Penuli: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya
PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM-Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Pada Selasa (6/10/2026) pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami rentetan erupsi beruntun dengan tinggi kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak.
Berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Melalui aplikasi MAGMA Indonesia, letusan utama pagi ini tercatat terjadi pada pukul 05.29 WIB. Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong mengarah ke timur laut.
Tak lama berselang, letusan susulan kembali terekam pada pukul 07.42 WIB dengan tinggi kolom abu berkisar 800 meter.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa sepanjang dini hari hingga pagi hari (periode 00.00–06.00 WIB) saja, pos pemantauan telah merekam sedikitnya 22 kali gempa letusan/erupsi.
Jika diakumulasikan dengan aktivitas intens sejak awal bulan, Gunung Semeru tercatat telah mengalami lebih dari 50 kali letusan dalam kurun waktu kurang dari sepekan di bulan Oktober ini.
Secara nasional, peristiwa vulkanik pada Selasa pagi ini tercatat resmi sebagai erupsi ke-1.924 bagi Gunung Semeru sepanjang tahun 2026.
Angka ini sekaligus mengukuhkan status Gunung Semeru sebagai gunung api paling aktif dengan jumlah letusan tertinggi di Indonesia sepanjang tahun ini.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diimbau menjauhi sempadan sungai dalam radius 500 meter di sepanjang aliran sungai karena adanya potensi perluasan awan panas guguran dan banjir lahar dingin yang dapat menjangkau hingga jarak 17 kilometer.***











