Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

badge-check


					Hari Purnomo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kecil Pemkab Jombang. Foto: ist Perbesar

Hari Purnomo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kecil Pemkab Jombang. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (Dinkop-UMK), Hari Purnomo mendapat  amanah dan tugas membantu Bupati Jombang dalam merumuskan, melaksanakan, mengoordinasikan, dan mengawasi kebijakan di bidang pengembangan koperasi serta Pemberdayaan Usaha Mikro.

Lingkup tugasnya meliputi pembinaan, pendampingan, permodalan, kemitraan, dan penguatan kelembagaan agar tumbuh sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Fungsi Inti

1. Perencanaan & Kebijakan Menyusun rencana strategis, program pembinaan, peta potensi, dan kebijakan pemberdayaan koperasi & usaha mikro
2. Pembinaan & Kelembagaan Koperasi Membantu pembentukan koperasi baru, pengesahan badan hukum, pembinaan pengurus & rapat anggota, pengawasan kesehatan koperasi
3. Pemberdayaan Usaha Mikro Pendaftaran & pembinaan UMK, pelatihan keterampilan, kemudahan permodalan, kemitraan dengan usaha besar, fasilitasi pasar
4. Permodalan & Kemitraan Mengelola dana bergulir, menyalurkan bantuan permodalan, memfasilitasi akses perbankan, menjembatani kerjasama antar pelaku usaha
5. Pengawasan, Pengendalian & Data Memantau kinerja koperasi & UMK, menerima pengaduan, menyusun statistik, melaporkan perkembangan kepada Bupati.

Di bawah ini, Hari Purnomo memaparkan laporan perbandingan kinerja Dinkop-UMK Pemkab Jombang periode 2025- 2026 (Agustus), sebagai berikut:

A. Koperasi

* Jumlah Koperasi Aktif:  985 unit  menjadi 1.020 unit  bertambah 35 unit / +3,6%  (Naik)

* Koperasi Sehat: 642 unit (65,2%) meningkat 685 unit (67,2%) bertambah 43 unit / +2,0% (Naik)

* Koperasi Baru Diresmikan: 22 unit menjadi 31 unit bertambah 9 unit /40,9% (Naik Cepat)

* Koperasi Kurang Sehat/ Dibina: 76 unit menjadi 48 unit atau berkurang 28 unit / −36,8% (Membaik)

* Jumlah Anggota:  328.000 orang naik menjadi 345.000 orang bertambah 17.000 orang +5,2% (Naik)

* Simpanan Anggota:  Rp 198 Miliar tumbuh Rp 224 Miliar mengalami pertumbuhan Rp 26 M / +13,1% (Naik Cepat)

* Volume Usaha: Rp 445 Miliar tumbuh Rp 500 Miliar +Rp 55 M / +12,4% (Naik)

* Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp 35 Miliar tumbuh jadi Rp 40 Miliar tambahan Rp 5 M / +14,3%  (Naik Cepat)

B. Usaha Mikro

* Jumlah UMK: Terdaftar 17.200 unit 18.850 unit +1.650 / +9,6% (Naik Cepat)

* UMK Naik Kelas: 168 unit 225 unit +57 / +33,9%  (Naik Sangat Cepat)

* Dibantu Permodalan: 720 pelaku 885 pelaku +165 / +22,9% (Naik)

* Dilatih/Didampingi: 2.750 orang 3.420 orang +670 / +24,4% (Naik)

* Ikut Pameran/Akses Pasar 9 kali 14 kali +5 / +55,6% (Naik Cepat)

* Kemitraan dengan Usaha Besar: 38 kerjasama 49 kerjasama +11 / +28,9% (Naik)

Kualitas Pelayanan

* Waktu Pengesahan Badan Hukum 7 hari kerja 5 hari kerja (Lebih Cepat)

* Kepuasan Pelaku Usaha:  85,2% menjadi 89,1% +3,9 poin

* Pengaduan Terselesaikan: 82% meningkat 94%  (12 poin)

Program Unggulan

* Program Tujuan: Koperasi Desa Maju Membentuk koperasi di tiap desa, mengelola dana desa & potensi lokal

* Bantuan Permodalan Bergulir Pinjaman lunak tanpa bunga/rendah untuk UMK yang belum terjangkau bank

* UMK Naik Kelas Pendampingan menyeluruh: izin, kemasan, standar kualitas, pemasaran digital
Pelatihan Berbasis Potensi Daerah Makanan olahan, kerajinan, tekstil, pertanian — sesuai keunggulan tiap kecamatan

* Pasar Produk Lokal Membuka etalase tetap di pusat keramaian & promosi daring

Tantangan dan Fokus

Tantangan Langkah Perbaikan

* Masih ±33% koperasi belum sehat/pasif Pembinaan intensif, pembubaran/ penggabungan koperasi mati

* UMK sulit akses perbankan Perluas dana bergulir & pendampingan pengajuan KUR

* Produk bagus belum dikenal luas Perkuat kemasan, standar mutu, & pemasaran digital

* Desa terpencil belum merata Fokus pendampingan ke kecamatan yang tertinggal

* Peran perempuan & pemuda Perkuat koperasi & kelompok usaha perempuan serta pemuda

Kesimpulan

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro adalah penyangga ekonomi rakyat. Bukan sekadar mencatat jumlah koperasi, melainkan memastikan:

– Koperasi bertambah, makin sehat, uang berputar makin besar

– Usaha kecil makin banyak terdaftar, naik kelas, pasar makin luas

– Pelayanan makin cepat, kepuasan makin tinggi

– Pemerataan ke desa-desa masih perlu dikejar fan ditumbuhkan

Keberhasilannya terlihat bukan di angka semata — melainkan di semakin banyak keluarga yang mandiri dari usahanya sendiri. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jatim Siapkan Peluncuran Trans Jatim Koridor-2 Akhir Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Perpres Baru Jamin Ojol Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ketua Bapemperda Jombang, Kartiyono: Siapkan Roadmap Wisata, Jangan Disimpan di Rak Buku Saja!

19 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Warga Banjaragung Ringkus Seorang Pengamen Diduga Bakar Lahan, Kobaran Api Hingga 800 M2

19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Peringati Hari Santri, Pemkab Jombang Imbau Kenakan Sarung dan Busana Muslim Empat Hari

19 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Minibus Angkut 14 Suporter PSS Sleman Laka di Tol Saradan, 4 Orang Tewas

19 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Trending di Nasional