Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

12 Tewas dan Melukai 309 Orang, Rudal Houthi Hantam Lagi Bandara Riyadh

badge-check


					Serangan rudal Houthi secara terus menerus sepanjang pekan ini, Sabtu 10 Oktober 2026, meledak kembali telan 12 korbsn jiea, 309 lukaluka. Foto: ist Perbesar

Serangan rudal Houthi secara terus menerus sepanjang pekan ini, Sabtu 10 Oktober 2026, meledak kembali telan 12 korbsn jiea, 309 lukaluka. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

RIYADH, SWARAJOMBANG.COM— Semakin mengganas serangan rudal Houthi, Yaman, yang jatuh menyasar di Bandara King Khaled, Arab Saudi. Sabtu sore, 10 Oktober 2026, rudal ini menewaskan 12 orang, serta ratusan orang alami lukaluka.

Pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026, rudal balistik menghantam area Terminal 3 dan Terminal 4 Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh — zona penerbangan domestik yang sedang padat pengunjung.

Rudal jatuh tepat di area keberangkatan, menyebabkan ledakan hebat dan kebakaran yang dengan segera ditangani oleh tim pemadam kebakaran bandara.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi secara resmi mengonfirmasi bahwa 12 orang tewas dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

Keterangan Saksi

Berikut keterangan yang berhasil dihimpun dari para saksi mata, penumpang, petugas keamanan, dan warga yang berada di lokasi saat serangan terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026:

Sarah Al-Otaibi, warga Riyadh: “Saya sedang duduk menunggu jadwal penerbangan pulang ke Qassim. Tiba-tiba terdengar bunyi yang sangat keras — bukan ledakan biasa, tapi seperti gempa bumi yang dahsyat. Lantai berguncang hebat, lalu langit-langit di ujung ruangan itu runtuh. Debu tebal langsung memenuhi seluruh ruangan, membuat kita tidak bisa melihat apa-apa.”

“Orang-orang berlarian sambil berteriak. Saya jatuh terjerembab, seseorang menarik tangan saya dan berkata ‘lari, keluar sekarang!’ Saya tidak tahu siapa orang itu, tapi dia menyelamatkan nyawa saya.” Dikutip dari wawancara Al Arabiya, 10 Oktober 2026

Mohammed Al-Saeed, yang berada di area kedatangan: “Saya baru saja menjemput kerabat. Tiba-tiba ada kilatan cahaya terang dari arah pintu keluar, diikuti dentuman yang membuat telinga berdenging. Kaca-kaca di sekitar kami pecah berhamburan.”

“Saya melihat orang-orang berdarah, ada yang menggendong anak kecil, semuanya berlari ke arah pintu darurat. Tidak ada petunjuk, tidak ada pengumuman — hanya kepanikan murni. Rasanya seperti kiamat.” Dikutip dari akun yang diverifikasi oleh Arab News

Abdullah Z., petugas keamanan yang bertugas di Terminal 4: “Saya sedang melakukan pemeriksaan rutin di pintu masuk. Tiba-tiba seluruh bangunan bergetar. Saya kira gempa, tapi kemudian saya melihat asap keluar dari dalam terminal.”

“Saya berteriak meminta semua orang menjauh dari bangunan. Beberapa orang tidak mau bergerak karena bingung, kami menarik mereka keluar secepat mungkin. Saat kami baru saja sampai di luar, langit-langit bagian dalam itu runtuh. Jika kami terlambat dua menit saja, banyak yang tidak akan selamat.” Keterangan yang disampaikan kepada awak media, 10 Oktober 2026

Seorang petugas kebersihan Rina Akter, warga Bangladesh. Ia mengatakan: “Saya sedang membersihkan lantai. Terdengar bunyi sangat keras, lalu saya terlempar ke samping. Saya menutup kepala dengan tangan. Ketika saya berani melihat, banyak orang tergeletak, kaca di mana-mana.”

“Saya menangis dan berlari keluar. Ini tempat kita bekerja, tempat orang bepergian — tapi tiba-tiba jadi seperti medan perang.” Demikian laporan TRT World, 11 Oktober 2026

Fahad Al-Dossari, yang sedang berada di parkiran luar. Begini kata dia: “Saya melihat benda terbang melintas cepat di langit, lalu ada kilatan cahaya putih terang yang menghantam atap terminal. Asap hitam membubung tinggi seketika. Orang-orang di parkiran berhenti bergerak, hanya diam memandang dengan ngeri. Beberapa menit kemudian terdengar suara sirine ambulans dari segala arah.”

Keterangan Petugas Medis

Dr. Khalid Al-Zahrani, dokter Unit Gawat Darurat RS Bandara. Ia memberikan keterangan, “Kami menerima korban dengan kondisi yang sangat memilukan — luka akibat pecahan kaca, luka benturan, ada yang tertimpa puing beton.”

“Yang paling berat adalah korban yang berada tepat di bawah bagian langit-langit yang runtuh. Banyak penumpang yang mengalami trauma hebat — mereka gemetar, tidak bisa berbicara, terus memeluk barang bawaan mereka seolah itu satu-satunya yang tersisa.” Dikutip dari saluran berita Al Ekhbariya, 10 Oktober 2026

Identitas korban yang tewas terdiri dari warga berbagai negara: empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Kerusakan sangat terasa di area terminal yang terkena dampak langsung. Langit-langit bagian dalam bangunan runtuh, area lobi keberangkatan terbakar, dan sejumlah fasilitas penunjang mengalami kerusakan berat akibat getaran dan ledakan.

Aktivitas penerbangan sempat terhenti total selama beberapa jam, ratusan jadwal dibatalkan atau dialihkan ke bandara terdekat.

Asap tebal terlihat membubung tinggi dari kompleks bandara dan terlihat dari berbagai penjuru kota Riyadh.

Kecam Houthi

Juru Bicara Koalisi Arab, Brigjen Turki al-Malki, menegaskan serangan ini adalah kejahatan perang yang menargetkan fasilitas sipil internasional.

“Milisi Houthi terus membuktikan ketidakpeduliannya terhadap nyawa warga sipil. Kami akan merespons dengan langkah tegas seperlunya,” ujarnya dalam konferensi pers di Riyadh, Sabtu malam.

Sementara itu, hingga saat ini kelompok Houthi belum secara resmi mengklaim serangan tanggal 10 Oktober tersebut, meskipun serangan-serangan sebelumnya telah diklaim oleh kelompok ini.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengeluarkan imbauan darurat bagi warga negara Indonesia agar menghindari perjalanan ke kawasan bandara dan membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak

Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesedihan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan berharap konflik segera berakhir melalui jalur damai.

Biasanya Houthi mengeluarkan klaim dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah serangan. Kemungkinan klaim baru akan muncul dalam 1–2 hari ke depan.

Sampai ada pernyataan langsung dari pihak mereka, yang terkuat saat ini adalah tuduhan dari pihak Arab Saudi, bukan pengakuan dari pelaku itu sendiri.

Kronologi Serangan Oktober

  • Selasa, 6 Oktober 2026, dini hari Rudal balistik pertama diluncurkan ke arah Bandara Internasional Raja Khalid. Rudal mendarat di area parkir pesawat sisi utara. Satu pesawat Airbus A320 milik maskapai Saudia mengalami kerusakan pada bagian sayap. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun beberapa penerbangan dialihkan sementara waktu. Houthi mengklaim serangan ini sebagai respons blokade atas pelabuhan Yaman.
  •  Rabu, 7 Oktober 2026, sore Serangan gelombang kedua terjadi kurang dari 24 jam kemudian. Rudal mendarat di dekat area terminal keberangkatan, menyebabkan kepanikan luas. Tiga orang warga sipil tewas dan 18 orang lainnya mengalami luka ringan akibat puing-puing ledakan. Operasi penerbangan terganggu sekitar dua jam sebelum kembali normal. Otoritas Saudi menegaskan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian rudal, namun puing-puing tetap jatuh di kawasan berpenduduk.
  • Kamis, 8 Oktober 2026, pagi Houthi mengeluarkan pernyataan peringatan publik: ruang udara di atas kota-kota utama Arab Saudi dinyatakan sebagai zona operasi militer, kecuali kota suci Mekkah dan Madinah. Maskapai penerbangan internasional disarankan menyesuaikan rute penerbangan. Pemerintah Arab Saudi menolak ultimatum tersebut dan menegaskan akan terus melindungi kedaulatannya.
  • Jumat, 9 Oktober 2026 Tidak ada serangan baru yang dilaporkan. Namun ketegangan meningkat — pertahanan udara Saudi ditingkatkan statusnya ke tingkat siaga tinggi. Warga Riyadh diimbau tetap waspada dan menghindari kawasan umum yang padat.
  • Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 16.15 waktu setempat Serangan ketiga dan yang paling mematikan terjadi. Rudal balistik menghantam tepat di bagian dalam Terminal 3 dan Terminal 4 Bandara Raja Khalid saat jam puncak keberangkatan. 12 orang meninggal dunia dan 309 orang terluka. Bagian langit-langit terminal runtuh, kebakaran terjadi di area lobi keberangkatan. Aktivitas penerbangan terhenti total. Evakuasi dilakukan secara bertahap. Ini menjadi serangan tunggal paling mematikan sejak konflik meningkat kembali.
  • Minggu, 11 Oktober 2026, dini hari Operasi pemulihan terus berjalan. Sebagian area terminal masih ditutup untuk perbaikan struktural. Sebagian kecil penerbangan mulai beroperasi kembali pagi ini. Penyelidikan penyebab rudal dapat menembus pertahanan udara masih berlangsung.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (66): KKK dari Idealisme Jadi Rasisme

11 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Gempa Mag 5.7 Lokasi 209 dari Km Sukabumi, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami

11 Oktober 2026 - 13:56 WIB

1.248 Warga Kota Padang Mengungsi, Terjadi 7 Titik Banjir dan 14 Lokasi Longsor

11 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Buntut Kejanggalan Sidang, Kyai Ponpes Mahdiy Sidoarjo Laporkan Saksi Kasus Dugaan Pengaduan Palsu

10 Oktober 2026 - 21:52 WIB

13 Tim Sound Horek Bikin Gempar Karnaval Bersih Desa Sidowarek Ngoro

10 Oktober 2026 - 21:47 WIB

2. Dibuang Militer, Dipecat, dan Dicerai: Ren Zhengfei Bangkit Membangun Huawei dari Uang Pinjaman

10 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Kalah Sepak Bola, Malaysia Boikot Produk Indonesia?

9 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Rudal Houthi Jatuh di Bandara King Khalid: Tiga Orang Tewas, Lebih 31 Orang Lukaluka

9 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Polisi Tetapkan 4 Terdangka Tenggelamnya KM Virgo 8, 108 Selamat, 82 Tewas, 53 Hilang

9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Trending di Nasional