Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Sri Mulyani Lantik Letjen (Purn) Djaka Budi Utama sebagi Dirjen Bea Cukai, Sejarah Baru 37 Tahun Terakhir

badge-check


					Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Letjen (Purn) Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai. Merupakan catatan sejarah baru seorang militer menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai, sejak 37 tahun silam. Foto: Antara Perbesar

Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Letjen (Purn) Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai. Merupakan catatan sejarah baru seorang militer menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai, sejak 37 tahun silam. Foto: Antara

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantik Letjen TNI (Purn) Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat, 23 Mei 2025, menggantikan Askolani yang sebelumnya menjabat posisi tersebut sejak 2021.

Djaka Budi Utama merupakan mantan perwira militer pertama yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai dalam kurun waktu 37 tahun terakhir di Indonesia.

Pelantikan ini menjadi sejarah, karena Djaka merupakan perwira militer aktif pertama dalam 37 tahun terakhir yang menduduki posisi Dirjen Bea dan Cukai, serta merupakan Dirjen Bea Cukai pertama berlatar belakang militer pada era Reformasi setelah 1998.

Djaka Budi Utama memiliki latar belakang militer yang kuat, pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024, serta memiliki pengalaman di Kementerian Pertahanan dan Tim Mawar Kopassus.

Sri Mulyani menekankan dua tugas utama bagi Djaka, yaitu menghimpun penerimaan negara dan memberantas kegiatan ilegal yang mengganggu kinerja penerimaan, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

Pelantikan dilakukan di kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, dan Sri Mulyani menyampaikan kepercayaan bahwa Djaka dan pejabat eselon I lainnya yang dilantik akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan.

Singkatnya, Letjen (Purn) Djaka Budi Utama kini resmi menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai, membawa pengalaman militer dan intelijen untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai di Indonesia.

Latar belakang militer dan intelijen yang kuat: Djaka adalah Letnan Jenderal (Purn) TNI yang terakhir menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.

Pengalaman di bidang intelijen dan militer memberinya keahlian dalam pengawasan dan penegakan hukum yang sangat relevan dengan tugas Bea dan Cukai, terutama dalam pengawasan penyelundupan dan pengamanan perbatasan.

Pengalaman jabatan strategis di pemerintahan: Selain karier militer, Djaka pernah menjabat posisi penting seperti Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Asisten Intelijen Panglima TNI, dan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam. Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya dalam manajemen dan koordinasi lintas lembaga pemerintahan.

Dukungan dari pimpinan negara: Djaka dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menjelang pelantikan, menandakan kepercayaan tinggi dari pimpinan tertinggi negara untuk mengemban tugas ini.

Langkah pembaruan di Kemenkeu: Pelantikan Djaka bersama Dirjen Pajak baru Bimo Wijayanto merupakan bagian dari upaya pembaruan dan penguatan kinerja penerimaan negara, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan.

Keberadaan Djaka diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di Bea dan Cukai, termasuk dalam memberantas penyelundupan narkotika melalui jalur kepabeanan.

Rekam jejak integritas dan profesionalisme: Djaka dikenal memiliki integritas tinggi dan rekam jejak profesionalisme yang baik dalam berbagai posisi yang pernah dijalani, termasuk sebagai anggota Tim Mawar Kopassus dan pejabat tinggi di BIN.

Keseluruhan faktor ini membuat Djaka Budi Utama dipandang sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menghadapi tantangan pengawasan dan penegakan hukum di sektor kepabeanan dan cukai.

Letnan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama adalah mantan anggota Tim Mawar, sebuah satuan khusus di Kopassus yang dikenal terkait dengan operasi penculikan aktivis prodemokrasi menjelang runtuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1997-1998. Dia pernah dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan oleh pengadilan militer terkait kasus tersebut.

Tim Mawar merupakan unit kecil di bawah Grup IV Kopassus yang dibentuk pada Juli 1997 dan dipimpin oleh Mayor Bambang Kristiono, dengan tujuan menangkap aktivis yang dianggap radikal pada masa itu.

Djaka Budi Utama merupakan bagian dari kelompok ini sebelum melanjutkan kariernya di berbagai posisi strategis militer dan pemerintahan hingga akhirnya dilantik sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada Mei 2025.

Jadi, informasi bahwa Djaka Budi Utama adalah mantan anggota Tim Mawar Kopassus adalah benar dan telah tercatat dalam berbagai sumber resmi dan media. **

**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026
Trending di Nasional