Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
NGANJUK, SWARAJOMBANG.COM — Kasus keracunan makanan MBG bergeser setelah Sidoarjo, sebanyak 566 santri dan siswa, kini sebanyak 53 siswa dan satu guru SMAN 3 Nganjuk diangkut ke rumahsakit diduga akibat keracunan.
Dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di SMAN 3 Nganjuk, setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Rabu, 2 September 2026.
- Puskesmas Begadung: 20 orang
- RSUD Nganjuk: 17 orang
- RS Bhayangkara: 12 orang
- Sebagian korban lainnya juga dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nganjuk.
Berdasarkan pembaruan informasi terkini dari pihak berwenang di lapangan, berikut fakta-fakta terkait peristiwa tersebut:
Para siswa kelas 10 dan 11 menyantap menu MBG saat jam istirahat sekolah.
Sekitar satu jam setelahnya, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah.
Data sementara menunjukkan sekitar 49 hingga 53 siswa serta 1 orang guru mengalami gejala keracunan.
Suasana di Puskesmas Nganjuk Kota sempat ramai dan dipenuhi antrean ambulans untuk merujuk korban.
Diperoleh informasi, siang itu siswa menerima paket makanan yang dikonsumsi hari ini dilaporkan berisi nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, acar, dan buah semangka.
Konfirmasi Kasatgas
Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Hernanto, telah membenarkan kejadian ini.
Saat ini pihak RS Bhayangkara dan dinas terkait sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut untuk memastikan penyebab pasti keracunan.
Kasus di Nganjuk ini menambah daftar insiden serupa, setelah sehari sebelumnya (1 September 2026) ratusan santri di Sidoarjo juga dilaporkan mengalami keracunan makanan dari program yang sama. **











