Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Obat Tuberkulosis (TB) Diprediksi Habis Februari 2026

badge-check


					Obat Tuberkulosis (TB) Diprediksi Habis Februari 2026 Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebut ketersediaan obat untuk pasien tuberkulosis (TBC/TB) akan habis di Februari 2026.

“Jadi kami melihat kembali dan menghitung kembali kebutuhan obat itu dan kita lihat kembali ternyata kita masih cukup untuk memenuhi sampai Februari 2026 sebetulnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Mengenai Jaminan Kesehatan Nasional bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Oleh karena itu, Kemenkes RI akan melakukan perbaikan tata kelola pengadaan obat untuk penyakit tuberkulosis.

“Kita akan duduk bersama lagi dengan Dirjen Farmalkes untuk menghitung kebutuhan obat di 2026 dan 2027. Kami menghitungnya 15 bulan supaya punya buffer (penyimpanan) masih ada di daerah-daerah,” tambahnya.

Murti pun juga mengutarakan bahwa angka Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) belum mencapai 100% untuk pasien yang sensitif obat tuberkulosis, sampai saat ini masih mencapai 92%.

Demikian pula kata dia, resisten obat tuberkulosis ini masih berada di bawah angka 80%. Sementara itu, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dikategorikan masih sangat rendah berada di angka 19,4%.

“Nah untuk pencegahan ini memang agak berkurang karena, kita juga sudah melakukan melalui e-learning system.”

Bila melihat data anggaran penanggulangan tuberkulosis anggaran untuk pencegahan pada tahun 2025 hanya Rp182 miliar, turun dari anggaran tahun 2024 yang masih mencapai sekitar Rp204 miliar.

“Hal itu dilakukan untuk research (penelitian), vaksin dan beberapa hal untuk melakukan pengadaan tuberkulosis untuk pencegahan,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran pengobatan tuberkulosis di tahun 2025 juga mengalami penurunan menjadi sekitar Rp633 miliar dari anggaran tahun 2024 sekitar Rp1 triliun.

Pencabut Nyawa

Guru Besar Bidang Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr dr Erlina Burhan mengungkapkan sebanyak 385 pasien Tuberkulosis (TB) di Indonesia meninggal disetiap harinya.

Erlina mengungkapkan angka tersebut diperoleh melalui Global TB Report 2023, yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan pada 2022 angka mortalitas pasien TB tanpa HIV dan TB dengan HIV di Indonesia secara berturut-turut sebanyak 134.000 dan 6.700 kasus.

Menurutnya, permasalahan TB bertambah karena belum optimalnya temuan kasus, sehingga menjadi sumber penularan di masyarakat, serta rendahnya kepatuhan pasien TB dalam pengobatan yang menyebabkan meningkatnya risiko TB resisten obat.

“Selain itu, di bidang sosio-ekonomi, pasien TB menghadapi stigma, diskriminasi, hingga kehilangan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan bermasyarakat,” ujar Erlina.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Diduga Keracunan Makanan MBG, 49 Santri Al Inayah Cilegon Dirawat di Rumah Sakit

19 April 2026 - 23:00 WIB

Pemuda Pujon Terima Paket Hadiah Menang Lomba Tulis, Ternyata Berisi Narkoba dari Perancis

16 April 2026 - 11:57 WIB

422 Orang Meninggal di Korsel Akibat Serangan Kutu

15 April 2026 - 19:10 WIB

Lama Nggak Ketemu Foto Yuk Bentar! Itulah Rayuan Petugas Dukscapil Temanggung agar Bisa Memotret ODGJ

3 April 2026 - 22:06 WIB

Trending di Headline