Menu

Mode Gelap

Nasional

36 Biksu Tudhong Sampai di Candi Borobudur untuk Rayakan Waisak 2569 BE

badge-check


					Para biksu sampai di Borobudur Perbesar

Para biksu sampai di Borobudur

Penulis: Adhi Wardono | Editor: Yobie Hadiwijaya

MAGELANG, SWARAJOMBANG.COM-Sebanyak 36 biksu Thudong asal Thailand telah sampai di Candi Borobudur, Magelang untuk melakukan ibadah Hari Raya Waisak.

Para biksu itu kemudian disambut oleh masyarakat dan pejabat setempat, dengan diberikan bunga sedap malam.

“Kita ada di sini untuk menyambut mereka. Ini menunjukkan pentingnya Candi Borobudur di mata warga Indonesia bahkan seluruh dunia,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di Magelang, Sabtu (10/5/2025), dikutip dari Antaranews.

Menurut dia, para biksu sudah berjalan lintas negara supaya sampai di Candi Borobudur untuk menyambut di perayaan Waisak 2569 BE.

Pada kesempatan tersebut puluhan Biksu Thudong langsung naik candi dan menggelar ritual pradaksina di stupa induk Candi Borobudur.

Biksu thudong sampai di Candi Borobudur pada Sabtu (9/5/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Perayaan Waisak

Perayaan Hari Raya Waisak jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. Saat merayakannya, umat Budha banyak mengucapkan kalimat “sabbe satta bhavantu sukhitata”.

Kalimat tersebut diucapkan dengan makna doa dan harapan. Namun tak semua tau arti dan cara menjawab kalimat tersebut.

“Sabbe satta bhavantu sukhitata” memiliki arti “semoga semua makhluk berbahagia”. Kalimat tersebut juga menjadi salah satu ajaran Budha untuk selalu mencerminkan kehidupan yang cinta kasih dan Bahagia.

Bagi ajaran Budha, kalimat memiliki makna yang lebih mendalam. Yakni ikut masuk sebagai prinsip fundamental untuk mencapai hidup yang baik.

Umat juga diajarkan untuk selalu berbuat baik tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi kepada semua makhluk hidup.

Berperilaku baik pun harus dipenuhi dengan cinta kasih yang dipancarkan oleh seseorang kepada semua makhluk pun tanpa batas.

Namun tak hanya saat Waisak, kalimat “sabbe satta bhavantu sukhitatta” juga dilontarkan setiap melaksanakan puja bakti atau setiap kali ada kesempatan.

Biasanya, umat Budha menggunakan kalimat tersebut saat melakukan meditasi atau praktik spiritual agar memiliki pikiran serta niat kebaikan dan penuh kasih.

Kemudian bila mendapat lontaran kalimat “sabbe satta bhavantu sukhitata”, seseorang bisa membalasnya dengan ucapan dan doa.

Salah satu kalimat jawaban yakni “sadhu, sadhu, sadhu” yang artinya “baik, baik, baik”.

Adapun perayaan Hari Raya Waisak sendiri dilakukan setiap tahun untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.

Melansir situs resmi Kemenag, tiga peristiwa penting tersebut adalah kelahiran Pangeran Sidharta, pencerahan menjadi Buddha setelah bertapa, dan Buddha Gautama Parinibbana atau wafatnya.

Perayaan Hari Raya Waisak menjadi momen untuk merenungkan perjuangan dan ajaran Buddha Gautama dalam menemukan kebenaran yang mulia dalam hidup.

Kemudian ajaran Budha juga mengajarkan manusia untuk selalu hidup menuju kebahagiaan.

Selain itu, Waisak juga mengingatkan umatnya kepada konsep kebenaran mulia yang disampaikan melalu penderitaan. Pasalnya, penderitaan merupakan jalan menuju pembebasan dari penderitaan dan pembebasan itu sendiri.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gapero Surabaya Peringatkan Risiko PHK Akibat Regulasi Rokok Baru

27 April 2026 - 16:10 WIB

Siswa SLB Dilibatkan Dalam Dimulasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Jombang Peringati HKB 2026

27 April 2026 - 16:06 WIB

Lemigas akan Uji Bobibos, Masuk BBN atau BBM

26 April 2026 - 19:20 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9): Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 17:03 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Trending di Headline