Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
NORWEGIA, SWARAJOMBANG.COM – Perusahaan Jerman Isar Aerospace membangun dan melakukan uji coba Roket Spectrum, namun mengalami kegagalan dalam uji coba pertamanya, ketika peluncuran di Andøya Spaceport di Norwegia pada pukul 10:30 UTC (6:30 AM EDT), hari Sabtu 30 Maret 2025.
Awalnya peluncuran dimulai dengan baik, roket kehilangan kendali sekitar 40 detik setelah lepas landas saat melakukan manuver untuk mengubah sudutnya menuju orbit, yang menyebabkan roket jatuh kembali dan meledak, demikian akun [email protected], mewartakan.
Harga peluncuran roket Spectrum oleh Isar Aerospace diperkirakan sekitar $10 juta per peluncuran (sekitar Rp 150,5 miliar) . Dengan kapasitas membawa muatan hingga 700 kg ke orbit, biaya per kilogram untuk peluncuran adalah sekitar $14,290
Peluncuran ini merupakan momen bersejarah karena menandai upaya pertama peluncuran orbital dari daratan Eropa (tidak termasuk Rusia dan Inggris) dan bertujuan untuk mengumpulkan data untuk pengembangan lebih lanjut.
Meskipun gagal, Isar Aerospace menyatakan bahwa misi ini memberikan data berharga yang akan digunakan untuk memperbaiki desain roket dan mempersiapkan peluncuran di masa depan.
Perusahaan telah merencanakan peluncuran lebih lanjut dan memiliki pelanggan yang sudah menunggu, termasuk Badan Antariksa Norwegia dan beberapa perusahaan lain.
Kegagalan ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam industri luar angkasa, di mana banyak peluncuran awal mengalami masalah sebelum mencapai keberhasilan. Isar Aerospace berencana untuk terus mengembangkan roket Spectrum dan melakukan lebih banyak pengujian dalam waktu dekat.
Roket Spectrum yang diluncurkan oleh Isar Aerospace kehilangan kendali sekitar 18 detik setelah lepas landas, namun penyebab spesifik dari kegagalan tersebut belum diumumkan secara rinci.
Dalam insiden ini, roket mengalami masalah saat melakukan manuver untuk mengubah sudutnya menuju orbit, yang menyebabkan kehilangan kontrol dan akhirnya jatuh kembali ke tanah dengan ledakan.
Isar Aerospace berencana untuk menganalisis data dari peluncuran ini untuk menentukan faktor-faktor teknis yang menyebabkan kegagalan. Meskipun tidak ada informasi lebih lanjut tentang masalah spesifik yang terjadi pada sistem roket, kegagalan semacam ini sering kali terkait dengan isu-isu seperti kesalahan dalam sistem kontrol penerbangan, masalah mekanis, atau kegagalan dalam komunikasi antara berbagai komponen roket.
Perusahaan ini berkomitmen untuk menggunakan data dari uji coba ini untuk meningkatkan desain dan kinerja roket di masa depan, menunjukkan bahwa mereka akan terus berupaya meskipun menghadapi tantangan dalam pengembangan teknologi luar angkasa. **