Menu

Mode Gelap

Nasional

Server AI di Dunia Butuh Konsumsi Air Bersih 2.5 – 4 Miliar Liter/ Hari

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato   |  Editor: Priyo Suwarno

CALIFORNIA, SAWARAJOMBANG.COM  – Kecerdasan buatan atau AI ternyata perlu minum air putih seperti manusia.

AI tumbuh secepat kilat, merambah ke segala sendi kehidupan: membantu mendiagnosis penyakit, merancang teknologi baru, memprediksi cuaca, hingga melayani kebutuhan informasi setiap detik.

Namun di balik kemegahan pencapaian itu, tersimpan satu fakta yang jarang disadari: sistem raksasa ini tak bisa berjalan hanya dengan arus listrik semata.

Ia sangat bergantung pada sumber kehidupan yang paling terbatas dan hakiki: air bersih.

Berdasarkan gabungan hasil penelitian Universitas California Riverside, Badan Energi Internasional, dan laporan perusahaan teknologi terbesar hingga pertengahan tahun 2026, diperkirakan seluruh pusat data yang mengelola AI tingkat tinggi di dunia menghabiskan 2,5 hingga 4 miliar liter air bersih setiap harinya.

Angka ini sungguh luar biasa besar, setara dengan kebutuhan air minum dan rumah tangga bagi sekitar 15 hingga 20 juta orang dalam satu hari penuh.

Sebagian besar air tersebut digunakan untuk mendinginkan ribuan hingga puluhan ribu mesin server yang bekerja tanpa henti selama dua puluh empat jam.

Mesin yang panas berlebih akan rusak, sehingga sistem pendingin penguapan menjadi andalan utama, di mana air bersih akan menguap membawa pergi kalor mesin, dan sebagian besarnya tidak kembali langsung ke sumber semula.

Segelas Air

Bahkan interaksi sederhana pun memiliki dampak: satu rangkaian percakapan sepuluh hingga lima puluh pertanyaan secara tidak langsung setara dengan penggunaan sekitar 500 mililiter air, atau satu gelas penuh.

Semua air yang diambil itu berasal dari persediaan yang sama persis dengan yang dipakai manusia: sungai, danau, bendungan, dan lapisan air tanah.

Padahal di seluruh permukaan bumi ini, hanya kurang dari 0,3% air yang layak dipakai langsung. Sisanya terperangkap di gunung es atau berasa asin di samudera luas.

Angka konsumsi AI secara keseluruhan memang masih di bawah persentase pertanian dan kebutuhan rumah tangga, namun masalah utamanya terletak pada lokasi pengambilannya.

Seringkali pusat data justru didirikan di daerah yang persediaan airnya sudah mulai menipis akibat kekeringan dan perubahan iklim.

Jika laju pertumbuhan teknologi ini terus berjalan tanpa perbaikan apa pun, diperkirakan pada tahun 2030 kebutuhan airnya akan naik dua hingga tiga kali lipat lipat.

Bukan berarti air di seluruh dunia akan musnah seketika, namun krisis yang paling nyata adalah ketimpangan: persaingan memperebutkan sumber yang terbatas, di mana kadang kepentingan mesin didahulukan di atas hak dasar warga untuk minum, berkebun, dan hidup.

Itulah bahaya yang mengintai, bukan karena air habis, melainkan pengaturan dan prioritas yang keliru.

Namun pintu perbaikan masih terbuka lebar. Kesadaran kini mulai tumbuh, bermunculan teknologi pendingin tanpa menguapkan air, penggunaan air daur ulang maupun air laut yang diolah, serta komitmen mengembalikan lebih banyak air daripada yang dipakai.

Semua ini kembali pada satu pemahaman mendasar: sehebat apapun ciptaan akal manusia, semuanya tetaplah bersandar pada karunia Tuhan yang jumlahnya tetap.

Kemajuan sejati bukanlah menukar sumber kehidupan demi teknologi, melainkan menjaga keduanya agar berjalan beriringan demi kebaikan semesta.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Gratis dari TK Hingga Kuliah untuk Sekolah Negeri

23 September 2026 - 20:47 WIB

Hakim Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman, Oknum Polisi Pembunuh Iparnya Mahasiswi UMM

23 September 2026 - 15:48 WIB

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Holi Kejar dan Menabrak Pencuri Motor Hingga Tewas di Ranuyoso, Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang

22 September 2026 - 20:46 WIB

Trending di Nasional