Menu

Mode Gelap

Nasional

KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Sita 20 Koper Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

badge-check


					OTT KPK di Kantor ATR/BPN Bogor meringkus 17 orang, uang 20 koper diisukan milik Nusron Wahid. Foto: instagram@narasizonecom Perbesar

OTT KPK di Kantor ATR/BPN Bogor meringkus 17 orang, uang 20 koper diisukan milik Nusron Wahid. Foto: instagram@narasizonecom

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM — Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogo,  pada Senin, 14 September 2026, terus berkembang.

Sebelumnya publik mengetahui penangkapan 17 orang termasuk Ketua DPP Golkar Fahd A Rafiq.

Kini muncul informasi yang jauh lebih menggemparkan: uang tunai ratusan miliar rupiah yang disita dalam 20 koper diduga merupakan milik Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Informasi ini pertama kali beredar melalui media daring dan menyebar luas di media sosial.

Disebutkan bahwa uang yang dikemas dalam boks, kardus, dan puluhan koper — berupa rupiah maupun valuta asing — dikaitkan langsung dengan nama pejabat tertinggi di Kementerian ATR/BPN tersebut.

Hingga kini, angka pasti nilai uang yang ditemukan belum dirilis secara resmi, namun perkiraan berkisar di angka ratusan miliar rupiah.

Menanggapi kabar tersebut, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan konfirmasi terbatas.

“Penyidik tentu akan melakukan pendalaman terhadap temuan uang-uang tersebut. Asal-usul dan pihak yang berkaitan sedang ditelusuri dan akan didalami lebih lanjut,” ujarnya singkat, tanpa menyebutkan nama maupun menampik kabar yang beredar.

Hingga pukul 19.45 WIB, belum ada penyangkalan maupun konfirmasi resmi dari pihak Menteri Nusron Wahid.

Belum ada pernyataan dari Kementerian ATR/BPN, belum ada klarifikasi dari juru bicaranya, dan belum ada keterangan apa pun dari yang bersangkutan.

Keheningan ini justru memicu semakin banyaknya pertanyaan dari masyarakat: benarkah uang itu milik menteri? Jika ya, dari mana asal kekayaan tersebut? Dan mengapa ratusan miliar rupiah disimpan di kantor pertanahan kabupaten?

Pakar hukum tata negara menegaskan: meskipun namanya muncul, belum berarti terbukti bersalah.

“Prinsipnya: belum ada yang tersangka sampai KPK menetapkan demikian. Tapi yang paling mendasar adalah transparansi publik — rakyat berhak tahu siapa pemilik uang ratusan miliar itu, dan mengapa ada di sana,” ungkap salah satu pengamat hukum.

KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers lengkap dalam 1–2 hari ke depan.

Diperkirakan saat itulah nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan secara resmi. Sementara itu, masyarakat diminta menunggu hasil penyidikan dan tidak memutlakkan informasi yang belum terverifikasi.

Namun satu hal yang pasti: kasus ini telah berkembang dari sekadar penangkapan seorang politikus, menjadi kemungkinan besar skandal korupsi tingkat tinggi yang melibatkan pejabat negara tertinggi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPK Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar Hasil OTT di ATR/BTN Bogor

15 September 2026 - 20:53 WIB

KPK Ringkus Pengurus DPP Golkar Fahd El Fouz, Kasus Suap Urus HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:39 WIB

Menteri Amran Tarik 25 Merk Beras Fortifikasi Tidak Lolos SNI, Harga Rp13.000 Dijual Rp57.000/ Kg

15 September 2026 - 18:59 WIB

Tugboat BMT 20 Tenggelam di Laut Bawean, Delapan Awak Diselamatkan SAR Jawa Timur

15 September 2026 - 18:02 WIB

Keracunan Makanan MBG dari SPPG Polres Kisaran, 30 Siswa MTs N Diangkut ke Rumah Sakit

15 September 2026 - 17:23 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan PMPS Rp2,5-3 Juta dan PMPP Rp165.000-200.000 Komite SMAN 1 Jombang

15 September 2026 - 08:56 WIB

Tragis Cara Pencopotan Purbaya Lewat Telepon, Bersamaan Prabowo Lantik Suahasil sebagai Menkeu

15 September 2026 - 00:30 WIB

Hadapi Wajib Halal Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus

14 September 2026 - 19:05 WIB

Malang Gempa M 5,2 Tidak Ada Tsunami

14 September 2026 - 18:43 WIB

Trending di Nasional