Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

ESDM Tegaskan Harga Tetap, Isu Pertalite Naik Hoaks

badge-check


					Diskon Pertamax Rp450 Perbesar

Diskon Pertamax Rp450

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengonfirmasi bahwa isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang menyebar di masyarakat tidaklah benar.

Erani mengaku tidak mengetahui asal-usul penyebaran informasi bohong tersebut dan menegaskan sama sekali tidak ada rencana penyesuaian tarif BBM subsidi.

“Enggak tahu siapa yang bikin hoax. Pokoknya enggak ada ini, enggak ada perubahan. Pak Menteri sudah menyampaikan itu semua,” ungkap Erani saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (25/9/2026).

Erani menegaskan kembali bahwa posisi pemerintah hingga saat ini masih konsisten pada keputusan awal, yakni menjaga kestabilan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, keputusan tersebut sudah diperhitungkan dan dipastikan oleh pimpinan kementerian agar tetap berlaku setidaknya hingga akhir tahun berjalan.

“Padahal kan tetap [harga Pertalite] ini. Maksudnya kita kan tetap, pemerintah kan menetapkan harga tetap sampai akhir tahun. Itu sudah disampaikan Pak Menteri, enggak ada naik Pertalite, enggak ada,” tambahnya.

Pernyataan Sekjen ESDM ini merespons kabar burung yang sempat beredar masif di media sosial, di mana Pertalite dikabarkan akan mengalami penyesuaian harga dari Rp10.000 per liter menjadi Rp13.500 per liter mulai 26 September 2026.

Penegasan senada juga telah disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. Dia meluruskan narasi yang beredar luas di tengah masyarakat tersebut sepenuhnya merupakan kabar bohong.

“Perlu kami luruskan, saat ini masif sekali konten media sosial yang berisikan informasi kenaikan harga Pertalite, konten atau informasi ini adalah hoax atau berita bohong,” kata Anggia kepada Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026).

Anggia kemudian meluruskan fakta tersebut dengan mengutip pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang dalam berbagai kesempatan resmi dan wawancara media menegaskan tidak ada kenaikan harga Pertalite maupun Biosolar.

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami perubahan meskipun harga minyak dunia saat ini sedang mengalami kenaikan.

Kementerian ESDM meminta publik untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui saluran resmi pemerintah atau media massa yang terpercaya.

“Lebih teliti dan lebih cerdas dalam menyerap informasi, sehingga Anda tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat masyarakat jadi emosi,” tambahnya.

Sebelumnya, isu kenaikan harga BBM subsidi sempat meresahkan masyarakat setelah beredar rumor bahwa harga Pertalite akan disesuaikan mulai 26 September 2026.

Dalam rumor tersebut, Pertalite dikabarkan akan mengalami penyesuaian harga dari semula Rp10.000 per liter menjadi Rp13.500 per liter.

Kabar bohong ini diketahui menyebar melalui unggahan akun Threads @hnnn_sypp yang menyertakan poster digital berfoto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Poster tersebut mencantumkan narasi bahwa pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM subsidi akibat lonjakan harga minyak mentah dunia serta untuk menekan beban subsidi negara.

Adapun, poster digital yang beredar tersebut hanya memuat klaim penyesuaian harga untuk BBM jenis Pertalite, tanpa menyertakan informasi mengenai perubahan harga pada jenis Biosolar.

Selain itu, poster tersebut memuat pesan yang mengajak masyarakat untuk lebih menghemat penggunaan BBM subsidi dan mulai beralih memanfaatkan transportasi umum demi menjaga ketahanan energi nasional.

Penyebaran informasi tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet dan masyarakat luas.

Sebagian masyarakat bersikap kritis dengan mempertanyakan keabsahan kabar tersebut, sementara sebagian lainnya langsung mempercayai rumor tersebut hingga terdorong untuk membeli BBM lebih awal sebagai bentuk antisipasi.

Sebelum isu ini meluas, Bahlil sempat memberikan penjelasan terkait skema penentuan harga BBM non-subsidi yang pergerakannya selalu mengacu pada harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

“Kalau harga minyak nonsubsidi itu mengikuti harga pasar. Kalau ICP naik, otomatis dia naik, tetapi kalau ICP turun, pasti ada koreksi,” kata Bahlil usai acara MKI Electricity Connect 2026 di Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Di samping membahas skema BBM nonsubsidi, Bahlil juga memastikan ketersediaan pasokan energi nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman, dengan tingkat ketahanan cadangan BBM nasional berkisar antara 18 hingga 20 hari.

Bahlil juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk tidak mengubah tarif BBM subsidi hingga penutupan tahun ini.

“[Hal] yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aquarium Underwater Rp120 M, akan Dibangun Jatim Park Group-Investor Malaysia

24 September 2026 - 20:18 WIB

PHPS: Telur Ayam Ras Rp30.100, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Per Kilogran

24 September 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Siapkan Rp3,8 T, untuk Warga Usia 17 Tahun Berupa Rekening Rp50 Ribu

23 September 2026 - 20:11 WIB

Pasokan Gas Terbatas PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim

22 September 2026 - 20:40 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Pajak Market Place Mulai 1 November 2026

17 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Ekonomi