Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (67): Jenderal Sherman Memaklumkan Derita Tiap Rumah Tangga

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

SSARAJOMBANG.COM— Dia tidak pernah mengaku menjadi pemimpin kelompok itu, namun memberikan sejumlah wawancara kepada suratkabar – suratkabar, mengisahkan kepada mereka tentang Klan termasuk kebangkitan organisasi itu di berbagai negara bagian di Selatan segera setelah dia melakukan perjalanan di kawasan itu.

Bagaimanapun, dia sangat meyakini tujuan-tujuan luhur dari Klan dan menyampaikan hal ini kepada komisi Senat: Ada rasa tidak aman yang sangat besar dirasakan oleh rakyat Selatan.

Ada banyak orang Utara yang datang ke sana, membentuk berbagai liga di seluruh penjuru negeri.

Kaum kulit hitam melakukan pertemuan-pertemuan malam hari, berniat akan mengadakannya, menjadi begitu sabar biadab. Dan semua rakyat Selatan di semua penjuru negara merasa sangat khawatir.

Saya pikir, banyak organisasi tidak mempunyai nama sama sekali. Berbagai kalangan membuat organisasi sendiri sehingga siap jika mereka diserang sesewaktu.

Kaum wanita ditakut-takuti oleh sejumlah orang kulit hitam ini, yang diadili dan dimasukkan dalam hukuman masa percobaan, namun dikeluarkan setelah beberapa hari kemudian.

Perasaan tidak aman menggejolak di desa, dan saya pikir organisasi ini siap untuk melindungi kaum yang lemah tanpa niat politik sama sekali.

Secara tidak runtut, Forrest mengemukakan adanya tekanan sosial yang serampangan yang menyebakan masyarakat-masyarakat rahasia terpisah didirikan terpisah dari kelompok yang dikalahkan, yang merupakan dorongan untuk melawan tirani, ketakutan atas upaya yang merendahkan martabat manusia di tangan pasukan, di tangan para bekas pelayan menjadi pemimpin serta sikap memaafkan yang diperlukan liga musuh agar bisa diperangi oleh konspirasi para sahabat termasuk imajinasi-imajinasi seksual gelap yang berupaya melancarkan aksi balas dendam atas rumor yang berlebihan.

Forrest juga memperlihatkan bahwa masyarakat rahasia yang sangat istimewa bertumbuh kembang ketika kelompok-kelompok kecil pemberontak tersebar ke manapun mencari seragam dan pemimpinnya yang dapat menutupi tujuan-tujuan politis dalam kerudung masyarakat persaudaraan yang baik hati.

Tetapi, sumpah anggota Klan yang harus diucapkan waktu inisiasi nyaris tidak membenarkan deskripsi sejuk Forrest tentang masyarakat rahasia.

Kenyataannya, Klan adalah sekelompok kaum Demokrat yang membenci pembebasan budak, warga Utara dan kaum Republik.

Usai Perang Sipil, orang-orang Selatan yang kalah menemukan, penghancur mereka, ketika Jenderal Sherman memaklumkan: ‘Ratap tangis terjadi di setiap rumah tangga, kesedihan dituliskan dengan huruf besar di seluruh wajah desa, kota dalam debu dan ladang-ladang yang tidak tergarap, usaha perdagangan mereka lenyap, sistem kerja mereka pun dibasmi dan dihancurkan. Hancur lebur, miskin menyedihkan di mana-mana.’

Rakyat Selatan mencoba menguasai kembali pemerintahan negara mereka sembari mengurangi pembebasan para budak demi kepentingan sendiri berdasarkan undang-undang baru yang dikenal sebagai “Kode Orang Kulit Hitam.”

Anggota kongres Partai Republik yang radikal lantas melakukan aksi balas dendam dengan menerapkan peraturan militer di Selatan menyusul pembunuhan Lincoln yang moderat dan pengganti Lincoln, Andrew Johnson tidak efektif bekerja.

Ketika Panglima Tertinggi Utara, Jenderal Grant menjadi presiden pada tahun 1868, tidak ada pengawasan atas kaum Republik radikal di Kongres.

Korupsi politik merajalela dilakukan bangsa Utara sementara para petualang politik mengeksploitasi keruntuhan kawasan Selatan. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

211 KDMP Jombang Selesai 100 Persen, Hari Purnomo: 88 Unit Sudah Beroperasi di Bawah PT Agrinas

12 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Aribawa Tjahjadi: Dishub Kerahkan 30 Personel dan Tambah 3 Stang Lampu Acara Jombang Bersholawat Bersama Gus Iqdam

12 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (66): KKK dari Idealisme Jadi Rasisme

11 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Gempa Mag 5.7 Lokasi 209 dari Km Sukabumi, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami

11 Oktober 2026 - 13:56 WIB

1.248 Warga Kota Padang Mengungsi, Terjadi 7 Titik Banjir dan 14 Lokasi Longsor

11 Oktober 2026 - 12:11 WIB

12 Tewas dan Melukai 309 Orang, Rudal Houthi Hantam Lagi Bandara Riyadh

11 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Buntut Kejanggalan Sidang, Kyai Ponpes Mahdiy Sidoarjo Laporkan Saksi Kasus Dugaan Pengaduan Palsu

10 Oktober 2026 - 21:52 WIB

13 Tim Sound Horek Bikin Gempar Karnaval Bersih Desa Sidowarek Ngoro

10 Oktober 2026 - 21:47 WIB

2. Dibuang Militer, Dipecat, dan Dicerai: Ren Zhengfei Bangkit Membangun Huawei dari Uang Pinjaman

10 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Trending di Nasional