Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Rumah di lantai dua di Jalan Adityawarman, Kaliwungu, Jombang, berubah menjadi kamar maut Sabtu dinihari, 18 April 2026, akibat insiden kebakaran yang menyebabkan dua korban jiwa melayang.
Di salah satu kamar di lantai ditiduri dua asisten rumah tangga (ART) Maya (23) dan Sri Endah/Sri Indah (33), dua asisten rumah tangga yang tinggal di rumah itu, tak sempat melihat titik api yang memicu kebakaran.
Keduanya terlebih dulu “ditelan” oleh asap pekat yang mengepul dari korsleting kabel AC di ruang bawah rumah milik Tomi Yulianto (43). Kejadian bermula sekitar pukul 23.58 WIB, ketika suara ledakan kecil terdengar dari arah kamar pembantu.
Warga sekitar baru menyadari ada kejadian tak biasa saat kepulan asap hitam mulai membumbung dari bagian bawah rumah. Namun, api yang terlihat tidak besar; yang paling menakutkan justru asap tebal yang segera menutupi jendela dan ventilasi.
Pintu rumah terkunci dari dalam, dan tujuh orang penghuni—termasuk keluarga pemilik rumah, Maya, dan Sri Endah—terjebak di dalam. Ketika petugas Damkar Jombang tiba di lokasi sekitar pukul 00.05 WIB, mereka terpaksa menjebol pintu karena asap sudah menutupi seluruh bagian rumah, membuat visualisasi ke arah kamar dan jalan keluar hampir kosong.
Maya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar lantai atas, terpanggang “maut” asap yang mengisi ruangan hingga kamar menjadi seperti kubus gas beracun.
Tubuhnya tidak terbakar parah, namun yang jelas ia mati di tempat akibat menghirup asap panas beracun secara berlebihan.
Sementara itu, Sri Endah/Sri Indah sempat ditemukan dalam kondisi kritis. Ia masih bernapas, tetapi napasnya tersengal‑sengal, keringat dingin, dan sesak hebat akibat paru‑paru yang dipenuhi asap pekat.
Petugas buru‑buru membawa ke RSUD Jombang, berharap nyawanya bisa diselamatkan. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB pada hari berikutnya, Sri Endah/Sri Indah bernapas terakhir kali, sehingga korban meninggal dalam peristiwa ini menjadi dua orang—dua ART yang sama‑sama bekerja di rumah semalaman menjadi tempat mereka tak pernah pulang lagi.
Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono menjelaskan bahwa keduanya diduga meninggal bukan karena terbakar langsung, melainkan menghirup asap tebal yang mengandung racun karbon monoksida dan partikel panas dalam jumlah besar.
“Mereka terjebak di tengah asap yang mengisi rumah, kamar dan ukuran tertutup, sehingga oksigen di dalam ruangan sangat terbatas,” ungkapnya.
Polisi dan tim gabungan Inafis Satreskrim Polres Jombang masih menyelidiki penyebab utama kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik pada kabel atau unit AC yang terpasang di ruang tengah bawah rumah.
Petugas Damkar menegaskan bahwa keberadaan kunci darurat, ventilasi yang cukup, dan sistem kelistrikan yang aman sangat penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Keluarga dan warga Kaliwungu masih terguncang. Kamar ART yang semula hanya tempat mereka beristirahat setelah seharian bekerja, kini menjadi saksi bisu kematian dua nyawa yang meregang asap di tengah malam yang seharusnya tenang. **











