Menu

Mode Gelap

Nasional

Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Bersama Roy Suryo

badge-check

Penulis: Sri Muryanto |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM— Usai resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Metro Jaya, dr. Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dr. Tifa dibawa ke rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Dia lemas, pusing hebat, dan tekanan darah terukur di bawah batas normal — bukan semata‑mata karena menjalani prosedur penahanan rutin, sekitar pukul 12.45 WIB, Jumat 19 Juni 2026.

Hal itu terungkap saat bersama Roy Suryo, menjalani pemeriksaan kesehatan wajib sebagai syarat hukum sebelum dimasukkan ke dalam ruang tahanan.

Keduanya ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SPP/1286/VI/2026/Ditreskrimsus tertanggal 16 Juni 2026, berlaku efektif mulai Jumat, 19 Juni 2026.

Penahanan terkait dengan polemik panjang tentang  keabsahan ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

Prosedur dan Alasan Khusus

Secara ketentuan hukum, setiap tersangka baru memang wajib diperiksa kesehatannya terlebih dahulu di poliklinik kepolisian guna memastikan keamanan dan kelayakan selama menjalani masa penahanan.

Aturan ini berlaku sama untuk Roy Suryo dan Dr. Tifauzia Tyassuma. Namun dalam pelaksanaannya terlihat perbedaan kondisi yang nyata:

Roy Suryo, saat diperiksa, kondisinya tetap stabil, tekanan darah normal, tubuh bugar, dan terlihat bersemangat serta kooperatif.

Dokter jaga langsung menyatakan ia layak untuk diproses lanjut menuju ruang tahanan tanpa perlu rujukan lebih lanjut.

Sedangkan dt. Tifauzia Tyassuma saat menjalani pemeriksaan awal yang sama, ia mengeluh sangat lelah, pusing berputar, tubuh terasa lemas. Hasil pengukuran medis menunjukkan tekanan darah turun di bawah ambang batas wajar.

Kondisi itu diduga dipicu oleh kelelahan fisik setelah berjam‑jam menjalani proses penyidikan, ditambah tekanan psikis yang cukup berat.

Melihat keadaan itu, dokter jaga di poliklinik Polda Metro Jaya mengambil keputusan medis: kondisinya membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam, pemantauan terus‑menerus, serta fasilitas penunjang yang tidak tersedia di ruang pemeriksaan biasa.

Oleh sebab itu, ia dirujuk secara khusus ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sekitar pukul 12.45 WIB hari itu juga.

Ia memenuhi prosedur hukum yang berlaku, namun alasan utama yang membuatnya harus dibawa sampai ke rumah sakit secara khusus adalah karena kondisi kesehatannya sendiri yang mengalami penurunan — bukan kewajiban prosedur yang mengharuskan semua tahanan baru masuk rumah sakit. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AI Menghabiskan Miliaran Air dan Listrisk Setara Jepang

20 September 2026 - 17:56 WIB

Rudal Houthi Serang Riyadh, Rudal Sasar Bandara King Khaled dan Meledak di Fasilitas Aramco

20 September 2026 - 09:09 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:35 WIB

Presiden Prabowo Pekikan 3 Kali: Free Palestine, Mau Heboh Terserah! Di Acara 100 Tahun Pondok Modern Gontor

19 September 2026 - 16:19 WIB

Izin Operasional PT Anissa Ahmada Dibekukan,1.900 Jamaan Tuntut Pengembalian Ongkos Haji Total Rp 56 Miliar

19 September 2026 - 15:29 WIB

Saksi Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa ke PN Tipikor, Sidang Gratifikasi Dirjen Djaka Budi

19 September 2026 - 14:45 WIB

SAR Hentikan Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau

19 September 2026 - 12:39 WIB

Heboh, Hellyana Selesai 4 Bulan Jalani Hukuman Langsung Duduk Kembali Jabatan Wagub Babel

19 September 2026 - 11:22 WIB

Akses Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Segera Dibuka

18 September 2026 - 20:45 WIB

Trending di Nasional