowo Subianto melalui surat.
Jokowi mengaku sangat terkejut dengan kunjungan itu tetapi menerima dan mendengarkan nasihat Baasyir dengan baik, mencatat bahwa inti pesan Baasyir adalah agar dia mengabdi pada ajaran Islam.**











