Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Kobaran api melalap gudang dan area produksi pabrik pakan ternak milik warga di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jumat malam.
Beruntung seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian material diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.15 WIB saat langit mulai gelap dan sebagian aktivitas usaha mulai berkurang.
Api diduga bermula dari area pengeringan bahan baku, lalu merambat cepat ke tumpukan jagung, dedak, dan kemasan barang jadi yang mudah terbakar.
Angin yang cukup berhembus kencang di lokasi semakin mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan bangunan seluas sekitar 12 meter kali 20 meter.
Sutrisno Terpukul
Pemilik usaha, Sutrisno, yang sudah mengelola pabrik pakan ternak ini selama kurang lebih delapan tahun, tampak terpukul melihat usahanya hangus seketika.
“Saya kira ada kabel yang putus atau percikan api yang tertinggal. Padahal sebelum pekerja pulang, kami selalu periksa seluruh peralatan dan aliran listrik.” Tutur Sutrisno menjelaska.
“Yang paling saya syukuri semua orang selamat, meskipun aset yang saya bangun susah payah habis dilalap api,” ujarnya dengan nada bergetar.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang mengerahkan lima unit mobil pemadam dari Pos Mojowarno dan Markas Utama.
Tiba di lokasi sekitar pukul 18.35 WIB, tim langsung membidik sumber api dan membatasi penyebaran agar tidak menjalar ke rumah warga yang berdekatan.
Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Jombang, Sugeng Riyadi, menjelaskan tantangan penanganan: “Bahan yang terbakar semuanya mudah terbakar dan bertumpuk tinggi, ditambah angin yang cukup kencang. Namun berkat kerja cepat tim dan bantuan warga, api berhasil dikuasai sekitar pukul 19.45 WIB.”
Hingga saat ini penyebab pasti belum dapat dipastikan, namun petugas menduga kuat akibat korsleting listrik atau sisa percikan api dari tungku pengering yang tidak mati sempurna.
Pihak kepolisian dari Polsek Mojowarno juga telah turun melakukan olah tempat kejadian guna memastikan tidak ada unsur kesengajaan atau tindak pidana pembakaran.
Dari perkiraan awal yang disampaikan pemilik dan tim penilai sementara, total kerugian material diperkirakan berkisar Rp450 hingga Rp600 juta rupiah.
Angka ini mencakup kerusakan bangunan, mesin produksi, serta seluruh stok bahan baku dan barang jadi yang siap disalurkan ke peternak di wilayah Jombang dan sekitarnya.
Nilai kerugian pasti akan disusun secara rinci setelah proses pendinginan dan pemeriksaan lokasi selesai sepenuhnya.
Warga sekitar turut membantu proses evakuasi barang yang masih bisa diselamatkan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemerintah desa dan perangkat kecamatan berjanji akan membantu memfasilitasi bantuan serta koordinasi terkait kelanjutan usaha Sutrisno pasca musibah ini.**











