Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
PURBALINGGA, SWARAJOMBANG.COM- Media sosial tengah diramaikan dengan berita tentang vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati, yang berprofesi sebagai guru dipecat dari sebuah sekolah di Banjarnegara yang diduga akibat dampak dari klarifikasi terkait lagunya yang viral berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’.
Merespons hal tersebut, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat berada di acara retreat di magelang, membuat unggahan berisi ajakan agar Novi bersedia kembali mengabdi sebagai gurtu di wilayah Purbalingga.
Bupati menawarkan kesempatan kepada Novi yang dikenal dengan nama panggung ‘Twister Angel’, untuk mengabdi di sekolah-sekolah di Kabupaten Purbalingga.
Pernyataan Bupati Purbalingga: Berkaitan dengan isu Band Sukatani yang berasal dari Purbalingga yang sedang viral di berbagai media sosial, dan juga isu yang beredar keluarnya Mbak Novi, salah satu guru di Sekolah Dasar.
Saya Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Kabupaten Purbalingga dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi.
Jika Mbak Novi berkenan untuk mengabdi di Sekolah di Kabupaten Purbalingga, InsyaAllah saya selaku Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap memfasilitasi dan siap mensupport, demikian unggah akun instagram@infomania_, Minggu 23 Februari 2025.
Karena efek dari lagu Bayar…Bayar… Bayar! Itu menyebabkan Novi kehilangan pekerjaan sebagai guru di SDIT di Purbalinggan,s ejak 13 Januari 2025.
Lebih dari itu akhirnya Gurp Band Punk Sukatani akhirnya muncul lagi ke hadapan publik setelah sempat ‘menghilang’ usai mengunggah video permintaan maaf kepada institusi Polri terkait lagu Bayar Bayar Bayar yang viral, sekaligus mencabut lagu tersebut dari peredaran.
Kedua personel band mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan berbagai pihak beberapa hari terakhir usai viral di lagu ‘Bayar bayar bayar’.
“Kami dari Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini. Kami sangat menghargai solidaritas dari kawan-kawan sehingga membuat kami tetap kuat,” tulis mereka melalui unggahan Instagram story di akun sukatani.band, Sabtu, 22 Februari 2025.
Kronologi permasalahan yang melibatkan band Sukatani dimulai dengan perilisan lagu mereka yang berjudul “Bayar, Bayar, Bayar” pada 24 Juli 2023.
Lagu ini merupakan bagian dari album “Gelap Gempita” dan berisi kritik terhadap praktik korupsi serta pungutan liar, termasuk yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian. Lirik yang mengandung frasa “bayar polisi” membuat lagu ini viral dan memicu kontroversi di media sosiaL.
Pada 26 Januari 2025, Sukatani membawakan lagu tersebut dalam penampilan live di acara Supermusic United Day 8 di Bandung. Penampilan ini semakin memperkuat kontroversi seputar lirik lagu dan menyebabkan banyak reaksi dari publik.
Menanggapi polemik yang berkembang, pada 20 Februari 2025, Sukatani mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram resmi mereka.
Dalam video tersebut, personel band, Muhammad Syifa Al Lufti dan Novi Citra Indriyati, meminta maaf kepada Kapolri dan institusi Polri atas lirik yang dianggap menyudutkan kepolisian.
Mereka menjelaskan bahwa kritik dalam lagu tersebut ditujukan kepada oknum polisi yang melanggar peraturan, bukan kepada institusi secara keseluruhan.
Sebagai langkah tanggung jawab, Sukatani juga menarik lagu “Bayar, Bayar, Bayar” dari semua platform streaming musik dan meminta penggemar untuk menghapus lagu tersebut dari media sosial mereka. Permintaan maaf ini dilakukan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Namun, situasi semakin memanas setelah muncul laporan bahwa personel band sempat “hilang” atau dicegat saat perjalanan pulang dari Bali, menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan intimidasi. Isu ini menyoroti tantangan dalam kebebasan berekspresi di dunia musik Indonesia dan dampak dari kritik sosial melalui lirik lagu. **