Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Untuk menperingati Hari Jadi ke 116 Kabupaten Jombang yang jatuh pada 21 Oktober 2026, Bupati Jombang Warsubi melakukan ziarah dan penghormatan ke makam Raden Ario Setjonegoro atau RAA Soeroadiningrat V.
Tokoh ini dikenal masyarakat luas dengan sebutan Kanjeng Sepuh, pendiri sekaligus Bupati pertama Kabupaten Jombang.
Berdasarkan catatan resmi Pemkab Jombang, tanggal dasar berdirinya adalah 21 Oktober 1910, saat pemerintah Hindia Belanda menyetujui pemisahan wilayah Afdeeling Jombang dari Afdeeling Mojokerto.
Kemudian pada 1 Desember 1910 dilakukan pelantikan pertama Bupati dan penataan administrasi awal daerah.
Tanggal 21 Oktober kemudian ditetapkan sebagai tanggal Hari Jadi resmi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 12 Tahun 2018.
Sebelum memimpin Jombang, Kanjeng Sepuh menjabat sebagai Bupati Sidayu (kini masuk wilayah Gresik).
Pemerintah Hindia Belanda kemudian menghapus wilayah administratif Sidayu dan memindahkan tugas beliau untuk memimpin wilayah Jombang yang baru saja dipisahkan dari Mojokerto.
Raden Ario menjabat sebagai Bupati pertama Jombang sejak tahun 1910 hingga pensiun tahun 1930.
Sambutan Ziarah
Dalam sambutan singkat saat ziarah, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan hanya perayaan usia daerah, melainkan momen untuk merenungkan perjalanan sejarah dan nilai‑nilai warisan para pendahulu.
“Kita peringati tanggal disahkannya pemisahan wilayah Jombang dari Mojokerto pada 21 Oktober 1910, lalu mengenang jasa Kanjeng Sepuh yang membangun dasar tata pemerintahan di sini,” ujar beliau.
Tim sejarawan lokal Jombang juga menjelaskan bahwa masih ada catatan yang perlu diperdalam, antara lain mengenai proses pemisahan administrasi tahun 1910.
Juga jejak‑jejak pemerintahan Kanjeng Sepuh selama dua puluh tahun menjabat hingga tahun 1930.
Pemerintah Kabupaten Jombang berencana menyusun buku sejarah resmi perjalanan kabupaten untuk memperjelas fakta‑fakta tersebut bagi generasi muda.
Jejak Lini Waktu Jombang
1. Sebelum tahun 1910 — Wilayah sekarang Jombang masih termasuk bagian administratif Afdeeling Mojokerto
2. Sebelum tahun 1910 — R.A.A. Soeroadiningrat V (Kanjeng Sepuh) menjabat sebagai Bupati Sidayu (Gresik)
3. 21 Oktober 1910 — Pemerintah Hindia Belanda menyetujui pemisahan Afdeeling Jombang dari Afdeeling Mojokerto (tanggal dasar Hari Jadi)
4. 1 Desember 1910 — Penataan administrasi dan pelantikan Bupati pertama Jombang
5. Tahun 1930 — Kanjeng Sepuh mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Jombang
6. Tahun 2018 — Ditetapkan Perda No. 12/2018 yang menetapkan 21 Oktober sebagai tanggal puncak peringatan Hari Jadi
7. 21 Oktober 2026 — Puncak peringatan Hari Jadi ke‑116 Kabupaten Jombang
8. 23‑24 Oktober 2026 — Rangkaian acara Jombang Fest 2026 (kegiatan pendukung).**











