Menu

Mode Gelap

Headline

Dishub Jombang Ajukan Pintu Penyeberangan KA di Plandi dan Nglele

badge-check


					Ilustrasi lokasi perlintasan sebidang rel KA. Fito: ist
Perbesar

Ilustrasi lokasi perlintasan sebidang rel KA. Fito: ist

Penulis:  Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG—Kepala Dishub Jombang, Sugianto, mengatakan masih ada dua lokasi yang belum memiliki palang pintu permanen.

Yaitu, perlintasan sebidang Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, pengamanan kereta api masih dilakukan secara manual.

Setiap kali KA melintas, palang darurat berbahan bambu ditutup dan kendaraan dari dua arah harus berhenti menunggu petugas memberi aba-aba, kata dia seperti dikutip dari rri.co.id.

Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten Jombang mengusulkan penambahan palang pintu permanen di sejumlah perlintasan rawan, terutama di Nglele dan Plandi.

Dinas Perhubungan Jombang menyebut kedua titik itu hingga kini belum dilengkapi sistem pengamanan tetap.

Keduanya masih dikelola secara swadaya oleh pemerintah desa dengan dukungan petugas sukarelawan.

“Masih ada dua lokasi yang belum dilengkapi palang pintu permanen, yakni di Nglele, Sumobito, dan di Plandi, Kecamatan Jombang,” ujarnya, demikian mengutip dari rri.id.

Dari total 22 perlintasan kereta api di Kabupaten Jombang, delapan titik berada di bawah pengelolaan PT KAI, sementara 12 titik lainnya menjadi kewenangan Dishub Jombang.

Dua titik sisanya masih menggunakan pengamanan sederhana dan belum memiliki perlengkapan yang memadai.

Pada perlintasan Nglele, pembangunan palang pintu permanen telah direncanakan tahun ini, namun masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

Sementara di Plandi, pembatasan operasional diberlakukan, yakni hanya untuk kendaraan roda dua dengan jam lintas mulai pukul 03.00 hingga 22.00 WIB.

Bagi warga sekitar, usulan itu menjadi harapan lama yang kembali menguat.

Palang pintu permanen bukan hanya soal ketertiban lalu lintas, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur rel.

18.000 Perlintasan 

Presiden Prabowo kepada Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan akan memberikan bantuan Rp4 triliun, untuk membangun 18.000 flyover seluruh Jawa di lokasi perlintasan sebidang rel kereta api.

Pernyataan disampaikan saat presiden membesuk korban kecelakaan KA di perlintasan sebidang Bekasi Tinur, 30 April 2026. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Holi Kejar dan Menabrak Pencuri Motor Hingga Tewas di Ranuyoso, Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang

22 September 2026 - 20:46 WIB

Emil Dardak: 411 Aset Pemprov Diproteksi dari Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:16 WIB

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Trending di Nasional