Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWAJARAJOMBANG.COM-Komitmen investasi senilai Rp2,3 triliun masuk ke kawasan industri di Sidoarjo melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026.
Komitmen tersebut melibatkan investor dari dalam dan luar negeri yang akan mengembangkan kegiatan usaha di SAFE ‘n’ LOCK Industrial Park Sidoarjo dan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS).
Enam investor yang menyatakan komitmen investasi tersebut yakni PT CJ Logistics Service Indonesia, PT East Java New Energy, PT Importa Jaya Abadi, RUM Seafood, PT Gochem Globalindo, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo.
Adi Saputra Tedja Surya selaku pengelola HIPS mengatakan, nilai komitmen tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi kawasan industri yang dikembangkan perseroan.
“Komitmen investasi senilai Rp2,3 triliun ini merupakan bukti nyata antusiasme para investor menyambut KEK di kawasan kami,” ujar Adi Saputra Tedja Surya, Minggu (4/10/2026).
Menurut Adi, salah satu daya tarik investasi berada pada kesiapan ekosistem Halal Industrial Park Sidoarjo dalam mendukung penerapan regulasi wajib halal atau mandatory halal.
“Kesiapan ekosistem di Halal Industrial Park Sidoarjo juga siap mendukung penuh pemenuhan mandatory halal serta mewujudkan ambisi Jawa Timur sebagai pusat industri halal nasional,” katanya.
Minat investor terhadap kawasan industri Sidoarjo juga dipengaruhi rencana dan pengembangan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Selain itu, penerapan regulasi mandatory halal dinilai membuka peluang bagi berkembangnya industri yang membutuhkan ekosistem produksi dan fasilitas pendukung halal secara terintegrasi.
Sementara itu, Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya memastikan komitmen investasi yang telah disepakati dapat berlanjut hingga tahap realisasi.
“Kami berharap komitmen tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memperkuat struktur ekonomi daerah. Pengembangan investasi perlu didukung ekosistem yang kondusif agar mampu mendorong pertumbuhan industri dan memperluas manfaat ekonomi,” ujar Emil Dardak.****











