Menu

Mode Gelap

Nasional

5 Jam Damkar Berjibaku Padamkan Kebakarn Gudang Serbuk Kayu di Mojowarno

badge-check


					Pasukan Damkar BPBD Jombang butuh waktu hingga lima jam untuk padamkan kebakaran gudang serbuk kayu di Mojowarno. Kebakaran ini sulit dipadamkan, karena material serbuk kayu. Foto: ist Perbesar

Pasukan Damkar BPBD Jombang butuh waktu hingga lima jam untuk padamkan kebakaran gudang serbuk kayu di Mojowarno. Kebakaran ini sulit dipadamkan, karena material serbuk kayu. Foto: ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Insiden kebakaran melanda sebuah gudang pabrik pengolahan serbuk kayu milik Bapak Suwito, pemilik CV Mitra Tani Anugerah, di Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Sabtu pagi,  30 Mei 2026.

Api berkobar sekitar pukul 05.45 WIB dan baru sepenuhnya dipadamkan pada pukul 11.55 WIB, memakan waktu hampir enam jam.

Kobaran api dengan cepat melalap bangunan gudang berukuran 17 x 18 meter beserta seluruh isinya, termasuk tiga unit mesin produksi.

Material serbuk kayu yang mudah terbakar dan menimbulkan panas membuat petugas kesulitan mengendalikan api, sehingga asap tebal masih terlihat mengepul berjam-jam kemudian.

Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp350 juta, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Di lokasi kejadian, pemilik usaha, Suwito, tampak lemas melihat aset usahanya hangus terbakar.

“Saya kaget sekali, pagi-pagi sudah diberi kabar ada api. Semua barang jadi, bahan baku, dan mesin utama habis semua. Ini modal bertahun-tahun. Belum tahu bagaimana cara memulihkan ini lagi,” ucapnya dengan nada sedih.

Ia mengaku sebelumnya tidak ada tanda-tanda keanehan, diduga kuat kebakaran bermula dari korsleting listrik atau panas alami tumpukan serbuk kayu.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas,  memimpin langsung pemadaman menjelaskan tantangan yang dihadapi.

“Bahan serbuk kayu itu sifatnya menyala lama dan sulit mati. Kami kerahkan dua mobil damkar dan dua tangki bantuan. Harus hati-hati, jangan sampai menjalar ke pemukiman warga di sebelah,” ungkapnya.

Slamet (54), warga tetangga yang pertama kali melihat kejadian bercerita

Ia mengatakan, “Saya lihat asap putih keluar dulu, makin lama makin tebal dan jadi api besar. Kami coba bantu pakai ember, tapi tidak kuat. Langsung telepon damkar takut rumah kami kena.”**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Gratis dari TK Hingga Kuliah untuk Sekolah Negeri

23 September 2026 - 20:47 WIB

Hakim Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman, Oknum Polisi Pembunuh Iparnya Mahasiswi UMM

23 September 2026 - 15:48 WIB

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Trending di Nasional