Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
LOMBOK TENGAH, SWARAJOMBANG.COM — Suasana panik melanda Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat siang, 11 September.
Akibat terjadi ketacunan massal, setelah ratusan siswa sekolah dasar dan madrasah di lima sekolah berbeda. Mereka mendadak sakit perut, banyak yang muntah muntah, tak lama setelah menyantap makan siang dari program Makan Bergizi Gratis.
Lokasi Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, meliputi meliputi SDN Beber, SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, MTs Qudwatun Hasanah, SDN Mertak Kesambik
Hingga pukul 12.30 WITA, sebanyak 352 siswa harus dilarikan ke empat puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Keracunan Lagi
Sekitar pukul 10.40 WITA, tak lama setelah makanan disajikan dan dikonsumsi di sekolah, siswa satu per satu mulai mengeluh sakit.
Gejala berawal dari mual, diikuti muntah hebat, pusing berputar, nyeri di perut dan mulut, tubuh terasa lemas, sebagian mengalami sesak napas dan diare.
Dalam waktu singkat, kondisi memburuk hingga guru dan petugas sekolah kewalahan mengevakuasi para siswa.
Keluhan serupa datang dari lima sekolah sekaligus:
- SDN Beber
- SDN 2 Lendang Tampel,
- SDN Repok Puyung,
- MTs Qudwatun Hasanah,
- SDN Mertak Kesambik
Semuanya menerima pasokan makanan dari sumber yang sama — SPPG di Desa Lendang Tampel.
Kepala Sekolah & Guru: “Anak-anak makan sekitar pukul sepuluh lewat. Belum sampai satu jam, ada yang mulai muntah.
“Lalu bertambah terus sampai kami bingung mau bawa ke mana. Semua sekolah di sekitar kami kena. Menunya sama persis — kebab, ayam suir, nugget, salad, dan salak,” ungkap salah satu kepala sekolah di lokasi.
Guru segera menghubungi orang tua dan puskesmas terdekat.
Panik
Kepanikan terlihat di sepanjang jalan menuju puskesmas. Orang tua berlarian menggunakan sepeda motor dan mobil membawa anak-anak mereka yang masih tampak pucat dan lemas.
“Saya baru saja sampai kerja, tiba-tiba ditelepon anak sudah di puskesmas. Belum pulang sekolah sudah sakit begini,” ujar seorang ayah yang terlihat cemas menunggu anaknya di Puskesmas Pringgarata.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Heriyanto: “Dari data awal, ada tiga hingga lima sekolah yang terdampak. Semua siswa sudah dibawa ke empat puskesmas yang berbeda untuk ditangani.”
“Kami sudah turun ke lapangan, amankan bukti, dan selidiki penyebab pastinya. Kami minta pihak SPPG agar benar-benar bekerja sesuai SOP. Jangan sampai kejadian terulang,” tegasnya di lokasi kejadian.
Dinas Kesehatan Lombok Tengah: Tim surveilans cepat dikerahkan ke lokasi kejadian dan keempat puskesmas.
Sampel sisa makanan telah diambil dan dikirim ke laboratorium BPOM untuk diuji.
“Data 352 korban ini masih sementara. Kami terus memantau. Semua anak mendapat penanganan medis standar. Hasil laboratorium akan menentukan penyebab pastinya,” kata juru bicara Dinas Kesehatan Lombok Tengah.
Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo membenarkan insiden tersebut.
“Betul ada laporan, sedang kami koordinasi dengan dinas kesehatan dan kepolisian untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya singkat.
Data Korban
- Puskesmas Pringgarata menampung korban terbanyak, yakni 144 orang
- Puskesmas Aik Darek 124 orang,
- Puskesmas Mantang 67 orang,
- Puskesmas Bagu 17 orang.
Sebagian besar siswa diperkirakan dapat pulang hari ini setelah kondisinya stabil dipantau petugas medis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemasok yayasan yang bersangkutan.**











