Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Keracunan Makanan MBG dari SPPG Polres Kisaran, 30 Siswa MTs N Diangkut ke Rumah Sakit

badge-check


					Sekitar 30 siswa MTs N 2 Kisara, Asahan, alami keracunan pasca mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Polres Kisaran, Senin, 14 September, 2026. Foto: instahram@suaraakarrumputt Perbesar

Sekitar 30 siswa MTs N 2 Kisara, Asahan, alami keracunan pasca mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Polres Kisaran, Senin, 14 September, 2026. Foto: instahram@suaraakarrumputt

Penukis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KISARAN, ASAHAN — Peristiwa keracunan MBG terus terjadi. Kali ini menimpa puluhan siswa di MTs Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dilarikan ke sejumlah rumah sakit pada Senin, 14 September 2026.

Peristiwa ini terjadi usai mengalami gejala keracunan setelah menyantap makan siang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Polrs Kisaran.

Yang memilukan, pihak sekolah sebenarnya sudah mendeteksi kejanggalan pada makanan — namun terlambat bagi puluhan anak yang sudah telanjur memakan.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB saat makanan dibagikan. Menu hari itu berupa nasi putih, ayam rendang, sambal tempe, acar timun-wortel, dan buah semangka.

Tak lama setelah disantap, siswa mulai satu per satu mengeluh mual, sakit perut, pusing, hingga muntah-muntah.

Sudah Tercium Petugas

Kepala MTsN 2 Kisaran, Damanhuri Lubis, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah curiga.

“Petugas sekolah mencium bau tidak sedap dari lauk ayam rendang. Kami segera umumkan lewat pengeras suara agar anak-anak berhenti makan. Namun sekitar 30 siswa sudah telanjur menyantapnya,” ujarnya.

Sebanyak 30 siswa dilaporkan mengalami gejala, dengan 13 siswa harus dirawat inap di RSUD Kisaran untuk observasi intensif.

Sementara itu, 6 siswa dilarikan ke Rumkitban TNI AD Lasitarda dan sisanya mendapatkan perawatan di RSU Wira Husada. Semua dalam kondisi stabil, tidak ada yang kritis.

Dokter Eka Wilda Sari, Plt. Direktur RSUD Kisaran, menjelaskan pihaknya menerima 13 siswa dengan keluhan serupa.

“Kita rawat inap untuk pemantauan ketat. Secara klinis gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi hasil laboratorium yang akan memastikan,” katanya.

Makanan yang diduga bermasalah bersumber dari SPPG Polres Asahan. Hingga kini pihak penyedia belum memberikan pernyataan resmi. Polres Asahan telah turun mengambil sampel sisa makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

Kejadian ini kembali menimbulkan pertanyaan serius: mengapa makanan yang sudah tercium busuk dan berair tetap dikirim ke sekolah? Mengapa pemeriksaan kualitas sebelum pengiriman tidak berjalan?

Dan bagaimana bisa peringatan sekolah harus datang lebih dulu sebelum ada korban berjatuhan?

“Ini bukan soal kebetulan. Ini soal pengawasan yang gagal di setiap tahap. Bau busuk itu bukan hal yang sulit dideteksi — seharusnya tidak pernah sampai ke tangan anak-anak,” ujar salah satu orang tua yang menunggu di rumah sakit.

Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, puluhan keluarga masih menunggu kepastian.

Bukan hanya soal penyebab anak-anak mereka sakit, tetapi juga siapa yang bertanggung jawab memastikan makanan yang dikonsumsi jutaan anak di seluruh negeri aman dikonsumsi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Wanita Guru SDN 2 Cempoko Sragen Luka Ringan, Tertimpa Plafon Ruang yang Ambrol

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Pasukan Damkar Jombang Jibaku di Karobelah, Padamkan Kebakaran Usaha Sol Sepatu

8 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Polisi Pamekasan Bidik Khairul Kalam, Korlap Massa Palengaan yang Merobohkan Bangunan Calon Gerai Indomart

8 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Perpres Ojol Resmi Rilis, Kemenhub Kantongi Aturan Tarif Angkutan Orang

8 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pasar Motor September 2026 Menggeliat, Terjual 654.343 Unit!

8 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Imbas Dugaan Pelanggaran Etik, Pelapor Minta Sembilan Hakim MK Diberhentikan Tetap

8 Oktober 2026 - 20:00 WIB

KPK Jadwal Ulang Panggil Nusron Wajid, Kasus OTT Buka Blokir SHM PT Sumarecon

7 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Mendunia Sidang Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Gibran

7 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Jatim Peringkat Tiga Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital

7 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Trending di Nasional