Menu

Mode Gelap

Nasional

9 Jam Hilang di Hutan Loa Janan Samarinda, Syamsuddin Muncul di Kerumunan Massa yang Mencarinya

badge-check


					9 Jam Hilang di Hutan Loa Janan Samarinda, Syamsuddin Muncul di Kerumunan Massa yang Mencarinya Perbesar

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

 SAMARINDA, SWARAJOMBANG.COM—  Seorang pria tiba‑tiba menghilang tanpa jejak setelah berpamitan kepada istrinya untuk buang air kecil di kawasan hutan pinggir jalan Loa Jaban KM4, Samaribda, Kaltim.

Smentara itu istrinya menunggu di dalam mobil di KM4, Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WITA. Peristiwa ini  terjadi di Jalan HAMM Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan resmi ke kepolisian dan keterangan keluarga, identitas orang yang hilang adalah:

  • Nama lengkap: H. Syamsuddin bin H. Abdullah (52 tahun)
  • Pekerjaan: Wiraswasta, berdomisili di kawasan Sungai Pinang, Samarinda
  •  Ciri‑ciri: Tinggi sekitar 170 cm, kulit sawo matang, rambut pendek memutih, saat terakhir terlihat mengenakan kemeja kotak‑kotak warna biru‑putih, celana panjang bahan warna hitam, dan sandal jepit.
  • Nama istri/pelapor: Hj. Siti Aminah (48 tahun), yang saat kejadian menunggu di dalam mobil.

Menurut keterangan istri, ia dan suami sedang dalam perjalanan pulang setelah mengurus keperluan keluarga. Saat melewati jalan  agak sepi dan berhutan lebat di sisi kanan‑kiri, suaminya mengeluh ingin buang air kecil.

“Beliau minta berhenti sebentar, bilang mau kencing di pinggir sana yang agak masuk sedikit ke semak. Saya tunggu di dalam mobil, pintu tidak dikunci. Saya kira cuma sebentar, tapi sudah 15 menit belum kembali, saya panggil tidak jawab, saya cari ke arah dia masuk tidak ada jejak sama sekali,” ungkap Hj. Siti Aminah dengan suara gemetar.

Ia menunggu hingga malam hari, namun suaminya tak kunjung muncul. Sekitar pukul 19.00 WITA, ia melapor ke Mapolsek Samarinda Seberang dan meminta bantuan tim SAR gabungan serta relawan untuk menyisir kawasan hutan tersebut.

Kronologi

1. 15.30 WITA (Sabtu, 11 Juli 2026): Korban berpamitan kepada istrinya untuk buang air kecil di area semak belukar pinggir jalan, lalu berjalan masuk ke dalam kawasan hutan. Sang istri menunggu di dalam mobil.

2. 15.45 WITA: Istri mulai cemas karena suaminya belum kembali. Ia memanggil namun tidak ada jawaban, lalu berusaha mencari ke arah semak namun tidak menemukan jejak.

3. Sekitar 19.00–19.30 WITA: Istri memutuskan melaporkan kejadian ke Mapolsek Samarinda Seberang dan meminta bantuan tim SAR serta relawan untuk melakukan pencarian.

4. 20.00 WITA hingga dini hari: Tim gabungan polisi, SAR, dan warga mulai melakukan penyisiran menyeluruh radius sekitar 1 kilometer dari titik terakhir korban terlihat.

5. Sekitar 00.30 WITA (Minggu, 12 Juli 2026): Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, korban tiba‑tiba muncul dari arah semak belukar tepat di tengah kerumunan warga yang sedang memanggil namanya. Ia ditemukan dalam keadaan selamat meski tampak lemas dan bingung.

Keterangan Saksi

Beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku melihat mobil yang dikemudikan korban terparkir sendiri cukup lama.

Seorang warga bernama Supriadi (38 tahun) dalam keteranganya, mengatajan “Saya lewat sekitar jam 4 sore, lihat mobil terparkir, ada ibu‑ibu di dalamnya. Saya kira sedang menunggu orang, tidak ada yang mencurigakan. Saya tidak melihat ada orang lain atau kendaraan lain yang mendekat.”

Saksi 2, Joko (45 tahun): “Jalan itu sepi, banyak pohon besar dan semak belukar. Kalau masuk sedikit saja, sudah tidak terlihat dari jalan raya. Tidak ada suara teriakan atau tanda‑tanda perkelahian yang saya dengar.”

Keterangan Polisi

Kepala Seksi Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Ipda Heru Susanto, S.H., memberikan keterangan resmi di lokasi pada Minggu (12/7/2026) pagi

Laporan kami terima pukul 19.30 WITA. Tim langsung turun menyisir radius 1 kilometer dari titik terakhir terlihat, hingga masuk ke dalam hutan. Sampai dini hari belum ditemukan jejak, pakaian, atau barang milik korban. Keanehannya: tidak ada tanda perlawanan, tidak ada jejak kaki orang lain, dan mobilnya masih utuh dengan kunci di dalam.”

Ipda Heru menambahkan penyelidikan masih berjalan. Polisi belum menyimpulkan apakah ini kasus hilang biasa, tersesat, atau ada dugaan tindak pidana.

“Kami juga memeriksa rekaman CCTV di jalan akses utama untuk melihat apakah ada kendaraan lain yang mencurigakan lewat saat kejadian,” tambahnya.

Kerahkan SAR dan Polisi

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan puluhan relawan masih melakukan penyisiran lebih luas ke arah aliran sungai dan perbatasan hutan.

Keluarga berharap ada warga yang melihat atau mengetahui keberadaan H. Syamsuddin segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Muncul dan Linglung

Hingga kini belum diketahui secara pasti ke mana saja korban pergi dan apa yang dialaminya selama 9 jam menghilang. Korban sendiri tampak bingung dan belum dapat menceritakan kronologi lengkapnya. Pihak berwenang menjelaskan bahwa kemungkinan besar korban mengalami disorientasi arah atau tersesat di medan yang rapat dan berlekuk, sehingga berjalan menjauh tanpa sadar dan tidak mendengar panggilan tim pencari.

“Kondisi lokasi berupa hutan rapat, banyak jurang kecil dan aliran sungai tersembunyi, sehingga pandangan terbatas dan suara sulit menjalar. Kami juga belum menemukan tanda‑tanda gangguan dari pihak lain,” ungkap Ipda Heru Susanto, Kasi Reskrim Polsek Samarinda Seberang.

Pihak kepolisian dan tim medis menambahkan bahwa korban dalam kondisi fisik cukup lemah namun stabil, dan masih membutuhkan waktu untuk memulihkan ingatan sebelum dapat menceritakan rincian perjalanannya.

Proses pendalaman keterangan masih terus dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh, terutama bagaimana Syamsuddin 9 jam dalam hitan.

Keluarga mengucapkan terima kasih sebesar‑besarnya kepada seluruh warga, aparat, dan relawan yang telah membantu tanpa kenal lelah. Saat ini korban sudah dibawa pulang untuk istirahat total dan pemulihan kesehatan.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Layani Kesehatan Masyarakat, Pinisi RSKKA Berangkat Menuju 4 Pulau Terluar Jawa Timur

12 Juli 2026 - 22:55 WIB

Warga Diwek Jombang Tewas, Motor Slip Menabrak Salon Kecantikan di Kintelan Mojokerto

12 Juli 2026 - 21:35 WIB

Shakira Tampil Memukau dengan Bikini Merah Berumbai

12 Juli 2026 - 19:43 WIB

5 Kereta Api Ini Menjelajah Jarak 1000 Kilometer

12 Juli 2026 - 19:21 WIB

Tiga Langkah Menjaga Kesehatan di Masa El Nino

12 Juli 2026 - 19:00 WIB

Emil Dardak: Potensi Ekonomi Jatim Rp3.200 T Harus Diimbangi Infrastruktur Digital

12 Juli 2026 - 18:44 WIB

Enam Ekor Anjing dan Rumah Ludes Terbakar Bersama Surat di Rejoagung Ploso Jombang

12 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dewan RDP dengan Bank Jombang, Utang Mbah Ngatini Rp25 Juta Membengkak Jadi Rp140 Juta

12 Juli 2026 - 12:19 WIB

Menelisik Akar Terorisme (35): Revolusi tanpa Revolusi Teror

11 Juli 2026 - 22:16 WIB

Trending di Nasional