Menu

Mode Gelap

Hukum

Hasil Visum Korban Meninggal di Rungkut Harapan, Akibat TBC lalu Digigit Anjing Piaraan

badge-check


					Petugas BPBD bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, mengevakuasi sembilan ekor anjing dengan cara dibius. Anjing tersebut piaraan Yohanes de Fretes yang meninggal dunia di rumahnya Rungkut Harapan, Jumat 11 April 2025,  dengan luka-luka mengenaskan. Instagram@suarasurabayamedia Perbesar

Petugas BPBD bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, mengevakuasi sembilan ekor anjing dengan cara dibius. Anjing tersebut piaraan Yohanes de Fretes yang meninggal dunia di rumahnya Rungkut Harapan, Jumat 11 April 2025, dengan luka-luka mengenaskan. Instagram@suarasurabayamedia

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya akhirnya melakukan evakuasi 9 ekor anjing dengan cara dibius dan dipindahkan ke bekas puskesmas hewan, dekat Hitech Mall, di kawasan Kusuma Bangsa.

Tindakan itu dilakukan pasca ditemukan pria bernama Yohanes Stevanus de Fretes, 53, penyayang hewan, meninggal dunia diduga akibat digigit pemiliknya warga Rungkut Harapana.

Berdasar pantauan suarasurabaya.net, proses evakuasi sembilan anjing berlangsung kurang lebih tiga jam. Mulai pukul 15.00 sampai 18.00 WIB.

BPBD bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, sembilan anjing yang berada di dalam rumah berhasil dievakuasi dengan cara dibius terlebih dahulu.

“Jadi kami dalam evakuasi ini, berkoordinasi dengan dokter hewan dari DKPP. Karena kami juga minim peralatan,” terang Zainul Wakil Komandan Kompi BPBD Surabaya, Sabtu 12 April 2024, demikian akun instagram@suarasurabayamedia mengunggah.

Zainul mengaku menghadapi kesulitan saat melakukan evakuasi, karena pihaknya juga merasa takut kepada anjing yang agresif saat didekati orang. “Kami lihat anjingnya ini agak liar. Khawatir juga ada rabies,” ungkapnya.

Sembilan anjing yang dievakuasi hari ini, kata Zainul, terdiri dari empat anjing besar, lima anjing tanggung, dan satu anjing kecil.

“Untuk empat anjing besar, itu kami bius dan evakuasi terlebih dahulu. Karena saat penemuan korban, empat anjing itu yang diduga menggigit tuannya,” jelas Zainul.

Sementara itu, sembilan anjing tersebut sementara akan dipindahkan ke bekas puskesmas hewan, dekat Hitech Mall, di kawasan Kusuma Bangsa.

“Nanti hari Rabu, teman-teman dari Dog Lovers akan mengambil dan membawanya ke shelter,” tandasnya.

Yohanes Alexander Stefanus de Fretes, seorang pria berusia 53 tahun, ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Rungkut Harapan, Surabaya, dalam kondisi mengenaskan.

Insiden ini terjadi pada Jumat, 11 April 2025, dan jenazahnya ditemukan oleh kakaknya, Henry de Fretes, setelah mendengar gonggongan anjing yang tidak biasa dari kamar korban.

Korban diketahui hidup bersama 10 ekor anjing peliharaan di kamar tersebut. Saat ditemukan, bagian kepala korban sudah menjadi tengkorak, sementara pergelangan tangan kanan hingga jari-jarinya hilang.

Dugaan awal menyebutkan bahwa tubuh korban sempat dimangsa oleh anjing-anjing peliharaannya setelah ia meninggal dunia.

Henry, kakak korban,  mengatakan saat ia masuk bersama dengan sejumlah orang untuk melihat jenazah Stefanus, anjing-anjing peliharaan bertindak agresif. Mereka harus sampai membawa balok kayu untuk mengusir anjing-anjing yang agresif.

“Ada sekitar empat ekor di kamar waktu itu, dan akses yang dari jendela jebol langsung kami tutup dengan berbagai barang,” terangnya.

Dirinya pun mengaku terkejut lantaran anjing tersebut terkenal jinak dan tak ada riwayat menyerang terhadap Yohanes. Namun, memang galak terhadap orang-orang lain. Posisi jasad korban ditemukan di atas kasur dengan tubuh menyamping.

“Perkiraan saya meninggal dulu, anjing ga diberi makan dari Kamis, kelaparan. Biasanya dikasih makan saat pagi dan siang,” papar dia.

Menurut keluarga dan hasil visum sementara, Yohanes meninggal terlebih dahulu akibat penyakit Tuberkulosis (TBC) sebelum tubuhnya digigit oleh anjing-anjingnya.

Kakaknya juga mengungkapkan bahwa Yohanes sangat menyayangi anjing-anjing peliharaannya dan sering tidur bersama mereka.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Yohanes dengan menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Jatim. Sementara itu, sepuluh anjing peliharaan korban telah dievakuasi oleh BPBD Surabaya dan dikarantina oleh Dinas Peternakan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Letjen TNI Yudi Abrimantyo Melepas Jabatan KaBAIS, Bentuk Pertanggungjawab Pasca Penyiraman Air Keras

25 Maret 2026 - 20:31 WIB

Polisi Meringkus Pembunuh Dokter Shanti Hastuti, Pelaku Tetangga Korban Kepergok Saat Mau Mencuri

25 Maret 2026 - 16:57 WIB

Dua Perempuan Tewas Seketika di Depan PG Candi Sidoarjo, Pengemudi Positif Narkoba

24 Maret 2026 - 17:37 WIB

Bersyukur Bisa Sungkem ke Orang Tua, Yaqut Qoumas Kembali ke Tahanan KPK sejak Senin 23 Maret 2026

24 Maret 2026 - 12:20 WIB

Emmanuel Ebenezer Ajukan Tahanan Rumah ke KPK, Ikuti Jejak Menag Yaqut Qoumas

23 Maret 2026 - 20:15 WIB

Sohat dan Sohut Chairil Bersaudara Otak Dibalik Tambang Ilegal 1.600 H di Kukar dengan Kerugian Rp 2,4 Triliun

23 Maret 2026 - 16:12 WIB

35 Siswa SMK di Pasuruan Positif Narkoba, Kini Dalam Pembinaan BNNK

23 Maret 2026 - 12:25 WIB

Polisi Meringkus Pria WNA Irak di Atas Bus NPM di Rest Area Tol Merak, Tersangka Pembunuh Cucu Pok Nori

22 Maret 2026 - 21:23 WIB

Ditemukan 7 Potong Tubuh Korban Mutilasi di Samarinda, Polisi Tangkap Dua Tersangka Pelaku Suami Siri dan Teman Wanita Lain

22 Maret 2026 - 19:21 WIB

Trending di Headline