Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWRAJOMBANG.COM-Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Minggu (6/9). Dua gunung api aktif, yakni Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan.
letusan ini memicu peringatan keselamatan bagi warga di sekitar lereng dan wilayah terdampak sebaran abu.
Gunung Semeru mengawali rangkaian erupsi pada pagi hari pukul 07.51 WIB dengan melontarkan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.
Letusan yang terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter selama 102 detik ini mengarah ke timur. Atas kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi langsung mengeluarkan larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer, serta mengosongkan radius 5 kilometer dari puncak guna menghindari ancaman lontaran batu pijar maupun banjir lahar dingin.
Beberapa jam sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga menunjukkan eskalasi aktivitas yang tidak kalah hebat setelah sempat mengalami rangkaian letusan sejak Jumat malam. Erupsi terbaru Krakatau terjadi pada dini hari pukul 03.53 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 46 milimeter.
Letusan ini memicu fenomena air mancur lava disertai suara dentuman kuat yang getarannya terasa hingga ke wilayah Banten, Jawa Barat, dan Bandung. Akibat tingginya intensitas letusan, sebaran abu vulkanik dari Selat Sunda dilaporkan telah menjangkau wilayah udara DKI Jakarta, Depok, hingga Bogor.
Selain kedua gunung tersebut, pihak berwenang mencatat beberapa gunung api lain seperti Ili Lewotolok, Ibu, Merapi, dan Sinabung juga masih berada dalam status Siaga Level Tiga.****











