Menu

Mode Gelap

Hukum

Modus Perjalanan Dinas Fiktif, Kejaksaan Menahan 4 Mantan Pejabat Sekretariat Dewan Kaur

badge-check


					Kejaksaan Bengklulu menahan empat mantan pejabat sekretariat dewan Kaur, Bengkulu, akibat korupsi Rp 11 miliar menggunakan modus perjalanan dinas fiktif. Tangkap layar video Instagram@jayalah.negriku Perbesar

Kejaksaan Bengklulu menahan empat mantan pejabat sekretariat dewan Kaur, Bengkulu, akibat korupsi Rp 11 miliar menggunakan modus perjalanan dinas fiktif. Tangkap layar video Instagram@jayalah.negriku

BENGKULU, SWARAJOMBANG.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, Bengkulu, telah menahan empat pejabat di Sekretariat DPRD Kabupaten Kaur yang diduga melakukan korupsi sebesar Rp 11 miliar melalui skema perjalanan dinas fiktif pada tahun anggaran 2023.

Kepala Kejari Kaur, Pofrizal, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Bobby M. Ali Akbar, menyatakan bahwa para tersangka terbukti melawan hukum dengan modus membuat perjalanan dinas fiktif.

Keempat tersangka korupsi perjalanan dinas fiktif di DPRD Kaur ditangkap dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kaur pada Selasa, 20 Mei 2025. Setelah penetapan tersangka pada hari tersebut, keempatnya langsung menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas II B Manna, Bengkulu Selatan.

Keempat pejabat sekretariat DPRD Kaur ditahan akibat korupsi perjalanan dinas fiktif adalah:

  • ARS, mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) yang juga pengguna anggaran
  • RO, mantan Kepala Bagian Humas
  • AP, mantan Kepala Bagian Umum
  • HLM, Kepala Sub Bagian HLM di Sekretariat DPRD Kaur

Modus operandi kejahatan ini melibatkan pendirian agen perjalanan yang sengaja dibuat untuk menerbitkan invoice fiktif. Nama-nama staf dan honorer DPRD dipakai tanpa mereka benar-benar melakukan perjalanan dinas, sehingga uang negara miliaran rupiah menguap.

Penyelidikan mengungkap bahwa dana perjalanan dinas yang seharusnya digunakan untuk kegiatan resmi justru disalahgunakan melalui dokumen palsu.

Kerugian negara yang diakibatkan oleh praktik ini mencapai Rp 11 miliar dari total anggaran perjalanan dinas sekitar Rp 21 miliar.

Kejari Kaur juga berhasil mengamankan sejumlah dana sekitar Rp 5,3 miliar yang dikembalikan oleh para tersangka dan pihak lain terkait kasus ini. Selain penahanan, penyidik juga menyita sekitar 60 bundel dokumen dan alat elektronik dari Sekretariat DPRD sebagai barang bukti.

Para tersangka dijerat dengan Pasal-pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan KUHP, dan saat ini menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas II B Manna, Bengkulu.

Ugal-ugalanPenyidikan masih berlangsung dengan pemanggilan saksi-saksi terkait untuk mengungkap keterlibatan pihak lain yang menikmati uang negara tersebut.

Singkatnya, kasus ini merupakan korupsi besar yang melibatkan pejabat DPRD Kaur dengan modus perjalanan dinas fiktif yang merugikan negara hingga Rp 11 miliar. Kejari Kaur telah menahan empat pejabat dan terus mengusut tuntas kasus ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Satu Pelaku Begal HP Tak Berkutik Dibekuk Polisi

2 Juni 2026 - 14:39 WIB

Perempuan Indonesia Jadi Korban Perbudakan di Australia

28 Mei 2026 - 21:51 WIB

Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Panen Jagung

28 Mei 2026 - 19:03 WIB

Polres Jombang Salurkan Dua Hewan Kurban Sapi dari Kapolda Jatim

26 Mei 2026 - 13:42 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Alternatif, Polsek Kudu Tanam Uwi Ungu

25 Mei 2026 - 20:06 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Penipuan dan atau Penggelapan KSU Al Kahfi, Polres Jombang Tegaskan Sudah Sesuai SOP

24 Mei 2026 - 20:23 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Trending di Headline