Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BANJARMASIN, SWARAJOMBANG.COM— Kapal Ro-Ro KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan terbalik dan hilang kontak di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Juanda Surabaya sehari sebelumnya dengan membawa total 243 orang, terdiri dari 160 penumpang dan 83 awak kapal, serta 54 unit kendaraan dan berbagai muatan barang.
Kapal dipimpin oleh Nakkoda Hendrikus Y. Dethan, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan pelayaran.
PT Virgo Transport merupakan perusahaan pelayaran berbasis di Surabaya selaku pemilik dan pengelola kapal ini.
Lokasi Tenggelam
Kapal berangkat dari Pelabuhan Juanda, Surabaya, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.13 WIB. Sepanjang perjalanan, kapal menempuh jarak sekitar 175 mil laut dengan kecepatan rata-rata 12,7 knot.
Posisi terakhir yang tercatat sebelum hilang kontak berada di koordinat 4°41.035’LS / 113°58.154’BT, dengan sisa perjalanan sekitar 88,9 mil laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Menurut laporan yang diterima, kapal melaporkan menghadapi cuaca buruk dan gelombang sedang hingga tinggi di sekitar perairan perbatasan Jawa Timur–Kalimantan Selatan sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Respon
Yoel Rihi, General Manager PT Virgo Transport, melaporkan hilang kontak kapal ke Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA.
Ia membenarkan data manifest penumpang dan kru, serta menyatakan bahwa kapal dalam kondisi laik layak beroperasi sebelum berangkat.
I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku Koordinator Misi Pencarian, mengonfirmasi: “Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih.”
“Kami segera mengerahkan KN SAR Laksmana 241, helikopter, serta berkoordinasi dengan kapal-kapal di sekitar lokasi untuk membantu pencarian.”
Dani Raharja, Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, menyatakan kapal kini diketahui dalam kondisi terbalik di permukaan air.
“Data sementara mencatat 160 penumpang, 83 awak kapal, dan 54 unit kendaraan. Pendataan menyeluruh masih terus dilakukan,” ujarnya.
Capt. Ahmad Riyadi, Direktur Keselamatan Pelayaran Ditjen Perhubungan Laut, menjelaskan kapal terdaftar resmi dan dinyatakan laik laut dalam inspeksi terakhir pada Juli 2026.
Tim investigasi KNKT telah dibentuk untuk meneliti penyebab kecelakaan. Sementara Kepala Pelabuhan Trisakti Banjarmasin telah membuka posko darurat untuk keluarga korban.
Kondisi Terakhir
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun penemuan orang yang selamat.
Pencarian terus diperluas dengan dukungan KN SAR Laksmana 241 dari Banjarmasin dan KN SAR 249 Permadi dari Surabaya, serta kapal-kapal niaga yang melintas di jalur tersebut.
Cuaca buruk di lokasi menjadi kendala utama proses pencarian dan penyelamatan. Nasib Nahkoda Hendrikus Y. Dethan dan seluruh awak kapal belum diketahui.
Kronologi
- Sabtu, 12 September 2026 · 10.13 WIB — KM Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Juanda, Surabaya menuju Banjarmasin
- Sabtu malam — Kapal melaporkan menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi di tengah perjalanan Laut Jawa
- Minggu, 13 September 2026 · 02.00 WITA — Kapal terakhir berkomunikasi, posisi sekitar 80 mil laut dari Banjarmasin. Kontak terputus
- Minggu, 13 September 2026 · 04.10 WITA — Yoel Rihi (PT Virgo Transport) melaporkan kapal hilang kontak ke SAR Banjarmasin
- Minggu, 13 September 2026 · 04.30 WITA — SAR Banjarmasin memberangkatkan KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi kejadian
- Minggu, 13 September 2026 · 08.30 WIB — KSOP Banjarmasin mengonfirmasi kapal ditemukan dalam kondisi terbalik. Pencarian diperkuat dengan KN SAR 249 Permadi dari Surabaya
- Minggu, 13 September 2026 · Siang hari — Pencarian terus berlanjut, cuaca buruk masih menghambat operasi penyelamatan. **











