Menu

Mode Gelap

Nasional

Zulhas Akui Terus Terang Program MBG Gagal, Pemerintah Memperbaiki Manajemennya

badge-check


					Menko Zulkifli Hassan akui pelaksanaan program nsdional MBG gagal, saat ini pemerintah sedang memperbaiki tatalaksana manajemennya. Foto: ist Perbesar

Menko Zulkifli Hassan akui pelaksanaan program nsdional MBG gagal, saat ini pemerintah sedang memperbaiki tatalaksana manajemennya. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

BANDAR LAMPUNG, SWARAJOMBANG.COM— Untuk pertama kalinya sejak program Makan Bergizi Gratis berjalan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melontarkan pengakuan paling keras dan jujur di hadapan publik: “Apa yang gagal? MBG. MBG kita akui gagal.”

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato utama Seminar Koperasi Desa Merah Putih di Bandar Lampung dan langsung memicu perbincangan nasional, Jumat pekan lalu, 4 September 2026.

Isi Pernyataan

Zulhas tidak berkelit dari rentetan masalah yang membayangi program andalan pemerintahan ini.

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun berjalan, masalah tidak berhenti — termasuk yang terakhir, keracunan massal,” tegasnya.

Namun ia segera meluruskan: kegagalan yang dimaksud bukan pada tujuan program memberi makan bergizi gratis kepada puluhan juta anak, melainkan pada manajemen, sistem distribusi, dan pengawasan di lapangan.

“Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya kerjanya yang bermasalah. Masak jam 6 pagi, dikirimnya jam 11 siang — itulah yang menyebabkan keracunan,” jelas Zulhas.

Ia menegaskan kelalaian manusia, bukan konsep program, sebagai akar masalah.

Pembenahan

Meski mengakui kegagalan pelaksanaan, Zulhas menegaskan program tidak akan dihentikan. Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk manajemen baru untuk memimpin perbaikan total.

“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru — anak muda, fresh, pintar, hebat,” ungkapnya.

249 KS SPPG Dipecat

Sebelumnya, per 27 Agustus 2026, sebanyak 249 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diberhentikan karena pelanggaran berat, termasuk kelalaian yang menyebabkan keracunan makanan.

Zulhas juga mengancam sanksi tegas berupa pemecatan bagi petugas yang lalai atau sengaja mengirim makanan tidak layak.

“Tidak boleh ada toleransi. Tegas — dipecat. Kalau yang sengaja, ya ditindak,” ancamnya di JCC Senayan, Jakarta, pada kesempatan terpisah di hari yang sama.

Masyarakat Diimbau Bersabar

Zulhas meminta masyarakat memberi waktu satu hingga dua bulan untuk membereskan tata kelola secara bertahap.

“Kasihlah waktu kita satu-dua bulan ini. Kita akan bereskan pelan-pelan. Program sebesar ini tidak bisa instan, tapi harus diperbaiki,” pungkasnya.

Hingga saat ini, gelombang kasus keracunan massal di berbagai daerah masih terus dilaporkan.

Pengakuan Zulhas menjadi sinyal terkuat bahwa pemerintah mengakui krisis di lapangan dan bertekad membenahi dari akar, meski perjalanan menuju perbaikan baru saja dimulai.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lima Tahun Baru Terungkap, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik di Banyuasin

11 September 2026 - 11:46 WIB

Denny Indrayana Ajukan Uji Materi ke MK Soal Ijazah SLTA Gibran, Sayembara Rp10,28 M Ditutup

11 September 2026 - 10:09 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Dilanjutkan, SAR Temukan Life Jacket tapi Belum Pasti Milik Korban

10 September 2026 - 22:10 WIB

Baru Minum Obat Salah Injak Pedal, Sopir Alphard Tabrak 3 Mobil dan 11 Motor di Surabaya

10 September 2026 - 03:55 WIB

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:58 WIB

SAR Kerahksn 24 Kapal dan Heli Mencari 5 Jurnalis dan 2 Kru yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

9 September 2026 - 19:33 WIB

Jalan Tol Probowangi Beroperasi Awal 2027

9 September 2026 - 19:25 WIB

Ini Daftar Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Melejit

9 September 2026 - 19:01 WIB

Operasional Tidak Terganggu, Kebakaran Dapur dan Gizi di RSUD Saiful Anwar Malang

9 September 2026 - 17:52 WIB

Trending di Nasional