Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Sebanyak 600-an desa di Jawa Timur masih mengalami keterbatasan akses internet atau berada di wilayah blank spot. Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah upaya pemerintah mendorong transformasi digital dan pengembangan ekonomi berbasis teknologi di berbagai daerah.
Menurut Emil, besarnya potensi ekonomi Jawa Timur yang mencapai lebih dari Rp3.200 triliun per tahun harus diiringi dengan penguatan infrastruktur digital. Ia mengingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Timur tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pelaku utama dalam ekonomi digital.
“Telkom Group sudah melakukan pemetaan dan kami sudah bertemu di Grahadi tahun lalu. Secara berkelanjutan daerah-daerah blank spot ini terus dikurangi,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, juga terus mendorong peningkatan konektivitas digital untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk generasi muda yang berkiprah di berbagai daerah di luar Jawa Timur.
Ia menilai pembangunan infrastruktur digital seperti jaringan serat optik nasional dan backbone Palapa Ring telah membuka peluang konektivitas hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi ekonomi antarwilayah.
Meski demikian, Emil mengakui target menghapus seluruh blank spot membutuhkan waktu karena tingkat kesulitan setiap wilayah berbeda. Daerah pegunungan dan permukiman terpencil masih menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan jaringan internet.***











